www.bisnistoday.co.id
Kamis , 17 September 2026
Home EKONOMI Ekonomi Rakyat Ketum APKLI : Kisah Pilu Gerobak PKL Saat Bertahan Kehujanan Demi Sesuap Nasi
Ekonomi Rakyat

Ketum APKLI : Kisah Pilu Gerobak PKL Saat Bertahan Kehujanan Demi Sesuap Nasi

PKL Jaktim
SEJUMLAH PKL di Jaktim./
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Kondisi nyata seperti yang dialami sejumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) dengan bermodal Gerobak  dengan beraneka jajanan maupun barang yang ditawarkan di kawasan Pondok Gede, Jakarta Timur, Minggu (16/2). Mereka bertahan ditengah kehujanan semata untuk berjuang sesuap nasi untuk keluarga.

Aneka jajanan yang disuguhkan, seperti kue, es doger, beli barang bekas, susu segar, aneka piagam dan yang lain menunggu hujan deras mereda, berteduh di pelataran Masjid Al Mubarak Kawasan Pondok Gede Kota Bekasi perbatasan Jakarta Timur.

“Demi sesuap nasi, untuk nafkahi keluarga, PKL kepanasan dan kehujanan. Lebih dari itu, ketika tidak jualan 2-3 hari tidak bisa isi perut keluarga. Merekan tahan banting, mandiri, serta tidak pernah neko-neko. Kecuali berharap perlindungan Negara RI dan diberi kelayakan berusaha,” ungkap Ketum Asosiasi PKL Indonesia (APKLI) disela PKL tersebut.

“Hal yang sama juga dialami puluhan juta PKL di semua kawasan ekonomi strategis dan sentra ekonomi rakyat,” urai Ali Mahsun, saat bersama-sama berteduh.

Ali Mahsun mengatakan, bukan PKL ini dinistakan kemanusiannya dan juga tidak boleh digusur semena-mena, apalagi digerus dan dijajah pemilik modal besar. “Apa bisa merasakanya karena apa yang mereka alami juga saya alami sejak dibangku Kelas SD hingga dibangku kuliah di Malang. Saya juga mantan penjual krupuk, tahu solet, asongan dan sopir angkutan pedesaan jurusan Padangan Mojokerto – Tapen Jombang Jatim,” tuturnya.

Ali Mahsun menambahkan, kondisi PKL Indonesia sekarang tidak jauh berbeda dengan kondisi PKL beberapa puluh tahun lalu. Cuplikan lirik Mars Asosiasi PKL Indonesia dikatakan,“Musim panas, kepanasan, musim hujan,  kedinginan. Tapi ku tetap bertahan. Mencari sesuap nasi walau harus jalan kaki. Badan letih ku tak peduli. Mencari nafkah demi untuk keluarga menjadi PKL.”

Mars PKL ini pertamakali dilantunkan pada Rakernas APKLI, 27 Novemper 2011 di Museum Listrik TMII Jakarta Timur yang dibuka Menkop dan UKM Syarief Hasan serta dihadiri sejumlah tokoh nasional. “Kisaha nyata yang dialamai PKL merupakan cerminan dari Nafas dan ruh Mars PKL.”/

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Sejumlah produk Coucou yang dijual di IIPE 2026 ICE BSD. (Dok.Rava)
Ekonomi Rakyat

Coucou Optimistis Capai Target di IIPE 2026

JAKARTA, Bisnistoday – Produsen khusus makanan hewan peliharaan (anabul) Coucou optimistis bisa...

Ekonomi Rakyat

Polytron dan Populix Bongkar Mitos Bisnis Kuliner dan Redefinisi Cara Tepat “Naik Kelas”

JAKARTA, Bisnistoday – Mempertegas komitmennya dalam memberdayakan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan...

Ekonomi Rakyat

Bandung Great Sale 2026 Hadirkan Diskon Besar, dari We Are We hingga Persib Store

BANDUNG, Bisnistoday - Bandung Great Sale 2026 menjadi agenda belanja yang menawarkan...

UMKM Batam
Ekonomi Rakyat

Semester I-2026, Kemendag Fasilitasi Seribu UMKM dalam Program “Business Matching”

JAKARTA, Bisnistoday– Kementerian Perdagangan memperluas akses pasar internasional bagi pelaku usaha mikro,...