www.bisnistoday.co.id
Senin , 22 Juni 2026
Home HEADLINE NEWS Surplus Neraca Dagang September 2024 Tercatat USD 3,26 Miliar
HEADLINE NEWS

Surplus Neraca Dagang September 2024 Tercatat USD 3,26 Miliar

Mendag Zulkifli
MENDAG, Zulkifli Hasan di Bantul, Yogyakarta./
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Neraca perdagangan Indonesia pada September 2024 membukukan surplus sebesar USD 3,26 miliar. Angka ini lebih tinggi dibandingkan surplus Agustus 2024 yang sebesar USD 2,78 miliar. Surplus September 2024 ini didorong surplus nonmigas sebesar USD 4,62 miliar dan defisit migas sebesar USD 1,36 miliar.

Sementara itu, secara akumulatif, pada periode Januari-September 2024, Indonesia mencatatkan surplus sebesar USD 21,98 miliar. Surplus tersebut dihasilkan dari surplus nonmigas sebesar USD 37,03 miliar dan defisit migas sebesar USD 15,05 miliar.

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan mengatakan, dengan capaian surplus ini, neraca perdagangan Indonesia meneruskan tren surplus selama 53 bulan berturut-turut sejak Mei 2020. Ia pun optimistis, kinerja ekspor akan terus membaik. Selain itu, optimalisasi pemanfaatan pasar potensial serta strategi promosi dan ekspansi pasar perlu terus diupayakan baik di kawasan tradisional maupun nontradisional.

“Pergelaran Trade Expo Indonesia (TEI) ke-39 pada 9-12 Oktober 2024 telah usai dengan capaian nilai transaksi tercatat sebesar USD 22,73 miliar. Hal ini membuktikan bahwa produk ekspor Indonesia masih memiliki daya saing yang tinggi,” ujar Mendag Zulkifli Hasan.

Lebih lanjut, Mendag Zulkifli Hasan menjelaskan, Amerika Serikat (AS), India, Filipina, Jepang, dan Belanda masih menjadi penyumbang surplus perdagangan terbesar selama September 2024 dengan nilai surplus masing-masing sebesar USD 1,20 miliar, USD 0,90 miliar, USD 0,78 miliar, USD 0,42 miliar, dan USD 0,37 miliar.

Sementara itu, negara yang menjadi penyebab defisit perdagangan nonmigas pada September 2024 adalah Tiongkok, Singapura, Australia, Thailand, dan Jerman dengan total defisit USD 1,55 miliar.

Kinerja Ekspor Nonmigas Kumulatif 2024

Mendag menjelaskan, sepanjang periode Januari—September 2024, total nilai ekspor Indonesia mencapai USD 192,85 milliar, naik 0,32 persen dibandingkan 2023. Dari total nilai ekspor tersebut, nilai ekspor untuk nonmigas mencapai USD 181,15 miliar, naik 0,39 persen dibanding periode yang sama pada 2023.

“Sepanjang tahun 2024, pertama kalinya kinerja ekspor nonmigas kumulatif Januari-September 2024 mampu melampaui tahun 2023,” jelasnya.

Pada September 2024, total ekspor Indonesia mencapai USD 22,08 miliar. Nilai ini naik 6,44 persen dibanding September 2023 (YoY) sekaligus turun 5,80 persen dibandingkan Agustus 2024 (MoM).Sementara itu, nilai ekspor nonmigas September 2024 tercatat USD 20,91 miliar dan migas USD 1,17 miliar. Nilai ekspor nonmigas September 2024 turun 5,96 persen jika dibandingkan dengan Agustus 2024 (MoM), namun naik 8,13 persen jika dibandingkan dengan September 2023 (YoY).

Secara rinci, Mendag menjelaskan, pada September 2024, penurunan kinerja ekspor nonmigas secara bulanan terjadi pada sektor industri dan pertambangan. Sektor dengan penurunan terdalam dibanding bulan sebelumnya terjadi pada industri dengan penurunan sebesar 6,38 persen, diikuti pertambangan 5,43 persen. Sedangkan, ekspor sektor pertanian tumbuh sebesar 2,95 persen (MoM).//

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Menaker
Ekonomi & BisnisHEADLINE NEWS

Menaker Yassierli : Pekerja Mesti Menyikapi Tantangan Dunia Kerja Baru

BANDUNG, Bisnistoday - Perkembangan teknologi, kecerdasan buatan (AI), otomatisasi, transformasi digital, ekonomi...

Penumpang KA
Ekonomi & BisnisHEADLINE NEWS

Diskon Tarif Transportasi Diterapkan Selama Periode Libur Sekolah 2026

JAKARTA,Bisnistoday - Sesuai arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, untuk menjaga daya...

HEADLINE NEWS

Explore The Jungle Sulap Mal Ciputra Jakarta Jadi Hutan Edukatif Selama Libur Sekolah

JAKARTA, Bisnistoday — Destinasi edukatif baru bertajuk Explore The Jungle hadir di...

Bendungan Way Apu
HEADLINE NEWS

Bendungan Way Apu Capai 86,91 Persen, Dukung Swasembada Pangan di Maluku

JAKARTA, Bisnistoday - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) percepat pembangunan Bendungan Way Apu...