JAKARTA, Bisnistoday – Kondisi nyata seperti yang dialami sejumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) dengan bermodal Gerobak dengan beraneka jajanan maupun barang yang ditawarkan di kawasan Pondok Gede, Jakarta Timur, Minggu (16/2). Mereka bertahan ditengah kehujanan semata untuk berjuang sesuap nasi untuk keluarga.
Aneka jajanan yang disuguhkan, seperti kue, es doger, beli barang bekas, susu segar, aneka piagam dan yang lain menunggu hujan deras mereda, berteduh di pelataran Masjid Al Mubarak Kawasan Pondok Gede Kota Bekasi perbatasan Jakarta Timur.
“Demi sesuap nasi, untuk nafkahi keluarga, PKL kepanasan dan kehujanan. Lebih dari itu, ketika tidak jualan 2-3 hari tidak bisa isi perut keluarga. Merekan tahan banting, mandiri, serta tidak pernah neko-neko. Kecuali berharap perlindungan Negara RI dan diberi kelayakan berusaha,” ungkap Ketum Asosiasi PKL Indonesia (APKLI) disela PKL tersebut.
“Hal yang sama juga dialami puluhan juta PKL di semua kawasan ekonomi strategis dan sentra ekonomi rakyat,” urai Ali Mahsun, saat bersama-sama berteduh.
Ali Mahsun mengatakan, bukan PKL ini dinistakan kemanusiannya dan juga tidak boleh digusur semena-mena, apalagi digerus dan dijajah pemilik modal besar. “Apa bisa merasakanya karena apa yang mereka alami juga saya alami sejak dibangku Kelas SD hingga dibangku kuliah di Malang. Saya juga mantan penjual krupuk, tahu solet, asongan dan sopir angkutan pedesaan jurusan Padangan Mojokerto – Tapen Jombang Jatim,” tuturnya.
Ali Mahsun menambahkan, kondisi PKL Indonesia sekarang tidak jauh berbeda dengan kondisi PKL beberapa puluh tahun lalu. Cuplikan lirik Mars Asosiasi PKL Indonesia dikatakan,“Musim panas, kepanasan, musim hujan, kedinginan. Tapi ku tetap bertahan. Mencari sesuap nasi walau harus jalan kaki. Badan letih ku tak peduli. Mencari nafkah demi untuk keluarga menjadi PKL.”
Mars PKL ini pertamakali dilantunkan pada Rakernas APKLI, 27 Novemper 2011 di Museum Listrik TMII Jakarta Timur yang dibuka Menkop dan UKM Syarief Hasan serta dihadiri sejumlah tokoh nasional. “Kisaha nyata yang dialamai PKL merupakan cerminan dari Nafas dan ruh Mars PKL.”/


