DENPASAR, Bisnistoday – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, menegaskan perlunya percepatan transformasi layanan pertanahan agar sejalan dengan perubahan perilaku masyarakat. Berbicara di hadapan jajaran Kantor Wilayah (Kanwil) BPN Provinsi Bali pada Rabu (26/11/2025), Nusron menyebut tantangan pelayanan publik saat ini bukan hanya teknis, melainkan perubahan ekspektasi generasi baru yang menuntut layanan serba cepat, transparan, dan bebas pungutan liar.
“Ekspektasi masyarakat sekarang berbeda. Mereka ingin dilayani cepat dan bersih. Dua isu besar kita adalah proses layanan yang lama dan praktik pungli. Ini harus diselesaikan melalui perubahan mindset sekaligus perbaikan sistem,” tegas Nusron dalam arahannya.
Menurut Nusron, ke depan mayoritas pemohon layanan pertanahan berasal dari generasi yang tumbuh dengan budaya digital. Generasi ini memiliki sikap kritis dan tak lagi mentoleransi praktik percepatan berbayar yang tidak sesuai aturan. Dengan akses media sosial yang kuat, keluhan masyarakat kini dapat viral dalam hitungan menit.
“Perubahan perilaku masyarakat ini nyata. Jajaran kita harus membaca dan menyesuaikan diri dengan cepat,” ujar Nusron.
Digitalisasi Jadi Kunci Utama
Menteri Nusron menekankan bahwa transformasi layanan harus dimulai dari dua aspek: penyederhanaan sistem dan penguatan sumber daya manusia (SDM).Ia menyoroti pentingnya digitalisasi layanan untuk meminimalkan kontak fisik yang rawan memunculkan praktik pungli.
“Infrastruktur IT harus diperkuat. HT dan Roya sudah digital, berikutnya layanan peralihan hak akan kita lakukan secara elektronik,” jelasnya. Saat ini, Kementerian ATR/BPN menangani sekitar 7 juta berkas layanan per tahun, dengan 4% di antaranya berasal dari Bali.
Selain sistem yang diperbarui, kualitas SDM dianggap sebagai penentu keberhasilan transformasi. Nusron mengingatkan bahwa aparatur BPN harus memiliki integritas kuat serta berkomitmen meningkatkan kompetensi.“Kalau tidak berubah dan tidak meningkat kualitas diri, kita akan digulung oleh zaman,” ujarnya tegas.
Relevansi Institusi di Era Modern
Di akhir arahannya, Nusron berharap jajaran Kanwil BPN Bali mampu menjadi garda terdepan dalam menghadirkan layanan pertanahan yang cepat, bersih, dan sesuai ekspektasi publik.
“Transformasi layanan harus dilakukan, bukan hanya untuk menjawab kebutuhan masyarakat, tetapi agar institusi ini tetap relevan,” pungkasnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Kanwil BPN Provinsi Bali I Made Daging serta para pejabat administrator dan pengawas BPN Bali. Menteri Nusron hadir didampingi Kepala Biro Humas dan Protokol, Shamy Ardian.//







































