JAKARTA, Bisnistoday- Surplus neraca perdagangan Indonesia pada Agustus 2022 sebesar 5,76 miliar dolar AS disambut positif pelaku pasar uang. Kurs rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis (15/9) ditutup menguat 10 poin atau 0,07 persen ke posisi Rp14.898 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.908 per dolar AS.
Surplus neraca perdagangan pada Agustus 2022 ditopang oleh surplus neraca komoditas nonmigas. Adapun neraca perdagangan non-migas tercatat surplus 7,74 miliar dolar AS dengan komoditas penyumbang surplus utama yaitu bahan bakar mineral, besi dan baja, lemak dan minyak hewan nabati.
Sedangkan neraca perdagangan migas tercatat mengalami defisit 1,98 miliar dolar AS dengan komoditas utama penyumbang defisit yaitu minyak mentah, hasil minyak, serta gas.
Analis DCFX Futures, Lukman Leong mengatakan, penguatan kurs rupiah terbantu oleh data ekonomi yang solid, yang kali ini adalah neraca perdagangan Indonesia yang mencatatkan surplus 28 bulan berturut-turut.
“Pelaku pasar juga menantikan pertemuan untuk kebijakan Bank Indonesia minggu depan, dan ada kemungkinan untuk BI kembali menaikkan suku bunga,” ujar Lukman.
Sementara itu dari eksternal, lanjut Lukman, indeks dolar AS hari ini menguat tipis dan cenderung dalam konsolidasi.
“Penguatan dolar AS pasca data inflasi AS kelihatannya sudah priced-in dan pasar mengantisipasi pertemuan FOMC minggu depan untuk petunjuk baru akan sikap The Fed dalam kebijakan kenaikan suku bunga,” kata Lukman.
Rupiah pada pagi hari dibuka melemah ke posisi Rp14.910 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp14.877 per dolar AS hingga Rp14.911 per dolar AS.
Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Kamis menguat ke posisi Rp14.899 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp14.923 per dolar AS./









































