SURABAYA, Bisnistoday – Di tengah pasar gula yang dinamis, Koperasi Kana meluncurkan program inovatifnya, “Koperasi Manis”. Program ini bukan hanya menghadirkan produk gula putih baru, tetapi juga membuka babak baru dalam strategi distribusi pangan yang lebih efisien dan berkelanjutan.
“Koperasi Manis” mengusung misi besar untuk memperkuat rantai pasok pangan di Indonesia. Program ini menjawab tantangan utama dalam menjamin ketahanan pangan nasional melalui kolaborasi dan inovasi.
Dengan misi tersebut, Koperasi Kana memulai kemitraan strategis dengan ratusan Kopdes Merah Putih. Langkah ini dirancang untuk menjamin ketersediaan dan distribusi gula putih yang merata di seluruh Indonesia.
Kolaborasi ini mencerminkan semangat gotong royong mendalam untuk menciptakan dampak positif dalam sektor pangan. Gula putih yang dihadirkan datang dalam dua varian kemasan, yaitu karung 50 Kg dan kemasan ritel 1 Kg, untuk menjangkau semua lapisan masyarakat.
Jonathan Danang Wardhana, Ketua Koperasi Kana, menyampaikan bahwa inisiatif ini adalah langkah nyata mendukung kebijakan pemerintah. “Kami percaya bahwa dengan kolaborasi, kita bisa memberikan manfaat yang lebih besar, dan itu adalah kontribusi nyata kami dalam mendukung program pemerintah,” ujarnya, dalam keterangan tertulis, Kamis (4/9/2025).
Pada tahap awal, Koperasi Kana memilih Sidoarjo, Jawa Timur, sebagai titik awal kemitraan strategis. Daerah ini dikenal sebagai pusat distribusi gula putih yang efisien, dengan akses mudah ke jalur distribusi utama.
Penandatanganan kerja sama antara Koperasi Kana dan Kopdes Merah Putih pun berlangsung, menjadi simbol dimulainya langkah besar tersebut. Rudi Irwanto, Ketua Kopdes Merah Putih Kramat Temenggung, mengungkapkan rasa terima kasih atas sistem konsinyasi yang ditawarkan.
“Sistem konsinyasi ini benar-benar membantu kami,” ungkap Rudi. Model ini memungkinkan koperasi untuk berkembang tanpa harus terbebani oleh modal besar di awal, membuka peluang lebih luas bagi pelaku usaha kecil.









































