www.bisnistoday.co.id
Rabu , 17 Desember 2025
Home BURSA & KORPORASI Bursa Kuartal 1-2023, Garuda Bukukan Pertumbuhan Pendapatan Usaha 72%
BursaBURSA & KORPORASI

Kuartal 1-2023, Garuda Bukukan Pertumbuhan Pendapatan Usaha 72%

Garuda grup membukukan pertumbuhan pendapatan usaha hingga 72% pada Kuartal 1 – 2023 menjadi 602,99 juta dolar AS
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – PT Garuda Indonesia Tbk (Garuda) secara grup berhasil membukukan pertumbuhan pendapatan usaha hingga 72% pada Kuartal 1 – 2023 menjadi 602,99 juta dolar AS jika dibandingkan dengan catatan pendapatan usaha pada 3 bulan pertama di tahun 2022 sebesar 350,15 juta dolar AS.

Pertumbuhan pendapatan usaha tersebut selaras dengan peningkatan trafik penumpang yang berhasil dicatatkan Garuda Indonesia Group pada kuartal 1-2023 yang sedikitnya berjumlah 4,5 juta penumpang atau tumbuh sekitar 60 persen jika dibandingkan periode yang sama pada Kuartal 1-2022 sebesar 2,7 juta penumpang.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra mengungkapkan,pertumbuhan pendapatan usaha Garuda Indonesia pada kuartal 1-2023 ini menjadi outlook positif tersendiri bagi kinerja usaha di sepanjang tahun 2023. Di tengah periode awal tahun yang dikenal sebagai periode low season bagi sektor industri penerbangan, Garuda Indonesia berhasil mencatatkan kinerja solid pada pendapatan usahanya dengan kinerja operasional yang semakin komprehensif melalui pembukuan arus kas positif (cash flow) di mana perusahaan berhasil mencatatkan komposisi pencatatan kas masuk yang lebih besar dibandingkan beban operasi.

Dirut Garuda Indonesia Infan Setiaputra

Capaian, lanjut Irfan, menjadi langkah berkesinambungan dan awal transformasi kinerja yang secara konsisten menunjukan outlook positif dari upaya perbaikan kinerja usaha yang terus dilakukan secara berkelanjutan. “Hal ini juga menjadi tindak lanjut dari dirampungkannya tahapan restrukturisasi perusahaan pada tahun 2022 lalu, dimana atas capaian restrukturisasi tersebut Garuda Indonesia secara kinerja operasi juga membukukan kinerja positif dalam kaitan laba usaha yang turut dikontribusikan oleh pencatatan laba buku hasil restrukturisasi,” jelasnya.

Adapun pertumbuhan pendapatan usaha Garuda Indonesia pada Kuartal 1 – 2023 tersebut ditunjang oleh capaian pendapat penerbangan berjadwal 506,82 juta dolar AS yang tumbuh sebesar 87% serta komposisi pendapatan lainnya yang tumbuh sebesar 50% menjadi 83,35 juta dolar AS pada tiga bulan pertama di tahun 2023 ini. Lebih lanjut hingga Maret 2023, Garuda Indonesia turut mencatatkan pertumbuhan EBITDA hingga 92% yakni menjadi 71 juta dolar AS atau membaik dibandingkan dengan EBITDA pada periode yang sama di tahun 2022 sebesar 37 juta dolar AS.

Pada Kuartal 1-2023 ini, lanjut Irfan, Garuda Indonesia juga mencatatkan penurunan rugi bersih sebesar 50,91% menjadi 110,03 juta dolar AS dari Kuartal 1-2023 lalu sebesar 224,14 juta dolar AS. Adapun pencatatan rugi bersih pada tahun kinerja berjalan ini dipengaruhi oleh penerapan standar akuntansi PSAK 73 yang mengatur tentang pembukuan transaksi sewa pada beban operasi.

“Terlepas dari adanya penerapan PSAK tersebut, Garuda Indonesia secara fundamen operasional kinerja terus mencatatkan kinerja yang positif. Hal ini terlihat dari sejumlah indikator penting pada kinerja usaha baik dari sisi EBITDA, cash flow hingga peningkatan trafik penumpang,” jelas Irfan.

Sejalan dengan kinerja usaha yang semakin solid tersebut, Garuda Indonesia pada akhir Maret 2023 lalu juga telah menyelesaikan pemenuhan kewajiban terhadap kreditur yang termasuk dalam klasifikasi kreditur dengan nilai tagihan hingga Rp255 juta.

