JAKARTA, Bisnistoday – Kawasan Kemang dan sekitarnya di Jakarta Selatan dilanda banjir dahsyat pada Kamis (30/10/2025) malam akibat retakan tanggul di Kemang Village yang memicu luapan air Kali Krukut. Genangan setinggi 160 cm merendam 54 RT, mayoritas di Jaksel, memaksa warga di Bangka dan Pela Mampang mengungsi sementara.
Terkait banjir tersebut, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan penyebab utama banjir parah di Jalan Kemang Raya adalah kebocoran tanggul tersebut.
“Kenapa Kemang Raya kemarin terjadi banjir yang begitu tinggi? Memang ada patahan, ada tanggul milik Kemang Village yang retak dan kemudian bocor, sehingga menyebabkan air Kali Krukut meluap,” ujar Pramono di Balai Kota DKI pada Jumat (31/10/2025).
Pramono memerintahkan pengelola Kemang Village memperbaiki tanggul retak untuk cegah banjir berulang, sambil melanjutkan normalisasi Kali Krukut dan Sungai Ciliwung. “Pihak pengelola Kemang Village sudah kami minta untuk segera memperbaiki tanggul yang retak agar tidak terulang. Kalau tidak, setiap hujan deras Kemang akan terus jadi langganan banjir,” tegas Pramono.
Hujan deras sejak sore Kamis mengguyur Jaksel, menyebabkan genangan di Jalan Raya Fatmawati dan Cipete, termasuk depan ITC Fatmawati yang menghambat lalu lintas. Petugas Dishub dan polisi dikerahkan untuk mengatur arus, sementara Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya melaporkan lampu merah Fatmawati-TB Simatupang mati akibat listrik terganggu.
Kemacetan panjang melanda Fatmawati, TB Simatupang, hingga Simpang Antasari, dengan pengendara terjebak lebih dari 30 menit karena pengalihan rute. “16.22 Lampu merah Fatmawati Jaksel mengalami gangguan/mati agar pengendara tetap berhati-hati bila melintas, saat ini sedang penanganan Petugas ATCS Dishub Jaksel,” tulis TMC Polda Metro melalui akun resminya.
Sekitar pukul 17.00 WIB, banjir melanda Jalan Kemang Raya dari Sotis Hotel hingga Kem Chicks, memaksa pengendara beralih ke jalur alternatif. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI mencatat 53 dari 54 RT terdampak berada di Jaksel, termasuk Cilandak dan Pondok Labu.
Kepala Pusdatin BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, menjelaskan banjir disebabkan curah hujan tinggi yang menaikkan muka air di pos pemantauan Sunter Hulu dan Pesanggrahan. “Banjir di sejumlah wilayah malam ini disebabkan oleh tingginya curah hujan. Hujan yang melanda wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya menyebabkan kenaikan muka air di beberapa pos pemantauan,” kata Yohan.
Luapan Kali Krukut dan Kali Mampang menjadi biang kerok genangan di Cipete Utara, Petogogan, dan Kebagusan, dengan tim BPBD serta PPSU melakukan penyedotan air segera. “Tim kami bersama PPSU dan SDA sudah melakukan penyedotan dan memastikan perbaikan tanggul berlangsung segera,” ujar Yohan.(E2-DANU)




