www.bisnistoday.co.id
Rabu , 9 September 2026
Home HEADLINE NEWS Kemenperin Catat Nilai Ekspor Bahan Kimia Khusus Capai USD 5,35 miliar
HEADLINE NEWS

Kemenperin Catat Nilai Ekspor Bahan Kimia Khusus Capai USD 5,35 miliar

Dirjen IKFT
Dirjen IKFT, Taufiek Bawazier./
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Kementerian Perindustrian mencatat, sektor industri kimia, farmasi, dan obat tradisional memberikan kontribusi signifikan dengan nilai ekspor mencapai USD5,35 miliar hingga triwulan I tahun 2025. Melalui capaian tersebut, kelompok sektor ini masuk dalam lima besar untuk komoditas ekspor industri nasional.

“Artinya, industri bahan kimia khusus memegang peran vital dalam berbagai sektor industri. Apalagi, saat ini produk-produk bahan kimia khusus sebagian telah diproduksi di dalam negeri,” kata Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil (IKFT) Taufiek Bawazier dalam keteranganya di Jakarta, Sabtu (7/6).

Produk bahan kimia khusus selama ini dibutuhkan di berbagai sektor industri sebagai bahan pembantu, misalnya untuk pengolahan makanan, makanan ternak, minyak dan gas bumi, barang-barang plastik, keramik, cat, dan tinta cetak.

Dirjen IKFT mengemukakan, konsumsi bahan kimia khusus di Indonesia setiap tahun terus meningkat. Oleh karena itu, Kemenperin semakin memacu kemampuan industri bahan kimia khusus agar lebih produktif, inovatif, dan berdaya saing. Upaya ini juga untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan kimia khusus.

“Transformasi industri bahan kimia khusus tidak hanya menuntut peningkatan kapasitas dan kapabilitas produksi, tetapi juga akselerasi adopsi teknologi, keberlanjutan lingkungan, serta integrasi dengan kebutuhan industri hilir domestik dan pasar global,” ungkap Taufiek.

Lebih lanjut, Kemenperin juga berkomitmen untuk menciptakan iklim usaha yang kondusif bagi pertumbuhan industri kimia khusus, di antaranya melalui fasilitasi pemberian insentif fiskal, penyediaan infrastruktur industri, hingga dukungan dalam hal riset dan pengembangan.

“Kemenperin juga aktif menjalin kemitraan strategis dengan pelaku industri dan lembaga riset untuk mendorong transfer teknologi serta adopsi industri 4.0, sehingga proses produksi di sektor ini menjadi lebih efisien, ramah lingkungan, dan kompetitif,” tegasnya.

Industri kimia merupakan salah satu sektor yang mendapat prioritas pengembangan sesuai peta jalan Making Indonesia 4.0. “Produk bahan kimia khusus memiliki nilai tambah yang tinggi, serta tingkat inovasi yang besar dan pasar yang terus berkembang, baik di dalam negeri maupun secara global,” imbuh Taufiek./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Kopi Tuku
HEADLINE NEWS

Dorong Hilirisasi Industri Kopi dan Perkuat Ekspansi Pasar Global

JAKARTA, Bisnistoday – Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa Indonesia memiliki...

Garuda Indonesia
HEADLINE NEWS

Menhub Dudy Buka Kembali Operasional Bandara Soekarno Hatta Mulai Hari ini

TANGERANG, Bisnistoday  - Penutupan operasional Bandara Soekarno-Hatta beserta sejumlah bandara lain yang...

Penumpang Maskapai
HEADLINE NEWS

Prioritaskan Keselamatan, Penutupan Delapan Bandara Imbas Erupsi Gunung Anak Krakatau Diperpanjang

JAKARTA, Bisnistoday - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan, pengoperasian kembali bandara terdampak...

Kawasan udara
HEADLINE NEWS

Erupsi Gunung Anak Krakatau, Penutupan Operasional Bandara Soekarno-Hatta Diperpanjang

JAKARTA, Bisnistoday - Direktorat Jenderal Perhubungan Udara prihatin terhadap kejadian erupsi Gunung...