JAKARTA, Bisnistoday- Kebijakan Bank Indonesia (BI) menurunkan tingkat suku bunga acuan atau BI Seven Days Reverse Repo Rate(BI7DRRR) sebesar 25 basis poin menjadi 3,5 persen disambut positif oleh pelaku pasar modal.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Jumat (19/2) ditutup menguat 31,62 poin atau 0,51 persen ke posisi 6.231,93. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 11,17 poin atau 1,19 persen ke posisi 951,85.
“Kebijakan BI dalam menurunkan BI 7 DRRR sebesar 25 bps dalam rangka mendukung kinerja pertumbuhan ekonomi nasional, ternyata merupakan katalis positif bagi penguatan IHSG di tengah-tengah ketidakpastian global,” kata analis Bina Artha Sekuritas, Nafan Aji di Jakarta, Jumat (19/2).
Dibuka menguat, IHSG bergerak variatif sepanjang perdagangan saham sebelum akhirnya ditutup di zona hijau.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, empat sektor terkoreksi dimana sektor teknologi paling dalam yaitu minus 1,48 persen, diikuti sektor barang konsumen non primer dan sektor energi masing-masing minus 0,96 persen dan minus 0,32 persen.
Sedangkan enam sektor meningkat dimana sektor kesehatan naik paling tinggi yaitu 2,21 persen, diikuti sektor keuangan dan sektor perindustrian masing-masing 1,01 persen dan 0,97 persen.
Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi beli saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah beli bersih asing atau “net foreign buy” sebesar Rp16 miliar.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.148.425 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 14,83 miliar lembar saham senilai Rp11,87 triliun. Sebanyak 184 saham naik, 285 saham menurun, dan 168 saham tidak bergerak nilainya.
Sementara itu, bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei melemah 218,17 poin atau 0,72 persen ke 30.017,92, indeks Hang Seng naik 49,46 poin atau 0,16 persen ke 30.644,73, dan indeks Straits Times terkoreksi 27,34 poin atau 0,94 persen ke 2.881,51.
Rupiah Terkoreksi
Sementara itu, nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada akhir pekan ini terkoreksi seiring memburuknya data ekonomi Amerika Serikat.
Rupiah ditutup melemah 40 poin atau 0,29 persen ke posisi Rp14.065 per dolar AS dari posisi penutupan hari sebelumnya Rp14.025 per dolar AS.
“Hari ini pergerakan rupiah lebih dipengaruhi oleh faktor eksternal data ekonomi AS yg memburuk sehingga meningkatkan minat terhadap asset safe haven dan menghindari aset berisiko seperti rupiah,” kata pengamat pasar uang Bank Woori Saudara Indonesia, Rully Nova.
Jumlah klaim pengangguran AS meningkat menjadi 861.000 klaim, dibandingkan dengan 848.000 klaim yang diajukan selama minggu sebelumnya.
Rully memproyeksikan rupiah selama sepekan ke depan masih akan lebih dipengaruhi oleh faktor eksternal ekspektasi pemulihan ekonomi dan inflasi di AS yang mengakibatkan volatilitas imbal hasil obligasi AS./



