www.bisnistoday.co.id
Kamis , 14 Mei 2026
Home EKONOMI Ekonomi & Bisnis Kemendag Catat Neraca Dagang Per Oktober Surplus USD 2,48 Miliar
Ekonomi & Bisnis

Kemendag Catat Neraca Dagang Per Oktober Surplus USD 2,48 Miliar

PELABUHAN PRIOK
TRUK bermuatan peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok./
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat Neraca perdagangan Indonesia pada Oktober 2024 membukukan surplus  sebesar USD 2,48 miliar. Surplus Oktober 2024 ini terdiri atas surplus nonmigas sebesar USD 4,80 miliar dan defisit migas sebesar USD 2,32 miliar.

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan, surplus pada Oktober 2024 ini meneruskan tren surplus neraca perdagangan selama 54 bulan berturut-turut sejak Mei 2020. Ia pun optimistis neraca perdagangan Indonesia dapat terus mempertahankan kinerja yang baik.

“Surplus pada Oktober 2024 yang sebesar USD 2,48 miliar telah meneruskan tren surplus neraca perdagangan Indonesia menjadi 54 bulan berturut-turut sejak Mei 2020. Kami optimistis neraca perdagangan Indonesia akan terus mencatatkan kinerja yang baik,” kata Mendag Budi kepada media di Jakarta.

Mendag Budi menjelaskan, India, Amerika Serikat (AS), dan Filipina menjadi penyumbang surplus perdagangan nonmigas terbesar selama Oktober 2024. Surplus terhadap India tercatat sebesar USD 1,56 miliar, AS USD 1,52 miliar, dan Filipina USD 0,80 miliar. Sedangkan negara yang menjadi penyebab defisit perdagangan nonmigas pada Oktober 2024 adalah Tiongkok, Thailand, dan Singapura dengan total ketiganya sebesar USD 1,41 miliar.

Baca Juga : Surplus Neraca Dagang September 2024 Tercatat USD 3,26 Miliar

Sementara itu, jika dilihat secara kumulatif, neraca perdagangan Indonesia periode Januari—Oktober 2024 mencatatkan surplus sebesar USD 24,43 miliar. Surplus tersebut dihasilkan dari surplus nonmigas sebesar USD 41,82 miliar dan defisit migas sebesar USD 17,39 miliar.

Kinerja Ekspor Nonmigas

Terkait kinerja ekspor kumulatif Indonesia, Mendag Budi menjelaskan, periode Januari—Oktober 2024 mencatatkan nilai yang melampaui periode yang sama pada tahun sebelumnya. Sepanjang periode Januari-Oktober 2024, total nilai ekspor Indonesia mencapai USD 217,24 milliar atau naik 1,33 persen dari Januari-Oktober 2023.

Jika dilihat dari sisi ekspor nonmigas, kinerja ekspor kumulatif periode Januari-Oktober 2024 yang sebesar USD 204,21 miliar juga mampu melampaui nilai yang dicapai pada periode yang sama pada 2023 yang sebesar USD 201,23 miliar. “Dari total nilai ekspor tersebut, nilai ekspor nonmigas mencapai USD 204,21 miliar atau naik 1,48 persen dibanding periode yang sama pada 2023,” kata Mendag Budi.

Mendag Budi mencatat, pada Januari—Oktober 2024, terdapat beberapa produk nonmigas dengan peningkatan nilai ekspor melebihi USD 1 miliar dibanding Januari—Oktober 2023. Produk-produk tersebut adalah logam mulia dan perhiasan/permata (HS 71) yang peningkatannya sendiri mencapai USD 1,68 miliar, barang dari besi dan baja (HS 73) USD 1,54 miliar, tembaga dan barang daripadanya (HS 74) USD 1,09 miliar, serta kakao dan olahannya (HS 18) USD 1,03 miliar.//

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Pameran SIAL Interfood
Ekonomi & Bisnis

SIAL Interfood Berperan Bangun Jejaring Pelaku Industri Makanan Global

JAKARTA, Bisnistoday -SIAL, jaringan inovasi pangan terkemuka di dunia bakal menggelar SIAL...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Pemerintah Segera Launching Operasional KDKMP

BOJONEGORO, Bisnistoday — Pemerintah merencanakan segera melaunching sejumlah Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih...

terlur
Ekonomi & Bisnis

Peternak Telur Terjepit, Biaya Produksi Melonjak Saat Harga Jual Terpuruk

JAKARTA, Bisnistoday - Industri perunggasan nasional kembali menghadapi tekanan berat. Di tengah...

Sakina Rosellasari
Ekonomi & Bisnis

Sektor UMKM Menyumbang 20 Persen Total Investasi Jateng

SEMARANG ,Bisnistoday, - Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu...