www.bisnistoday.co.id
Saturday , 28 January 2023
Home BURSA & KORPORASI Bursa Rupiah Menguat Seiring Meredanya Kenaikan Suku Bunga oleh The Fed
BursaBURSA & KORPORASI

Rupiah Menguat Seiring Meredanya Kenaikan Suku Bunga oleh The Fed

Rupiah Menguat Seiring Meredanya Kenaikan Suku Bunga oleh The Fed

RUPIAH MENGUAT: Kurs rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa (24/01) ditutup menguat
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa (24/01) ditutupmenguat 188 poin ke posisi Rp14.888 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan hari sebelumnya yang berada di posisi Rp15.075 per dolar AS.

Penguatan kurs rupiah seiring dengan ekspektasi pelaku pasar akan meredanya kanaikan suku bunga oleh bank sentral Amerika Serikar (AS), The Fed,

Analis Pasar Uang Bank Mandiri, Reny Eka Putri seperti dikutif Antara mengatakan, meskipun the Fed masih akan menaikkan tingkat suku bunga acuannya pada tahun ini, namun pasar melihat kebijakan tersebut tidak lagi seagresif pada tahun 2022 dan sudah cenderung priced in.

Ia mengatakan dalam pernyataan the Fed terakhir pada Desember 2022, bank sentral AS itu akan menaikkan suku bunga acuannya sampai ke level 5,25 persen pada tahun ini. Namun, konsensus pasar melihat The Fed hanya akan menaikkan sebesar 25 basis poin (bps) pada pertemuan Februari 2023.

Penguatan rupiah terjadi seiring dengan menurunnya tekanan eksternal. Indeks dolar AS yang terus menurun mendekati level 100 yang mengindikasikan pelemahan dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama (major currencies) juga membuka peluang penguatan pada mata uang rupiah.

Faktor lain yang mendukung penguatan rupiah adalah membaiknya data-data ekonomi domestik, arus modal masuk (capital inflow) yang mulai terjadi, serta kepercayaan investor yang meningkat. Itu terefleksi juga dengan rupiah yang kembali menguat ke bawah level 15.000 terhadap dolar AS dalam sesi perdagangan di Januari 2023.

Membaiknya data-data ekonomi domestik ditunjukkan antara lain oleh peningkatan cadangan devisa, dan surplus neraca perdagangan yang masih berlanjut, yang mana surplus mencapai 3,89 miliar dolar AS pada Desember 2022.

Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Desember 2022 mencapai 137,2 miliar dolar AS, meningkat dibandingkan dengan posisi pada akhir November 2022 sebesar 134 miliar dolar AS.

Rupiah pada pagi hari dibuka meningkat ke posisi Rp15.035 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp14.884 per dolar AS hingga Rp15.040 per dolar AS.

Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Selasa menguat ke posisi Rp14.930 per dolar AS dibandingkan posisi sebelumnya Rp15.121 per dolar AS pada Jumat (20/1)./

Archives

Bisnistoday - Inspire Your Business

Pertamina is The Energy

Semangat Bangkit

PT Waskita Karya Tbk

Terserah Kamu

Sorotan Bisnistoday

Bisnistoday - Inspire Your Business

Jasa Marga Raih Emiten Terbaik Dalam Ajang Bisnis Indonesia Award 2022

Related Articles

BURSA & KORPORASIKorporasi

Inilah Skema Baru Kredit Perumahan Usulan BTN

JAKARTA, Bisnistoday- Manajemen PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) mengusulkan enam skema...

BursaBURSA & KORPORASI

Kurs Rupiah Kian Melemah

JAKARTA, Bisnistoday- Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada...

BursaBURSA & KORPORASI

Naiknya Saham Properti Dorong Penguatan IHSG

JAKARTA, Bisnistoday- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan akhir pekan, Jumat...

BURSA & KORPORASIKorporasi

WSBP Pasok Beton Proyek Jalan Tol Bocimi

JAKARTA, Bisnistoday - PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) segera merampungkan suplai...