JAKARTA, Bisnistoday- Neraca perdagangan RI pada Maret 2021 mengalami surplus US$1,57 miliar dengan total nilai ekspor mencapai US$18,35 miiar, sementara nilai impor US$16,79 miliar. Surplus ini jauh lebih bagus dibanding surplus pada Maret 2020 yang hanya US$0,7 miliar.
“Performa ekspor dan impor RI pada Maret 2021 sangat bagus, karena ekspor meningkat 30,47% dan impor naik 25,73%” kata Kepala Badan Pusat Statistis (BPS), Suhariyanto saat konferensi pers secara virtual di Jakarta, Kamis (15/4).
Baca juga: Neraca Perdagangan RI pada Desember 2020 Surplus
Ia memaparkan, peningkatan ekspor sebesar 30,47% dipicu oleh ekspor sektor pertanian, industri, maupun sektor tambang. Sedangkan impor juga naik tinggi sebesar 25,73% karena adanya kenaikan impor barang konsumsi, barang penolong maupun barang modal.
Menurut Suhariyanto, pergerakan ekspor dan impor yang tinggi tersebut sejalan dengan beberapa indikator. Di antaranya, Purchasing Manager Indek (PMI) Manufaktur RI yang anganya ekspansif pada Maret 2021 yakni 53,2.
Ia menambahkan, jika dilihat dari PMI Manufaktur global, pertumbuhannya cukup tinggi seiring dengan bergulirkan vaksinasi, peningkatan aktivitas masyarakat, dan permintaan berbagai komoditas yang meningkat dan menyebabkan peningkatan harga.
“Ini sangat bagus untuk perkembangan ekspor dan impor Indonesia. Ke depan, kita berharap performa pada Maret ini bisa terulang di bulan-bulan berikutnya,” tandasnya./




