www.bisnistoday.co.id
Minggu , 6 September 2026
Home EKONOMI Proyek Transaksi Tol Nirsentuh Mesti Diaudit
EKONOMISektor Riil

Proyek Transaksi Tol Nirsentuh Mesti Diaudit

JALAN TOL : Tampak konstruksi Tol Bali Mandara , di Bali, baru-baru ini.
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Kementerian PUPR diminta melakukan audit ulang melalui lembaga independent terkait investasi PT Roatex Indonesia Toll System (RITS) sehubungan modal yang telah digelontorkan untuk proyek MLFF (multi line free flow) atau transasksi nirsentuh jalan tol. Pasalnya, PT RITS akan menagihkan pembayaran investasi yang telah dikeluar sekitar Rp1,2 triliun dari total Rp 4,5 triliun usai launching pelaksanaan program diluncurkan.

“Hati-hati ini, jangan sampai pemerintah bayar ke vendor dengan cara yang tidak benar. Harus diaudit lebih detail dahulu, sebelum dibayar. Ini penting, jangan gegabah,” cetus Direktur Eksekutif CBC (Centre for Budget Analysis), Uchok Sky Khadafi kepada Binsistoday di Jakarta, Kamis (14/7).

Seperti diketahui, bahwa PT RITS sebagai pemborong proyek MLFF ini, berupaya untuk me-launching penerapan transaksi tol nirsentuh di Tol Bali Mandara pada Juni 2023. Namun, pelaksanaan tidak berjalan mulus, karena sistem tol yang digunakan tidak mampu medeteksi transaksi sepenuhnya atau sekitar 70-80 persen. Belum lagi, masih ada keraguan dalam pelaksanaan spek sarana tranasksi tol nirsentuh ini.

Uchok kembali  menegaskan, prinsip kehati-hatian sangat penting, karena ini menyangkut uang rakyat. Apabila dikalkulasikan proyeknya sebesar Rp4,5 Triliun berarti cukup material. “Ya saya pikir, KPK atau Kejaksaan harus dilibatkan, BPKP juga, sehingga benar-benar yakin, investasi RITS ini, dibayarkan sesuai azas kehati-hatian.”

Sementara, molornya pelaksanaan ujicoba ditengarai adanya persoalan internal PT RITS. Untuk itu, Anggota Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) meminta manajemen RITS bisa menyelesaikan persoalan internalnya. Dengan begitu, pelaksanaan program pemerintah yakni transaksi non tunai nirsentuh dapat segera berjalan.

“Ada masalah internal antara Roatex dan wakilnya di Indonesia. Kita, sebagai wakil pemerintah ingin urusan internal tersebut diberesin dulu. Kalau ada masalah di kemudian hari, masyarakat tetap melihatnya ke BPJT/PUPR/Pemerintah,” ungkap Sony Wibowo, Anggota BPJT./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Tiga Tantangan Koperasi Tembus Pasar Global

JAKARTA, Bisnistoday — Kementerian Koperasi (Kemenkop)  mengindentifikasi tiga tantangan yang menyebabkan koperasi masih...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Kemenkop Siapkan Mesin Pascaproduksi bagi KDKMP Pada 2027

LAMPUNG, Bisnistoday – Kementerian Koperasi (Kemenkop) akan menyiapkan alat-alat mesin-mesin pascaproduksi untuk...

Aldy Amir
EKONOMI

Aldy Amir Terpilih Secara Aklamasi Sebagai Ketua SP SKK Migas Periode 2026–2028

JAKARTA, Bisnistoday – Serikat Pekerja Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu...

Circular Economy Forum (CEF) 2026. (Dok:IBCSD)
EKONOMI

CEF 2026 Perkuat Kolaborasi untuk Akselerasi Ekonomi Sirkular dan Industri Hijau

JAKARTA, Bisnistoday– Transisi menuju ekonomi sirkular di Indonesia menjadi semakin penting di...