www.bisnistoday.co.id
Selasa , 7 Juli 2026
Home EKONOMI Konsumsi Rumah Tangga Andalan Pertumbuhan Ekonomi 
EKONOMI

Konsumsi Rumah Tangga Andalan Pertumbuhan Ekonomi 

PERTUMBUHAN KUARTAL IV-2021: Pengamat ekonomi menilai pertumbuhan ekonomi pada Kuartal IV meningkat 5,02% karean ditopang konsumsi rumah tangga.
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Pengamat ekonomi menyatakan perbaikan pertumbuhan ekonomi pada Kuartal IV -2021 ditopang oleh konsumsi rumah tangga. Tercatat, kenaikan pertumbuhan ekonomi yang signifikan pada triwulan IV 2021 yakni sebesar 5,02 persen (year on year/yoy) didorong oleh pertumbuhan konsumsi rumah tangga yang mencapai 3,55 persen (yoy). Hal ini diungkapkan oleh Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede di Jakarta, Senin (7/2).

“Dilihat dari indikator konsumsi pada triwulan IV 2021, sebagian besar indikator konsumsi mencatatkan kenaikan yang signifikan,” terang Josua Pardede. 

Hal tersebut mengacu pada indikator Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang naik ke level 118,34 pada akhir tahun atau mulai mendekati level sebelum pandemi, serta penjualan ritel yang tumbuh 8,87 persen (yoy) pada triwulan IV 2021, lebih tinggi dari kuartal III 2021 yang terkontraksi 2,24 persen (yoy).

Di sisi lain, menurut Joshua, peningkatan ekspor dan impor masih berhasil mendorong perekonomian, sehingga membuat neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus 10,27 miliar dolar AS pada triwulan keempat 2021.

Dari sisi penjualan mobil, ia menuturkan pada kuartal IV 2021 secara kumulatif tercatat sekitar 259 ribu, tertinggi sejak triwulan IV 2019, sedangkan penjualan sepeda motor mencapai 1,30 juta, tak jauh berbeda dengan penjualan di kuartal III 2021 sebesar 1,31 juta.

Investasi juga mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia, dengan nilai investasi langsung Rp119 triliun pada triwulan IV tahun lalu, sementara investasi langsung asing tercatat 8,37 miliar dolar AS.


“Secara kuartalan, nilai investasi asing dan domestik tersebut merupakan yang tertinggi, setidaknya dalam 23 tahun terakhir,” tuturnya.

Sementara dilihat dari sisi produksi, Josua menyebutkan sektor utama penggerak ekonomi seperti manufaktur, perdagangan, dan konstruksi juga meningkat dibandingkan kuartal III 2021.

Peningkatan produksi sektor-sektor ekonomi Indonesia didukung oleh peningkatan permintaan yang berimplikasi pada peningkatan produktivitas nasional, sehingga sektor industri pengolahan juga berada dalam fase yang ekspansif.

Dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,02 persen (yoy) pada triwulan IV 2021, maka pertumbuhan tahun 2021 berhasil tumbuh 3,69 persen.

Ke depan, ia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi 2022 akan kembali meningkat mempertimbangkan ekspektasi pemulihan berbagai sektor ekonomi yang lebih merata, di mana sisi permintaan domestik juga akan terus meningkat.

“Kebijakan fiskal yang tetap ekspansif dan kinerja ekspor yang diperkirakan tetap solid juga tetap akan mendukung pertumbuhan ekonomi tahun 2022 berada dalam rentang 4,8 persen sampai 5,0 persen,” ungkapnya./Ant

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Kemenkop dan Agrinas Palma Bangun Model Kemitraan Koperasi Sawit

JAKARTA, Bisnistoday - Kementerian Koperasi dan PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) menjalin...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Digelar Masif, Kemenkop dan Dekopin Gelar Kick Off Bulan Koperasi Indonesia

JAKARTA, Bisnistoday – Kementerian Koperasi (Kemenkop) bersama Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) menggelar...

Demam Piala Dunia di Bangladesh (dok: EFE/Mundo Deportivo)
EKONOMISport & Health

Bangladesh Kecipratan Cuan Piala Dunia

JAKARTA, Bisnistoday – Bangladesh memang tidak ikut serta di Piala Dunia 2026,...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Pengemudi Ojol Resmi Berstatus Pelaku Usaha Mikro

JAKARTA, Bisnistoday – Mulai 1 Juli 2026 pengemudi ojek online (ojol) roda...