Pemenuhan kewajiban tersebut sejalan dengan Perjanjian Perdamaian PKPU yang sebelumnya telah disahkan melalui putusan homologasi PN Jakarta Pusat, dan dalam implementasinya turut diselaraskan dengan fokus misi transformasi yang berjalan. Penyelesaian kewajiban Garuda Indonesia tersebut telah dirampungkan terhadap 254 kreditur yang memiliki nilai tagihan hingga Rp255 juta, dengan total nilai tagihan yang dibayarkan mencapai hingga Rp15.432.720.782.

Irfan memaparkan, dirampungkannya pemenuhan kewajiban Garuda Indonesia terhadap kreditur dengan nilai tagihan hingga Rp255 juta tersebut menjadi penanda penting atas capaian akselerasi kinerja usaha yang semakin solid, khususnya dalam menjalankan misi transformasi menjadi entitas bisnis yang semakin agile dan adaptif serta memenuhi kewajiban usahanya kepada seluruh kreditur.

Hal tersebut, lanjut Irfan, yang ke depannya akan terus diselaraskan dengan komitmen terhadap kreditur sebagai bagian dari implementasi perjanjian perdamaian di mana perusahaan juga telah membukukan ketersediaan sinking fund yang proporsional sebesar 61 juta dolar AS hingga akhir Kuartal 1-2023 dalam kaitan pemenuhan kewajiban usaha seperti yang tertuang dalam Perjanjian Perdamaian PKPU.

“Secara bertahap kami juga berupaya mengakselerasikan pemenuhan kewajiban usaha untuk kreditur dengan klasifikasi lainnya selaras terhadap komitmen implementasi perjanjian perdamaian dapat terus berjalan on the track sesuai dengan kesepakatan yang telah dicapai bersama,” ujar Irfan.

Ia melanjutkan, dari aspek operasional Garuda Indonesia sebagai mainbrand juga terus mencatatkan pertumbuhan signifikan pada angkutan penumpangnya yang tercatat tumbuh sebesar 98,2% pada Kuartal 1-2023 menjadi 1,8 juta penumpang. Garuda Indonesia turut mencatatkan pertumbuhan angkutan penumpang penerbangan internasional yang signifikan tumbuh lebih dari 438% dimana pada Kuartal 1-2023 ini.

Garuda Indonesia mencatatkan angkutan penumpang penerbangan internasional sebesar 363 ribu orang dari sebelumnya berjumlah 66 ribu penumpang pada kuartal 1-2022. Sedangkan untuk penumpang penerbangan domestik Garuda Indonesia sebagai mainbrand mencatatkan pertumbuhan lebih dari 72% menjadi 1,4 juta penumpang.

“Di tengah fase transformasi kinerja yang terus dioptimalkan, kami optimistis outlook kinerja yang saat ini terefleksikan melalui capaian kinerja usaha di Kuartal 1-2023 ini dapat menjadi fondasi penting atas langkah akseleratif kinerja usaha yang kedepannya akan terus kami optimalkan memaksimalkan momentum transformasi kinerja secara on the track. Tentunya langkah transformasi ini akan terus dilakukan secara bertahap dan terukur dengan turut memaksimalkan momentum pertumbuhan penumpang maupun peningkatan Kapasitas produksi,” tutup Irfan./

Arsip

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

TRADE EXPO INDONESIA 2025

SOROTAN BISNISTODAY

Beritasatu Network

Related Articles

BURSA & KORPORASIKorporasi

BRI Life Kirim Bantuan ke Wilayah Terdampak Bencana di Sumatera Utara dan Sumatera Barat

JAKARTA, Bisnistoday –  Sebagai wujud kepedulian dan tanggung jawab sosial, PT Asuransi...

Bursa

Dibekali Teknologi AI, Analisis Pasar Saham Kini Bisa Secepat Kilat

JAKARTA, Bisnistoday - Dunia investasi dan trading multi-aset di Indonesia kini memasuki...

GEDUNG BEI
Bursa

Pasar Tunggu Rilis PDB Kuartal III, IHSG Berpeluang Mananjak Akhir Tahun

JAKARTA, Bisnistoday – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan akhir Oktober...

Mirae Asset Sekuritas
Bursa

Hadapi Dinamika Makroekonomi, Mirae Asset Tawarkan Lima Strategi Baru Lewat MAIA

JAKARTA, Bisnistoday – Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan meningkatnya volatilitas pasar, PT Mirae...