JAKARTA, Bisnistoday – PT TÜV Rheinland Medika Indonesia (TRMI) merupakan bagian dari TUV Rheinland Grup Jerman, membidik pasar pelayanan kesehatan di Indonesia. TRMI memandang bahwa Indonesia memiliki pasar yang besar yakni lebih dari 140 juta tenaga kerja aktif, serta dengan industri yang terus berkembang. Diperkirakan kedepan, bakal menghadapi tantangan baru dalam aspek kesehatan dan keselamatan kerja,
Satria Wira Nayoan, Managing Director of TÜV Rheinland Medika Indonesia menjelaskan perusahaannya fokus menyediakan layanan kesehatan kerja berkualitas tinggi dan terintegrasi. Baik untuk memenuhi keperluan perorangan maupun kumpulan tenaga kerja yang terdaftar di berbagai perusahaan.
“Layanan TÜV Rheinland Medika Indonesia mencakup berbagai macam aspek pemeriksaan kesehatan wajib atau medical check-up, pelatihan kesehatan bersertifikasi, hingga berbagai solusi tenaga medis yang dapat disesuaikan dengan aneka kebutuhan usaha. Dengan berbagai layanan tersebut, kami berkomitmen untuk membantu berbagai perusahaan dan pekerjanya, agar mampu memenuhi regulasi kesehatan kerja secara efisien dan efektif,” jelas Satria.
Sedangkan Markus Dohm, Business Executive Vice President People & Business Assurance di TÜV Rheinland Group mengatakan, sebagai bagian dari komitmen global kami, TÜV Rheinland berperan aktif membantu perusahaan di seluruh dunia dalam meningkatkan standar keselamatan, kesehatan, dan lingkungannya.
“Melalui layanan TÜV Rheinland Medika Indonesia, kami berusaha senantiasa mendukung keberlanjutan produktivitas tenaga kerja melalui solusi kesehatan kerja yang inovatif dan sesuai dengan praktik tata kelola terbaik berbagai industri.”
Nyoman menambahkan, perusahaannya juga hadir untuk membantu berbagai perusahaan memenuhi kewajiban regulasi kesehatan naker yang berlaku. Termasuk, Undang-Undang No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja dan Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. Per.02/MEN/1980 tentang Pemeriksaan Kesehatan Tenaga Kerja.
“Kami memahami bahwa kesehatan kerja bukan hanya sekedar memenuhi kewajiban regulasi nasional. Tapi kami berusaha melampaui standar tersebut, karena kontinuitas SDM yang sehat dan berkualitas adalah investasi penting untuk menyokong keberlanjutan usaha,” jelas Nyoman.
Penerapan Standar K3
Dalam kesempatan peluncuran tersebut, Waluyo, Koordinator Kelompok Substansi Kelembagaan Pelayanan Kesehatan Kerja, Kementerian Ketenagakerjaan, mengungkapkan bahwa berdirinya TRMI sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di Indonesia.
“Peningkatan pelayanan kesehatan bagi para pekerja adalah aspek penting dalam memastikan lingkungan kerja yang sehat dan produktif. Kehadiran TÜV Rheinland Medika Indonesia diharapkan mampu menjadi solusi yang efektif dalam menjawab kebutuhan berbagai perusahaan dalam memenuhi kewajiban kesehatan kerja, sesuai dengan regulasi yang berlaku,” ujarnya./

