www.bisnistoday.co.id
Rabu , 6 Mei 2026
Home LIFESTYLE Komunitas PERKAMI Melawat ke Malaysia untuk Menjalin Silaturahmi dan Menggali Inspirasi
Komunitas

PERKAMI Melawat ke Malaysia untuk Menjalin Silaturahmi dan Menggali Inspirasi

Social Media

KUALA LUMPUR, Bisnistoday -Pepatah Minang mengatakan “Jauah jalan banyak diliek, lamo iduik banyak diraso”.

Didasarkan pada keingintahuan serta semangat untuk bertemu dengan seorang tokoh, budayawan Minang dan menggali peluang baru untuk produk UMKM, delapan anggota Perkumpulan Rangkayo Minang Pusat (PERKAMI Pusat) melakukan perjalanan silaturahmi ke negeri Jiran, Malaysia pada 8-13 Februari 2025.

Mereka yang ikut dengan rombongan adalah Dr. Susilawati Sofyan MM selaku Ketua Umum, Farida Yanti, SE.,MM sebagai Ketua 1, Ernawati SE.Ak sebagai Sekretaris Jenderal, Prima Defitri SE.Ak sebagai Bendahara 1, Rayhans Syamsir Wakil Koord. Bidang Organisasi & Humas, Zarni Fatma Nuzwar Wakil Koord. Bidang Budaya, Pendidikan & Pelatihan, serta Sri Dassyanti Yusbar dan Meri Andriani selaku anggota.

PERKAMI Pusat, yang berdiri pada 6 Maret 2024, memiliki visi untuk melestarikan adat dan tradisi Minangkabau berlandaskan Adat bersandi Sarak, Sarak Bersandi Kitabullah (ABS-SBK) dan sistem matrilineal. Misinya mencakup penguatan peran perempuan, pelestarian budaya, serta pengembangan ekonomi dan kreativitas masyarakat Minang.

Prima Defitri yang ikut dalam rombongan itu menjelaskan perjalanan ini tidak hanya menjadi ajang bertukar pikiran, tetapi juga sarana untuk mengenali lebih dalam warisan budaya serta dinamika pasar Malaysia.

Lalu, apa yang dilakukan selama di Malaysia? Prima Defitri yang biasa dipanggil Ade itu menjelaskan tentang Petualangan Budaya dan Wisata ini.

Setibanya di Malaysia pada 8 Februari, rombongan langsung menjelajahi keindahan Colmar Tropicale dan Genting Highlands. Colmar Tropicale menawarkan pesona Eropa klasik, sementara Genting Highlands menyuguhkan suasana pegunungan yang sejuk. Kedua destinasi ini memberikan pengalaman yang sangat berbeda namun sama-sama mempesona.

“Hari berikutnya, perjalanan berlanjut ke Malaka, kota bersejarah yang menyimpan jejak kuat pengaruh budaya Melayu, Tionghoa, dan Eropa,” kata Ade.

Di sana rombongan menikmati suasana kota tua yang penuh warna serta kuliner khas, seperti Ikan Asam Pedas, yang menggugah selera.

Pada 10 Februari, siang hari, rombongan menghadiri pertemuan dengan Tan Sri Dato’ Seri Utama Dr. Rais Yatim. Beliau adalah seorang tokoh politisi Malaysia berdarah asli Minang, tepatnya dari nagari Palupuah Kabupaten Agam. Beliau juga dikenal sebagai seorang budayawan dan penulis buku tentang budaya Minang. Beliau telah menjabat dalam berbagai posisi selama karier politiknya, termasuk terakhir sebagai Menteri Besar Negeri Sembilan.

” Merupakan kehormatan bagi rombongan bisa berkesempatan bertemu langsung dengan beliau yang ramah, hangat, dan humoris serta selalu menggunakan bahasa Minang dalam percakapan. ” kata Ernawati yang juga turut dalam rombongan itu.

Perkenalan dan perbincangan berlangsung di kantor beliau di Kuala Lumpur sambil menikmati masakan Minang yang lezat dari restoran milik beliau di gedung yang sama.

Setelah itu, delegasi PERKAMI Pusat mengunjungi ikon-ikon terkenal Malaysia, seperti Dataran Merdeka, Saloma Bridge, dan Twin Tower di malam hari. Esok harinya, dimanfaatkan untuk menikmati Twin Tower di pagi hari sebelum bertolak ke Negeri Sembilan, sebuah wilayah yang memiliki keterkaitan erat dengan budaya Minang.

Di sini, rombongan mendapat kesempatan untuk memahami lebih dalam bagaimana adat dan tradisi Minang masih hidup dan berkembang di tanah seberang.

Rombongan berkesempatan mengunjungi Rumah Gadang yang dibangun oleh Tan Sri, yang dilengkapi dengan beberapa replika dari kisah Cindua Mato—sebuah buku yang telah diberikan oleh beliau kepada rombongan sehari sebelumnya.

“Kami disambut dengan hangat oleh beliau dengan permainan musik talempong yang dibawakan oleh makcik dan pakcik yang juga berdarah Minang, anggota Jaringan Masyarakat Minangkabau Malaysia (JM3) binaan beliau,” tambah Meri Andriani selalu anggota rombongan itu.

