www.bisnistoday.co.id
Sabtu , 9 Mei 2026
Home EKONOMI Mendag Jamin Pasokan Bahan Pokok Jelang Puasa dan Lebaran
EKONOMISektor Riil

Mendag Jamin Pasokan Bahan Pokok Jelang Puasa dan Lebaran

RAKER KOMITE II DPD : Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi bersama jajaran Kemendag melakukan rapat kerja dengan Komite II DPD RI di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Senin (21/3).
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menjamin pasokan barang kebutuhan pokok (bapok) cukup, terutama menghadapi puasa dan lebaran. Dengan pasokan yang cukup harga bapok akan semakin terjangkau oleh masyarakat.

“Kemendag memastikan pasokan barang kebutuhan pokok terutama untuk kebutuhan Ramadhan hari raya Idulfitri stoknya cukup. Kecukupan stok tersebut diharapkan harga barang kebutuhan pokok tersebut menjadi terjangkau,” ujar Mendag Lutfi dalam rapat kerja dengan Komite II Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI secara hibrida pada hari Senin (21/3). 

Mendag Lutfi mengungkapkan, berdasarkan data pasokan indikatif bapok di pelaku usaha pangan/pasar induk untuk komoditas beras tercatat sebesar 851,41 ton dengan kebutuhan sebesar 80 ribu ton/bulan sehingga cukup untuk 10 bulan ke depan. 

Sementara stok indikatif gula pasir tercatat sebesar 504,81 ribu ton dengan kebutuhan sebesar 260 ribu ton/bulan sehingga pasokan aman untuk dua bulan ke depan. “Kemendag akan memastikan terjadi kesinambungan gula yang dihasilkan petani Indonesia untuk mendapatkan hak tukar petani yang labih baik dan pada saat yang bersamaan stok gula aman,” kata Mendag Lutfi. 

Stok indikatif minyak goreng tercatat sebesar 628,8 ribu ton dengan kebutuhan 422 ribu ton/bulan sehingga cukup untuk 1,5 bulan ke depan. Sedangkan tepung terigu stok indikatif tercatat sebesar 991,26 ribu ton dengan kebutuhan 550 ribu ton/bulan sehingga aman untuk 1,8 bulan ke depan.

Untuk kedelai, stok indikatif tercatat sebesar 280 ribu ton dengan kebutuhan sebesar 200 ribu ton/bulan, cukup untuk 1,4 bulan ke depan. Daging sapi/kerbau stok indikatif tercatat sebesar 35,43 ribu ton dengan kebutuhan sebesar 32,14 ribu ton sehingga cukup hingga 1,1 bulan ke depan. “Jumlah stok ini akan ditambah pasokan daging kerbau India dalam waktu dekat,” tandas Mendag Lutfi. 

Stok Indikatif Ayam

Sementara stok indikatif untuk daging ayam ras tercatat sebesar 353,40 ribu ton dengan kebutuhan sebesar 266 ribu ton/bulan sehingga cukup untuk 1,3 bulan ke depan. Sedangkan stok indikatif telur ayam ras sebesar 434,76 ribu ton dengan kebutuhan sebesar 403,96 ribu ton/bulan sehingga cukup untuk 1,1 bulan ke depan. 

“Untuk daging ayam ras dan telur ayam pasokannya tidak ada masalah pasokannya cukup. Bahkan, di pasar harganya cenderung turun,” tandas Mendag Lutfi. 

Sementara, Bawang putih stok indikatif tercatat sebesar 161,48 ribu ton dengan kebutuhan sebesar 40 ribu ton/bulan sehingga cukup untuk 4 bulan ke depan. Untuk cabai, pasokan saat ini tercatat sebesar 366,30 ton/hari dengan pasokan normal sebesar 386 ton/hari.

Artinya, pasokan masih di bawah normal sebesar 5,10 persen namun akan mulai panen pada akhir Maret ini sehingga pasokan akan semakin baik pada April mendatang. Sementara, bawang merah stok indikatif tercatat sebesar 619,15 ton/hari dengan kebutuhan stok sebesar 605,50 ton/hari./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

KTT ASEAN 2026 di Cebu, Filipina. (dok: ASEAN.org)
ASEANEKONOMIEnergiGLOBAL

Antisipasi Dampak Perang Iran, ASEAN Siapkan Langkah Strategis

JAKARTA, Bisnistoday - Para pemimpin ASEAN menyepakati sejumlah langkah yang bertujuan untuk...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Kemenkop akan Buat Ketentuan Soal Rapat Anggota Tahunan

BANJARMASIN, Bisnistoday — Kementerian Koperasi (Kemenkop) akan memastikan koperasi melaksanakan kewajiban Rapat...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Menteri Koperasi dan Habib Rizieq Sepakat Soal Kemandirian Ekonomi Umat

BOGOR, Bisnistoday – Menteri Koperasi Ferry Juliantono melakukan kunjungan ke Pondok Pesantren...

Pedagang di Arab Saydi (ilustrasi/unsplash/afiframdhansuma)
EKONOMIEnergiGLOBAL

Arab Saudi Mencatat Defisit Anggaran Rp585 Triliun

JAKARTA, Bisnistoday - Arab Saudi mencatat defisit anggaran sebesar US$33,5 miliar (sekitar...