JAKARTA, Bisnistoday- Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada perdagangan Jumat (22/4) ditutup melemah 18 poin ke poisisi Rp14.362 per dolar AS dibanding pada penutupan perdagangan sebelumnya. Pelemahan dipicu adanya pesan yang agresif oleh sejumlah pejabat bank sentral Amerika Serikat (AS), The Federal Reserve.
Analis Monex Investindo Futures, Faisyal dalam kajiannya di Jakarta, Jumat (22/4) menyebutkan, pada perdagangan hari ini dolar AS menguat di tengah pesan yang cenderung hawkish dari beberapa pejabat bank sentral AS terkait kebijakan suku bunga mereka.
Semalam, Gubernur The Fed Jerome Powell mengatakan bahwa bergerak sedikit lebih cepat adalah sebuah langkah yang tepat, dan kenaikan suku bunga 50 bps akan dibahas pada pertemuan bulan Mei.
Powell juga menambahkan bahwa ekonomi Negeri Paman Sam berkinerja kuat dan pasar tenaga kerja tetap ketat.
Sebelumnya, Presiden St. Louis James Bullard menegaskan bahwa The Fed berada di belakang kurva dan tidak akan melakukan hard landing. Dia menekankan bahwa kenaikan sebesar 75 basis poin telah dilakukan dan dunia belum berakhir.
Sedangkan Presiden Fed San Fransisco Mary Daly mencatat bahwa The Fed kemungkinan akan menaikkan suku bunga sebesar 50 bps pada beberapa pertemuan berikutnya. Namun, dia terbuka untuk mempertimbangkan seberapa besar kenaikan yang dibutuhkan.
Daly juga mengatakan bahwa The Fed perlu mengambil langkah terukur pada kenaikan suku bunga dan mendapatkan suku bunga naik hingga 2,5 persen pada akhir tahun.
Rupiah pada pagi hari dibuka melemah ke posisi Rp14.369 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp14.348 per dolar AS hingga Rp14.373 per dolar AS.
Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Jumat melemah ke posisi Rp14.361 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp14.348 per dolar AS./









































