www.bisnistoday.co.id
Minggu , 12 Juli 2026
Home NASIONAL & POLITIK Peta Zona Nilai Tanah Hadirkan Nilai Tanah Berkeadilan
NASIONAL & POLITIK

Peta Zona Nilai Tanah Hadirkan Nilai Tanah Berkeadilan

Ilustrasi pemetaan zona nilai tanah untuk harga tanah yang berkeadilan, di Jakarta, belum lama ini.
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Kementerian ATR/BPN mengharapkan adanya nilai tanah yang berkeadilan dan mampu mengurangi adanya peluang spekulasi harga tanah di berbagai lokasi di Indonesia. Metode pemetaan dan penyajian informasi peta Zona Nilai Tanah (ZNT) perlu dilakukan perubahan secara fundamental untuk menghasilkan informasi yang lebih rasional, akurat, dan terpercaya. 

“Kementerian ATR/BPN bagus punya inisiatif untuk membuat Zona Nilai Tanah. Saya ingin kita menghasilkan nilai tanah yang berkeadilan, dapat digunakan sebagai referensi pajak, dapat digunakan sebagai referensi untuk Kantor BPN dan juga kemudian menjadi mekanisme pasar yang wajar, dalam rangka mengontrol tanah sehingga tanah itu itu jangan terlalu banyak terjadi spekulasi,” ujar Menteri ATR/Kepala BPN, Sofyan A. Djalil Focus Group Discussion (FGD) Eksternal pada Kamis (1/7).

Baca juga : Butuh Integrasi Sistem Informasi Pertanahan Berbasis Nilai Pasar

Dalam kesempatan yang sama, Plt. Direktur Jenderal Pengadaan Tanah dan Pengembangan Pertanahan, Himawan Arief Sugoto mengatakan, indikator ekonomi pertanahan yang sehat antara lain inklusi civitas akses ekonomi formal berbasis aset tanah bagi seluruh lapisan masyarakat. Hal ini akan meminimalkan kesenjangan ekonomi yang dapat diarahkan menuju kesejahteraan sosial. Selain itu, penentuan nilai pajak pertanahan yang adil dan transparan sehingga pasar tanah akan tumbuh secara sehat.

“Penentuan nilai kredit berbasis hak tanggungan secara lebih mudah, lebih murah dan lebih transparan baik bagi kreditur maupun bagi debitur juga menjadi indikator pertanahan yang sehat, serta penentuan arah kebijakan fiskal yang berbasis data pertanahan dan kapitalisasi infrastruktur di atas tanah secara terukur,” terangnya.

Baca juga : Kementerian ATR/BPN Rangkul Pemangku Kepentingan Dalam Penyelesaian Permasalahan Pertanahan

Himawan Arief Sugoto yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian ATR/BPN menuturkan, Ditjen Pengadaan Tanah dan Pengembangan Pertanahan tengah menyiapkan cara mudah untuk mendapatkan sebanyak mungkin data transaksi tanah. Hal ini memerlukan kerja sama antara pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan yang nantinya akan menggunakan basis data itu.

“Yang pertama tetapi bukan berarti orang harus menggunakan basis data itu, itu sesuai high and demand, kalau ada kebutuhan tinggi ya otomatis orang akan tawar menawar dengan harga yang lebih tinggi, mau membeli dengan harga tinggi itu yang mungkin terjadi. 

Tetapi, tambah Arief Sugoto, basis kebijakan fiskal, kebijakan untuk masalah pembangunan menggunakan basis data yang dikeluarkan resmi oleh pemerintah. “Mari untuk itu dalam FGD ini kita diskusikan bagaimana membangun basis data nilai tanah yang baik demi ketertiban dan kepentingan pembangunan ekonomi di Indonesia,” tuturnya./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Wamen ATR/BPN
NasionalNASIONAL & POLITIK

Wamen ATR/Waka BPN: Pertanahan Berperan Strategis dalam Mendukung Asta Cita Presiden

JAKARTA, Bisnistoday  - Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan...

Bahlil Sentil Menteri Perumahan maruara sirait prabowo hipmi
NasionalNASIONAL & POLITIK

Canda Bahlil Colek Kinerja Perumahan di Depan Prabowo

LAMPUNG, BisnisToday - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI Bahlil...

Fahri Hamzah Dorong Reformasi Total Sektor Perumahan Nasional_Baku Menjadi Alarm Dunia
NasionalNASIONAL & POLITIK

Fahri Hamzah Dorong Reformasi Total Sektor Perumahan Nasional

Jakarta, BisnisToday - Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman RI, Fahri Hamzah,...

LingkunganNASIONAL & POLITIK

BRI Life Gelar Pelepasan Tukik, Dukung Konservasi Penyu di Pantai Kuta Bali

direktur elain penyeraghaJAKARTA, Bisnistoday - PT Asuransi BRI Life (BRI Life) melakukan...