www.bisnistoday.co.id
Sabtu , 9 Mei 2026
Home BURSA & KORPORASI Bursa Tren “Bullish” Masih Terjaga, Diperkirakan IHSG Masih Konsolidasi
Bursa

Tren “Bullish” Masih Terjaga, Diperkirakan IHSG Masih Konsolidasi

GEDUNG BEI
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Diperkirakan tren bullih Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih tetap terjadi, kendati pada perdagangan awal pekan ini, diramalkan masih konsolidasi. Pada perdagangan Jumat (15/8) kemarin, merupakan hari istimewa adanya Pidato Presiden dalam RAPBN 2026, IHSG sempat menyentuh 8.017,2 dan walau akhirnya ditutup melemah 0,4% menjadi 7.898,4.

Tasrul Tanar, Analis PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia berpendapat, secara teknikal, bahwa tren bullish IHSG terjaga, risiko konsolidasi menguat. IHSG masih menunjukkan tren bullish jangka pendek dengan penutupan di level 7,898.38, ditopang oleh slope kuat sebesar 30.41.

Struktur harga bergerak stabil di dalam channel naik, dengan posisi candle tetap berada di atas garis tren 7,859.00. Selama indeks tidak menembus support tersebut, kecenderungan penguatan tetap terjaga, dengan target terdekat pada resistance 7,979.30 hingga 8,020.66.

Dari sisi momentum, MACD 174.38 masih berada di atas garis signal 150.61, mengonfirmasi tren naik meski histogram menandakan momentum mulai melemah. MFI di 99.69 dan RSI mendekati 69.05 menunjukkan kondisi overbought, sementara W%R di -74.48 masih berada di zona netral-lemah sehingga memberi ruang koreksi.

Sementara, CMO di 38.10 memperlihatkan tren kenaikan masih dominan, namun ruang penguatan terbatas tanpa adanya katalis baru. Volume perdagangan tercatat 467,959,234, hampir dua kali lipat rata-rata harian 247,398,028, mengindikasikan partisipasi kuat namun juga potensi distribusi di area puncak.

“Dengan risk-reward yang seimbang, skenario jangka pendek cenderung konsolidasi di kisaran 7,860–8,020. Penembusan ke atas 8,020 akan membuka ruang ke 8,100, sedangkan penurunan di bawah 7,890 berisiko membawa indeks menguji critical level di 7,840.”

Aksi “Profit Taking”

Semetnara, Rully Arya Wisnubroto, Analis Senior PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menambahkan, pada perdagangan akhir pekan kemairn, IHSG mengalami volatilitas yang tinggi pada perdagangan di hari Jumat, 15 Agustus 2025 yang bertepatan dengan pidato Nota Keuangan dan RAPBN 2026.

Rully mengutarakan, IHSG sempat mencapai 8.017,2 namun ditutup melemah 0,4% menjadi 7.898,4. Saham-saham yang memicu pelemahan di hari Jumat lalu yaitu BREN, TLKM, dan BBCA, yang masing-masing turun 5,2%, 3,2%, dan 0,9%. Investor asing pada hari Jumat masih tetap mencatatkan foreign inflows sebesar IDR1,3 triliun. Kenaikan IHSG yang sempat menembus 8.000 memicu investor untuk melakukan profit taking./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

TRADE EXPO INDONESIA 2026

<?php echo adrotate_ad(13); ?>

Related Articles

GEDUNG BEI
BursaHEADLINE NEWS

PDB Lampaui Ekspektasi, Mirae Asset Prediksi Rupiah Jadi Kunci Arah IHSG

JAKARTA, Bisnistoday – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai pasar keuangan domestik...

GEDUNG BEI
Bursa

Pasar Masih Dinamis, Tunggu Kebijakan Moneter Yang Meyakinkan

JAKARTA, Bisnistoday – Aset berisiko Indonesia kembali berada dibawah tekanan. IHSG pada...

Gedung BEI
BursaHEADLINE NEWS

Mirae Asset Sekuritas: Reformasi Pasar Modal Jadi Penentu di Tengah Tekanan MSCI

JAKARTA, Bisnistoday - Pasar modal Indonesia kembali menghadapi tekanan setelah Morgan Stanley...

BursaBURSA & KORPORASIHEADLINE NEWS

Astra Tebar Deviden Fantastis Rp15,6 Triliun, Pemegang Saham Perseoran Raup Rp292 Per Saham

JAKARTA, Bisnistoday - PT Astra International Tbk  (Astra) berhasil mencetak laba bersih...