JAKARTA, Bisnistoday- Presiden Joko Widodo memerintahkah untuk melakukan antisipasi terhadap musim kemarau panjang yang akan terjadi pada 2020. Hal tersebut terungkap dalam rapat terbatas yang membicarakan mengenai antisipasi dampak kekeringan terhadap ketersediaan bahan pokok.
Saya sudah menyinggung beberapa kali mengenai peringatan dari FAO (Food and Agriculture Organization) mengenai krisis pangan dunia. Oleh sebab itu, urusan yang berkaitan dengan musim kemarau betul-betul harus kita hitung benar-benar.
Presiden Jokowi
“Saya sudah menyinggung beberapa kali mengenai peringatan dari FAO (Food and Agriculture Organization) mengenai krisis pangan dunia. Oleh sebab itu, urusan yang berkaitan dengan musim kemarau betul-betul harus kita hitung benar-benar,” ungkap Presiden Jokowi, dalam rapat terbatas di Jakarta, Selasa (4/5).
Menurut Jokowi, berdasarkan prediksi dari BMKG, seluas 30 persen wilayah-wilayah yang masuk zona musim ke depan akan mengalami kemarau yang lebih kering dari biasanya. Oleh sebab itu, antisipasi (dan) mitigasi harus betul-betul disiapkan sehingga ketersediaan dan stabilitas harga bahan pangan tidak terganggu.
Presiden menekankan, pertama, ketersediaan air di daerah sentra-sentra produksi pertanian, ini merupakan kunci. Oleh sebab itu, ini harus disiapkan dari sekarang, mulai dari penyimpanan air hujan, kemudian memenuhi danau, waduk, embung, kolam retensi, dan penyimpanan air buatan lainnya, itu penting.
Percepat Musim Tanam
Yang kedua, lanjut Jokowi, percepatan musim tanam. Ini kita harus manfaatkan curah hujan yang masih ada saat ini. Harus dipastikan bahwa petani tetap berproduksi, harus tetap bertanam dengan menerapkan protokol kesehatan. Oleh sebab itu, ketersediaan sarana-sarana produksi pertanian, baik yang berkaitan dengan bibit, pupuk harus betul-betul ada dan harganya terjangkau.
“Kemudian kemarin juga sudah dibicarakan mengenai stimulus ekonomi untuk petani, ini agar nanti juga dipertajam lagi,” paparnya.
Yang ketiga, tambahnya, mengenai pengelolaan manajemen stok untuk kebutuhan pokok, untuk bahan-bahan pokok hitung-hitungannya betul-betul harus detail. Bulog tetap harus membeli gabah dari petani sehingga harga di petani menjadi lebih baik. setkab/




