JAKARTA, Bisnistoday – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Selama dua hari berturut-turut, IHSG berhasil menguat dan ditutup di level 8.147, pada penutupan Rabu (4/2), kemarin menandai optimisme baru pelaku pasar menjelang rilis data Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia kuartal IV dan kinerja penuh tahun 2025.
Meski demikian, menurut Analis Senior PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rully Arya Wisnobroto, penguatan indeks belum sepenuhnya diiringi arus modal asing yang solid. Data perdagangan menunjukkan masih terjadi net outflow asing sebesar Rp1,4 triliun di pasar reguler. Sejumlah saham berbasis komoditas dan industri dasar seperti BUMI, ANTM, dan ASII menjadi penyumbang arus keluar terbesar.
Rully menambahkan, sebaliknya, saham-saham perbankan berkapitalisasi besar justru mulai kembali dilirik investor asing. BBRI, BBCA, dan BMRI mencatatkan aksi beli bersih, meski sebelumnya sempat tertekan akibat aksi jual asing sejak pekan lalu. Kondisi ini mencerminkan sikap selektif investor yang mulai melakukan reposisi portofolio.
Pasar Menanti Penegasan Arah Ekonomi
Perhatian utama pelaku pasar hari ini tertuju pada rilis data PDB Indonesia 4Q25, yang sekaligus menggambarkan performa ekonomi sepanjang 2025. Konsensus memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan tetap berada di atas 5%, mencerminkan ketahanan fundamental di tengah dinamika global.
Sejumlah analis memproyeksikan pertumbuhan PDB 2025 berada di kisaran 5,1%, sedikit lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Dorongan utama berasal dari konsumsi rumah tangga yang tetap solid, peningkatan investasi, serta kebijakan moneter Bank Indonesia yang masih akomodatif dalam menjaga likuiditas.
“Fundamental ekonomi domestik masih cukup kuat, dan itu menjadi alasan mengapa koreksi IHSG relatif terbatas,” ujar salah satu analis pasar modal di Jakarta.
Fiskal 2026 Berpeluang Lebih Longgar
Jessica Tasijawa, analis PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia mengaku dalam catatanya, optimisme pasar juga ditopang oleh perkembangan positif di sisi fiskal. Pemerintah mencatat lonjakan penerimaan pajak sebesar 30,8% secara tahunan per akhir Januari, didorong oleh basis rendah tahun sebelumnya dan berkurangnya tekanan restitusi pajak.
Dengan tren tersebut, menurutnya, penerimaan pajak tahun 2026 diperkirakan dapat mencapai sekitar Rp2.492 triliun, melampaui target APBN sebesar Rp2.357 triliun. Penurunan nilai restitusi pajak juga membuka ruang fiskal tambahan yang signifikan bagi pemerintah.
Kebijakan fiskal pun diproyeksikan tetap ekspansif. Pemerintah berkomitmen mempertahankan berbagai insentif pajak, meskipun belanja perpajakan meningkat. Langkah ini dipandang sebagai strategi menjaga momentum pertumbuhan agar perlambatan ekonomi seperti tahun sebelumnya tidak terulang.
Reformasi SDA dan Kepercayaan Investor
Analis ini menuturkan, di luar isu jangka pendek, pemerintah juga mulai mengevaluasi ulang model penerimaan dari sektor sumber daya alam (SDA). Selama ini, kontribusi SDA dinilai masih relatif rendah dibandingkan profitabilitas perusahaan. Alih-alih melakukan nasionalisasi atau perubahan kebijakan drastis, pemerintah memilih pendekatan bertahap dengan tidak memperpanjang konsesi yang berakhir serta memperbesar peran badan usaha milik negara.
Strategi ini dinilai lebih moderat dan ramah investasi, sekaligus berpotensi meningkatkan penerimaan negara dalam jangka panjang tanpa menimbulkan guncangan regulasi.
Sinyal Positif dari Rupiah dan Obligasi
Jessica mengaku, optimisme menjelang rilis PDB juga tercermin di pasar keuangan lainnya. Nilai tukar rupiah menguat ke kisaran Rp16.760 per dolar AS, sementara imbal hasil obligasi pemerintah tenor 10 tahun bertahan di level 6,33%. Stabilitas ini menunjukkan kepercayaan investor terhadap kondisi makroekonomi Indonesia masih terjaga.
Dengan kombinasi stabilitas makro, dukungan fiskal, serta ekspektasi pertumbuhan ekonomi yang solid, peluang rebound lanjutan IHSG dinilai masih terbuka. Namun, pelaku pasar tetap disarankan mencermati arah arus dana asing dan respons pasar setelah data PDB resmi dirilis./




