www.bisnistoday.co.id
Kamis , 25 Juni 2026
Home HEADLINE NEWS Pemerintah Belum Serius Garap Energi Geothermal
HEADLINE NEWS

Pemerintah Belum Serius Garap Energi Geothermal

Pertamina Geothermal
WILAYAH KERJA, dari PT Pertamina Geothermal Energy, belum lama ini./
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Data menunjukkan pengembangan dan pengusahaan listrik panas bumi hampir di semua negara relatif lebih lambat dibandingkan jenis pembangkit listrik yang lainnya. The Credit Suisse Analysis menyebutkan bahwa meskipun harga listrik panas bumi dapat lebih murah dibanding harga listrik dari jenis pembangkit lainnya, tetap terdapat potensi bisnis listrik panas bumi tidak lebih menarik.

“Permasalahan yang ada tersebut, pengembangan dan pengusahaan panas bumi pada dasarnya belum dapat sepenuhnya menggunakan mekanisme business to business. Pengembangan dan pengusahaan panas bumi pada umumnya masih memerlukan intervensi kebijakan,” tutur Direktur Eksekutif ReforMiner Institute, Komaidi Notonegoro kepada media di Jakarta, Kamis (8/8).

Sejak mulai diusahakan pada 1980 an sampai dengan akhir 2023, total kapasitas terpasang pembangkit listrik panas bumi Indonesia dilaporkan baru mencapai sekitar 2.597,51 MW, atau baru sekitar 10,3% dari total potensi sumber daya yang dimiliki Indonesia.

Lebih lanjut, Komaidi menguraikan, sejumlah faktor yang disebut menyebabkan pengusahaan listrik panas bumi menjadi tidak lebih menarik. Pertama, pembangkit listrik panas bumi disebut memiliki biaya investasi awal yang lebih mahal dibanding jenis pembangkit listrik lain.

Selain itu, yang kedua, lanjut Komaidi, investor masih menilai biaya operasional pembangkit listrik berbasis fosil yang lebih mahal tetap lebih menarik dibandingkan modal awal yang tinggi untuk usaha listrik panas bumi;

Komaidi menambahkan, juga pengembangan listrik panas bumi dinilai tidak fleksibel karena hanya dapat dibangun/dikembangkan di tempat tertentu sedangkan pembangkit listrik lain dapat dibangun di lokasi yang lebih fleksibel.

“Faktor lainnya, yakni adanya kesulitan untuk menemukan sumber panas bumi yang menyebabkan biaya eksplorasi menjadi lebih tinggi,” tambahnya.//

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

GEDUNG BEI
HEADLINE NEWS

IHSG Anjlok, Sentimen MSCI Downgrade Pasar Saham Masih Kuat

JAKARTA, Bisnistoday – Pengamat saham memperkirakan pasar saham di Indonesia masih tetap...

GT Banyudono
Ekonomi & BisnisHEADLINE NEWS

Kementerian PU Pastikan Sepuluh Ruas Tol Baru Beroperasi Fungsional Jelang Nataru

JAKARTA, Bisnistoday– Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menargetkan sedikitnya 10 ruas jalan tol...

Pelaku Usaha
HEADLINE NEWS

“Business Networking” Jembatani Pelaku Usaha dengan Negara Mitra

JAKARTA, Bisnistoday – Kementerian Perdagangan menggelar jejaring bisnis (business networking) yang mempertemukan...

Menaker
Ekonomi & BisnisHEADLINE NEWS

Menaker Yassierli : Pekerja Mesti Menyikapi Tantangan Dunia Kerja Baru

BANDUNG, Bisnistoday - Perkembangan teknologi, kecerdasan buatan (AI), otomatisasi, transformasi digital, ekonomi...