www.bisnistoday.co.id
Rabu , 7 Oktober 2026
Home HEADLINE NEWS Pemerintah Belum Serius Garap Energi Geothermal
HEADLINE NEWS

Pemerintah Belum Serius Garap Energi Geothermal

Pertamina Geothermal
WILAYAH KERJA, dari PT Pertamina Geothermal Energy, belum lama ini./
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Data menunjukkan pengembangan dan pengusahaan listrik panas bumi hampir di semua negara relatif lebih lambat dibandingkan jenis pembangkit listrik yang lainnya. The Credit Suisse Analysis menyebutkan bahwa meskipun harga listrik panas bumi dapat lebih murah dibanding harga listrik dari jenis pembangkit lainnya, tetap terdapat potensi bisnis listrik panas bumi tidak lebih menarik.

“Permasalahan yang ada tersebut, pengembangan dan pengusahaan panas bumi pada dasarnya belum dapat sepenuhnya menggunakan mekanisme business to business. Pengembangan dan pengusahaan panas bumi pada umumnya masih memerlukan intervensi kebijakan,” tutur Direktur Eksekutif ReforMiner Institute, Komaidi Notonegoro kepada media di Jakarta, Kamis (8/8).

Sejak mulai diusahakan pada 1980 an sampai dengan akhir 2023, total kapasitas terpasang pembangkit listrik panas bumi Indonesia dilaporkan baru mencapai sekitar 2.597,51 MW, atau baru sekitar 10,3% dari total potensi sumber daya yang dimiliki Indonesia.

Lebih lanjut, Komaidi menguraikan, sejumlah faktor yang disebut menyebabkan pengusahaan listrik panas bumi menjadi tidak lebih menarik. Pertama, pembangkit listrik panas bumi disebut memiliki biaya investasi awal yang lebih mahal dibanding jenis pembangkit listrik lain.

Selain itu, yang kedua, lanjut Komaidi, investor masih menilai biaya operasional pembangkit listrik berbasis fosil yang lebih mahal tetap lebih menarik dibandingkan modal awal yang tinggi untuk usaha listrik panas bumi;

Komaidi menambahkan, juga pengembangan listrik panas bumi dinilai tidak fleksibel karena hanya dapat dibangun/dikembangkan di tempat tertentu sedangkan pembangkit listrik lain dapat dibangun di lokasi yang lebih fleksibel.

“Faktor lainnya, yakni adanya kesulitan untuk menemukan sumber panas bumi yang menyebabkan biaya eksplorasi menjadi lebih tinggi,” tambahnya.//

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Pembukaan TEI 2025
HEADLINE NEWS

TEI 2026 : Para Buyer Disediakan Zona Khusus Kopi, Teh, dan Kakao Saat Pameran

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Kementerian Perdagangan terus mematangkan persiapan Trade Expo Indonesia (TEI)...

FIFA Asean 2026
HEADLINE NEWSSport & Health

Drama Adu Penalti di SUGBK, Timnas Indonesia Resmi Rengkuh Trofi FIFA ASEAN Cup 2026

JAKARTA, Bisnistoday.co.id  – Tim Nasional (Timnas) Indonesia berhasil mencetak sejarah baru dengan...

HUT TNI
HEADLINE NEWS

Presiden Prabowo Pimpin HUT ke-81 TNI di Cilangkap: “TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat Adil dan Makmur”

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Presiden Prabowo Subianto memimpin langsung Upacara Peringatan Hari Ulang...

PELABUHAN PRIOK
HEADLINE NEWS

Surplus Dagang Meroket Tembus USD 3,6 Miliar di Agustus 2026

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Kabar baik datang dari neraca perdagangan Indonesia. Setelah sempat...