www.bisnistoday.co.id
Jumat , 6 Maret 2026
Home EKONOMI Pendapatan Premi Asuransi Tembus Rp280 Triliun
EKONOMIPerbankan & Asuransi

Pendapatan Premi Asuransi Tembus Rp280 Triliun

PREMI ASURANSI : Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pendapatan premi asuransi mencapai Rp280 Triliun lebih selama Januari -November 2022 lalu.
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – selama periode Januari hingga November 2022, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pendapatan premi asuransi menembus angka Rp280,24 Triliun. Angka ini, mengalami peningkatan sedikit diatas pencapaian pada periode yang sama tahun sebelumnya. 

“Angka tersebut tumbuh 0,44 persen dibanding periode sama pada tahun sebelumnya (year-on-year/yoy),” kata Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) OJK, Ogi Prastomiyono dalam Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Desember 2022 yang dipantau secara daring di Jakarta, Senin.

Pendapatan premi tersebut terdiri dari premi asuransi umum sebesar Rp106,91 triliun atau tumbuh 14,06 persen (yoy) dan premi asuransi jiwa senilai Rp173,33 triliun atau terkontraksi 6,45 persen (yoy).

Ogi menyebutkan kondisi permodalan di sektor asuransi terjaga dengan industri asuransi jiwa dan asuransi umum yang mencatatkan Risk Based Capital (RBC) sebesar 479,88 persen dan 324,34 persen.

Meskipun RBC dalam tren yang menurun dan RBC beberapa perusahaan asuransi dimonitor ketat, namun secara agregat RBC industri asuransi masih berada di atas threshold sebesar 120 persen.

Nilai Piutang

Di sisi lain, Ogi mengungkapkan nilai outstanding piutang pembiayaan tumbuh 12,96 persen (yoy) pada November 2022 menjadi sebesar Rp409,5 triliun, didukung pembiayaan modal kerja dan investasi yang masing-masing tumbuh sebesar 32,8 persen (yoy) dan 23,1 persen (yoy).  

Profil risiko perusahaan pembiayaan masih terjaga dengan rasio Non Performing Financing (NPF) tercatat turun menjadi sebesar 2,48 persen dari Oktober 2022 sebesar 2,54 persen, sedangkan sektor dana pensiun tercatat mengalami pertumbuhan aset sebesar 5,06 persen (yoy), dengan nilai aset mencapai Rp341,87 triliun.

“Gearing ratio perusahaan pembiayaan tercatat sebesar 2,01 kali atau jauh di bawah batas maksimum 10 kali,” tambahnya.

Sementara itu, lanjut Ogi, kinerja perusahaan teknologi finansial atau FinTech Peer to Peer (P2P) Lending pada November 2022 masih mencatatkan pertumbuhan dengan outstanding pembiayaan tumbuh sebesar 72,7 persen (yoy) dan meningkat sebesar Rp96 miliar menjadi Rp50,3 triliun.

Tingkat risiko kredit secara agregat (TWP90) FinTech P2P Lending tercatat menurun menjadi 2,83 persen dari Oktober 2022 sebesar 2,9 persen). Namun demikian, OJK mencermati tren kenaikan risiko kredit dan penurunan kinerja di beberapa FinTech P2P Lending./Ant

Arsip

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

TRADE EXPO INDONESIA 2025

SOROTAN BISNISTODAY

Beritasatu Network

Related Articles

Bank Danamon
Perbankan & Asuransi

Melalui “Ramadan Lebih Berkah”, Danamon Beri Solusi Finansial Komprehensif bagi Masyarakat

JAKARTA, Bisnistoday - PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Danamon) memperkenalkan program #RamadanLebihBerkah...

Serangan Iran
EKONOMI

Berapa Lama Israel dapat Bertahan Perang Melawan Iran?

JAKARTA-Bisnistoday: Para pengamat memprediksi perang AS-Israel melawan Iran bakal berkepanjangan. Menurut Presiden...

Pameran IIMS
Perbankan & Asuransi

IIMS Jakarta 2026 Tuntas Digelar, Danamon-Adira Finance-MUFG Perkuat Ekosistem Otomotif Nasional

JAKARTA, Bisnistoday – Ajang Indonesia International Motor Show 2026 (IIMS) Jakarta 2026 yang berlangsung...

Kapal Tanker
EKONOMIEnergi

Perang Timur Tengah, Pertamina Lakukan Mitigasi Operasional dan Perlindungan Keselamatan Pekerja

JAKARTA, Bisnistoday - Di tengah dinamika geopolitik yang berkembang di kawasan Timur...