www.bisnistoday.co.id
Kamis , 9 Juli 2026
Home BURSA & KORPORASI Bursa Pasar Masih Tunggu Hasil Rapat Fed, Rupiah Menguat Tipis
BursaBURSA & KORPORASI

Pasar Masih Tunggu Hasil Rapat Fed, Rupiah Menguat Tipis

Kurs rupiah kembali menguat
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu (1/02) ditutup menguat 16 poin ke posisi Rp14.975 per dolar AS dibandingkan posisi penutupan perdagangan hari sebelumnya di Rp14.991 per dolar AS.

Analis Indonesia Commodity and Derivatives Exchange, Revanda Aritama mengatakan, pada perdagangan hari ini pasar masih menantikan laporan hasil pertemuan bank sentral Amerika Serikat (AS), The Fed yang akan dumumkan dini hari nanti.

.Pasar berekspektasi suku bunga Fed akan dinaikkan sebesar 25 basis poin (bps) atau lebih rendah dari kenaikan terakhir.

Namun, kata Revanda, angka tersebut masih merupakan perkiraan, karena indikator ekonomi AS yang dilaporkan pekan lalu menunjukkan angka yang cukup baik, pertumbuhan ekonomi di atas perkiraan, pasar kerja juga dinilai baik, sehingga ada ruang untuk The Fed menaikkan suku bunga lebih tinggi walaupun kemungkinannya disebut lebih kecil.

Data menunjukkan ekonomi AS mempertahankan laju pertumbuhan yang kuat pada kuartal keempat. Produk domestik bruto (PDB) meningkat pada tingkat tahunan 2,9 persen pada kuartal terakhir, Departemen Perdagangan mengatakan dalam perkiraan pendahuluan pertumbuhan PDB kuartal keempat.

Perekonomian tumbuh pada kecepatan 3,2 persen pada kuartal ketiga. Para ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan PDB naik pada tingkat 2,6 persen.

Sebuah laporan terpisah dari Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan klaim awal untuk tunjangan pengangguran di negara itu turun 6.000 menjadi 186.000 yang disesuaikan secara musiman untuk pekan yang berakhir 21 Januari.

Dana berjangka Fed memperkirakan suku bunga acuan Fed akan memuncak pada 4,91 persen pada Juni, naik dari 4,33 persen, kemudian turun menjadi 4,48 persen pada Desember.

The Fed menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin pada Desember setelah empat kenaikan suku bunga 75 basis poin berturut-turut. Dikatakan kemudian bahwa suku bunga mungkin perlu lebih tinggi lebih lama untuk menjinakkan inflasi.

Perhatian investor pekan ini juga akan tertuju pada jalur moneter yang diambil oleh Bank Sentral Eropa (ECB) dan Bank Sentral Inggris (BoE), yang masing-masing diperkirakan akan menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin pada Kamis (2/02).

Rupiah pada pagi hari dibuka melemah ke posisi Rp14.999 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp14.974 per dolar AS hingga Rp15.010 per dolar AS.

Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Rabu meningkat ke posisi Rp14.991 per dolar AS dibandingkan posisi sebelumnya Rp14.992 per dolar AS./

 

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Rully Arya Wisnubroto
Bursa

Mirae Asset Sekuritas: Investor Tetap Perlu Cermati Tantangan Domestik

JAKARTA, Bisnistoday - PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai pasar keuangan global...

Bursa

Intercontinental Exchange dan OKX Bentuk Joint Venture, Jembatani Pasar Aset Tradisional dan Digital

JAKARTA, Bisnistoday - Intercontinental Exchange (NYSE: ICE) dan OKX mengumumkan pembentukan joint...

BURSA & KORPORASIKorporasi

BRI Life Dukung Kegiatan Kementerian UMKM Dalam Penguatan Ekosistem UMKM

JAKARTA, Bisnistoday - PT Asuransi Jiwa BRI Life (BRI Life) menegaskan komitmennya...

Trading Saham
BursaHEADLINE NEWS

Investor Asing Mulai Berani Masuk Selektif ke Saham Perbankan

JAKARTA, Bisnistoday- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu (17/6) kemarin...