Ibu ibu rombongan ini kemudian menaiki Rumah Gadang dan melanjutkan perbincangan yang diselingi dengan pantun-pantun beliau yang menghibur. Tamu dijamu di lapau dengan hidangan khas Jelebu, yang dimasak oleh sanak saudara beliau yang ada di sana. Hidangannya meliputi goreng pisang, rendang, kalio ayam yang disantap bersama lemang ketan, serta semacam roti canai.

“Semua hidangan tersebut sangat lezat,” ungkap Meri.

Pada 12 Februari, rombongan berkesempatan bertemu dengan Ibu Aziza Rahmaniar, Atase Perdagangan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kuala Lumpur. Dalam pertemuan tersebut, rombongan mendapatkan pencerahan mengenai peluang produk UMKM khas Minang di Malaysia.

“Dapat disimpulkan bahwa produk UMKM yang masih memiliki keterbatasan dalam kapasitas produksi sebaiknya lebih fokus pada perluasan pasar lokal/domestik dengan meningkatkan kualitas produk, termasuk kemasan yang menarik dan aman,” kata Ernawati menimpali .

Jika suatu saat nanti sudah mampu memasuki pasar modern (mini market/supermarket), hal ini akan membuka peluang untuk dilirik oleh pembeli dan distributor yang kemudian dapat memasarkan produk ke luar negeri. Dari perbincangan ini, rombongan juga mendapatkan kesan bahwa regulasi pemerintah Malaysia cukup ketat dalam mengontrol pengusaha dan melindungi konsumen, dengan pengawasan terhadap kualitas produk dan kebersihan tempat usaha, termasuk toilet.

Setelah itu, Amai- amai ini melanjutkan kunjungan ke Central Market, Masjid Negara, Istana Negara, dan Bukit Bintang. Mengunjungi Central Market dan Bukit Bintang memberikan pengalaman yang menarik, karena kedua tempat ini memperlihatkan bagaimana geliat ekonomi dan dinamika pasar di Malaysia berlangsung.

Di hari terakhir, 13 Februari, rombongan menikmati waktu bebas sebelum akhirnya check-out dan kembali ke Jakarta dengan penuh inspirasi serta semangat baru untuk terus memperkuat budaya dan jaringan komunitas Minang di kancah internasional.

“Perjalanan ini tidak hanya menjadi ajang wisata, tetapi juga membuka cakrawala baru tentang hubungan budaya, ekonomi, dan peluang kerja sama yang bisa dijajaki di masa mendatang,” kata Susilawati Syofyan selalu ketua umum.

Dengan semangat kekeluargaan dan visi yang lebih luas, PERKAMI Pusat berharap dapat terus menjalin sinergi dengan berbagai pihak demi kemajuan bersama.

Sementara itu pemerhati budaya dari Himasma 3 Bukittinggi, Yurenta Anisda menilai kunjungan anggota PERKAMI ke Malaysia itu sangat positif dan bermakna sekali untuk menambah wawasan, apalagi Minangkabau memiliki hubungan erat dengan Malaysia, terutama dengan wilayah Negri Sembilan.

Pada abad ke-15, sebagian masyarakat Minangkabau bermigrasi dari Sumatra Barat ke wilayah yang sekarang menjadi Negri Sembilan di Malaysia. Migrasi ini dipengaruhi oleh faktor ekonomi, politik, dan sosial.

“Kehadiran masyarakat Minangkabau di Negri Sembilan membawa pengaruh yang kuat terhadap budaya dan adat istiadat di wilayah tersebut,” ungkap Yurenta.

Bahkan Sistem adat yang dianut di Negeri Sembilan adalah sistem adat Minangkabau yang diwarisi secara matrilineal, mirip dengan yang ada di Sumatra Barat.

“Selain itu, masyarakat Minangkabau juga membawa serta keahlian dalam bidang pertanian, perkebunan, dan kerajinan tradisional ke Negeri Sembilan. Mereka berkontribusi dalam pengembangan ekonomi dan pertanian di wilayah tersebut,” tegas Yurenta.

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

TRADE EXPO INDONESIA 2026

<?php echo adrotate_ad(13); ?>

Related Articles

Erwin Hartawan (tengah) Chief Commercial Officer CPPETINDO
Ekonomi & BisnisKomunitasLIFESTYLE

Bolt Pet Food Semakin Merambah Pasar Global

JAKARTA,Bisnistoday – Di usianya yang hampir memasuki satu dekade, produsen lokal makanan hewan peliharaan,...

Jersey Persib
KomunitasSport & Health

Persib Perkuat Hubungan RI-Prancis Melalui Diplomasi Olahraga

JAKARTA-Bisnistoday: Upaya untuk memperkuat hubungan antarnegara dapat dilakukan melalui cara apa saja....

Komunitas

The Park Pejaten Undang 50 Anak Yatim Piatu Ngabuburit dan Belanja di Mal

JAKARTA, Bisnistoday - Pusat perbelanjaan The Park Pejaten, Jakarta Selatan menggelar aksi...

Komunitas

Diorama Talentlytica, Ruang Refleksi HR di Tengah Arus Transformasi Digital

JAKARTA, Bisnistoday – Di tengah percepatan transformasi digital yang menuntut organisasi bergerak...