www.bisnistoday.co.id
Sabtu , 9 Mei 2026
Home EKONOMI Mendag Ajak Konsumen Belanja Buatan Indonesia
EKONOMI

Mendag Ajak Konsumen Belanja Buatan Indonesia

KONSUMEN CERDAS DAN BERDAYA : Konsumen mengamati barang produk asli Indonesia di salah satu pameran internasional, belum lama ini. Kemendag dorong wujudkan konsumen cerdas dan berdaya.
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menyatakan Hari Belanja Nasional (Harbolnas) 11-12 Desember 2021 merupakan momentum untuk meninkatkan kesadaran Bangga Buatan Indonesia (BBI). Para pelaku usaha lokapasar (marketplace) diminta merangkul dan meningkatkan daya saing usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) agar produk Indonesia semakin banyak digunakan dan digemari masyarakat Indonesia. 

Pernyataan ini disampaikan Mendag Lutfi saat memberikan sambutan pada acara Gebyar Nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI) sekaligus peluncuran Hari Belanja Nasional (Harbolnas) 2021 yang digelar Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) di Jakarta, pada Jumat (10/12). 

“Harbolnas adalah salah satu momentum yang tepat untuk mengajak seluruh masyarakat agar semakin bangga dengan barang buatan Indonesia. Mari berbelanja produk lokal di Harbolnas ada 11–12 Desember 2021, dan tunjukkan kebanggaan terhadap produk Indonesia,” kata Mendag Lutfi. 

Menurut Mendag, kampanye gerakan nasional BBI yang dilakukan bersamaan dengan transformasi digital merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan akses pasar dan penjualan barang-barang buatan Indonesia melalui lokapasar. 

Ditegaskan, saat ini optimisme konsumen terhadap kondisi ekonomi Indonesia terus menguat. Indeks keyakinan konsumen pada November 2021 sudah mencapai 118,5 atau naik 5,1 poin dibanding Oktober 2021. Peningkatkan ini sejalan dengan membaiknya aktivitas ekonomi yang didorong mobilitas seiring pelonggaran pembatasan kegiatan masyarakat. 

“Kondisi ini menjadi indikator penting untuk kembali membangkitkan daya beli masyarakat dan menggerakkan konsumsi rumah tangga sebagai salah satu penopang pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2021,” terang Mendag. 

Mendag menyebut, konsumsi rumah tangga sebagai pendorong utama pertumbuhan ekonomi perlu terus dijaga. Salah satunya adalah dengan mengedepankan dan memanfaatkan ekonomi digital. Pandemi Covid-19 yang terjadi sejak 2020 dapat dianggap sebagai momentum untuk mengakselerasi ekonomi digital indonesia. 

“Pada 2020, total transaksi e-commerce Indonesia mencapai Rp266 triliun. Pada 2021, nilai ini diproyeksikan tumbuh signifikan menjadi Rp406 triliun. Oleh karena itu, para pemangku kepentingan harus terus bersinergi dalam mendorong transformasi digital, khususnya bagi para pedagang kecil di seluruh Indonesia,” jelas Mendag./ 

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

TRADE EXPO INDONESIA 2026

<?php echo adrotate_ad(13); ?>

Related Articles

KTT ASEAN 2026 di Cebu, Filipina. (dok: ASEAN.org)
ASEANEKONOMIEnergiGLOBAL

Antisipasi Dampak Perang Iran, ASEAN Siapkan Langkah Strategis

JAKARTA, Bisnistoday - Para pemimpin ASEAN menyepakati sejumlah langkah yang bertujuan untuk...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Kemenkop akan Buat Ketentuan Soal Rapat Anggota Tahunan

BANJARMASIN, Bisnistoday — Kementerian Koperasi (Kemenkop) akan memastikan koperasi melaksanakan kewajiban Rapat...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Menteri Koperasi dan Habib Rizieq Sepakat Soal Kemandirian Ekonomi Umat

BOGOR, Bisnistoday – Menteri Koperasi Ferry Juliantono melakukan kunjungan ke Pondok Pesantren...

Pedagang di Arab Saydi (ilustrasi/unsplash/afiframdhansuma)
EKONOMIEnergiGLOBAL

Arab Saudi Mencatat Defisit Anggaran Rp585 Triliun

JAKARTA, Bisnistoday - Arab Saudi mencatat defisit anggaran sebesar US$33,5 miliar (sekitar...