JAKARTA, Bisnistoday- Pelaku pasar mengapresiasi dinamika perkembangan vaksin Covid-19 yang semakin progresif. Hal ini menjadi salah satu pendorong menguatnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan, Jumat (11/12).
IHSG ditutup menguat 4,63 poin atau 0,08 persen ke posisi 5.938,33. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 2,39 poin atau 0,26 persen ke posisi 929,94.
Analis Bina Artha Sekuritas, M Nafan Aji Gusta Utama di Jakarta, Jumat (11/12) mengatakan, meskipun mengalami kenaikkan, menjelang akhir penutupan perdagangan terjadi aksi profit taking.
Pada perdangan Jumat (11/12), IHSG bergerak variatif sepanjang perdagangan sebelum akhirnya menutup perdagangan di zona hijau.
Secara sektoral, enam sektor meningkat dimana sektor properti paling tinggi yaitu 2,38 persen, diikuti sektor pertanian dan sektor pertambangan masing-masing 2,1 persen dan 1,22 persen.
Sedangkan empat sektor terkoreksi dimana sektor konsumer paling dalam yaitu minus 2,56 persen, diikuti sektor manufaktur dan sektor aneka industri masing-masing minus 1,41 persen dan minus 1,26 persen.
Penutupan IHSG diiringi aksi jual saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan nilai jual bersih asing sebesar Rp1,28 triliun.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.323.482 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 27,66 miliar lembar saham senilai Rp19,91 triliun. Sebanyak 205 saham naik, 266 saham menurun, dan 157 saham tidak bergerak nilainya.
Sementara itu, bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei melemah 103,72 poin atau 0,39 persen ke 26.652,52, indeks Hang Seng naik 95,28 poin atau 0,36 persen ke 26.505,87, dan indeks Straits Times meningkat 1,49 atau 0,05 persen ke 2.826,45./

