JAKARTA, Bisnistoday – Tenaga kerja konstruksi yang kompeten sangat dibutuhkan dalam pembangunan infrastruktur. Menurut data terbaru, Indonesia memerlukan sekitar 12 juta pekerja konstruksi, namun pada tahun 2023, hanya 720.000 di antaranya yang telah bersertifikasi. Kesenjangan besar ini menjadi tantangan serius bagi sektor konstruksi, terutama untuk menjaga kualitas konstruksi yang berkelanjutan.
Kali ini, Semen Merah Putih berkolaborasi dengan Balai Jasa Konstruksi Wilayah III (BJKW-3) dan juga AkzoNobel, produsen cat Dulux menggelar pelatihan komprehensif mencakup keterampilan teknis pada pondasi bangunan serta estetika dalam konstruksi. Kolaborasi ini menjadi penting karena keterampilan teknis dan estetika saling melengkapi dalam menghasilkan konstruksi yang berkualitas dan berkelanjutan.
Semen Merah Putih melalui Mandor Pintar Institute (MPI) dan program Mitra Dulux memberikan pelatihan dan sertifikasi pekerja konstruksi di Balai Pelatihan Konstruksi Wilayah III, Jakarta, kemarin. Hal ini diungkapkan Nyiayu Chairunnikma, Head of Marketing PT. Cemindo Gemilang Tbk di Jakarta, Jumat (18/10).
“Kerjasama kami dengan BJKW3 sudah berlangsung cukup lama, tetapi kali ini adalah suatu catatan baru bagi kami. Yang pertama, ini adalah uji sertifikasi dan pelatihan level 5-6 atau level teknisi – analis. Untuk memastikan bahwa pekerja konstruksi, baik level teknisi hingga manajerial, juga memiliki keterampilan yang relevan dan kompetitif,” ungkap Nyiayu Chairunikkma.
“Yang kedua, kami berkolaborasi dengan sesama brand material bangunan yaitu Dulux, yang memiliki visi dan intention sama dalam meningkatkan kualitas bangunan melalui mengembangkan kompetensi pekerja konstruksi,” tutur Ayu.
Kompetensi pekerja konstruksi adalah dasar dari pelaksanaan konsep MLM (Masyarakat, Lingkungan, dan Manfaat) dalam konstruksi berkelanjutan. Mulai dari memberikan manfaat sosial dan ekonomi yang lebih baik bagi kehidupan pekerjanya (Masyarakat), pemilihan material produksi yang hijau dan berkualitas (Lingkungan), hingga kompetensi pekerja yang akan memastikan efisiensi dan efektifitas pekerjaan dan waktu pekerjaan (Manfaat).
Kemitraan Pemerintah dan Industri
Samuel E.D.P Tampubolon, Kepala Balai Jasa Konstruksi Wilayah III, menyatakan pentingnya kemitraan antara pemerintah dan sektor industri, dalam mendukung kompetensi tenaga kerja di sektor konstruksi.
“Tenaga kerja yang bersertifikasi adalah fondasi dari setiap proyek konstruksi yang aman dan berkualitas. Dengan sertifikasi ini, pekerja konstruksi dapat memenuhi standar yang ditetapkan, meningkatkan produktivitas, dan meminimalisir risiko kecelakaan di lapangan. Ini adalah kunci untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja kita di tingkat nasional maupun global,” ungkap Samuel.
Dalam kesempatan sama, Yudhy Aryanto, selaku Country Commercial Head PT ICI Paints Indonesia (AkzoNobel Decorative Paints Indonesia), menekankan pentingnya pelaksanaan aspek teknikal yang baik, estetika hingga keberlanjutan di sektor konstruksi.
“Pemahaman dan keterampilan dalam teknik aplikasi Dulux Full System menjadi faktor kunci dalam menciptakan bangunan berkualitas tinggi yang memenuhi standar estetika dan fungsional, sehingga dapat menghasilkan tampilan akhir konstruksi yang bukan hanya estetis melalui beragam pilihan warna, tetapi juga terlindungi dari cuaca dan kerusakan, serta memiliki daya tahan lebih lama, ” jelas Yudhy.//

