www.bisnistoday.co.id
Senin , 9 Februari 2026
Home BURSA & KORPORASI Bursa Tren “Bullish” Masih Terjaga, Diperkirakan IHSG Masih Konsolidasi
Bursa

Tren “Bullish” Masih Terjaga, Diperkirakan IHSG Masih Konsolidasi

GEDUNG BEI
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Diperkirakan tren bullih Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih tetap terjadi, kendati pada perdagangan awal pekan ini, diramalkan masih konsolidasi. Pada perdagangan Jumat (15/8) kemarin, merupakan hari istimewa adanya Pidato Presiden dalam RAPBN 2026, IHSG sempat menyentuh 8.017,2 dan walau akhirnya ditutup melemah 0,4% menjadi 7.898,4.

Tasrul Tanar, Analis PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia berpendapat, secara teknikal, bahwa tren bullish IHSG terjaga, risiko konsolidasi menguat. IHSG masih menunjukkan tren bullish jangka pendek dengan penutupan di level 7,898.38, ditopang oleh slope kuat sebesar 30.41.

Struktur harga bergerak stabil di dalam channel naik, dengan posisi candle tetap berada di atas garis tren 7,859.00. Selama indeks tidak menembus support tersebut, kecenderungan penguatan tetap terjaga, dengan target terdekat pada resistance 7,979.30 hingga 8,020.66.

Dari sisi momentum, MACD 174.38 masih berada di atas garis signal 150.61, mengonfirmasi tren naik meski histogram menandakan momentum mulai melemah. MFI di 99.69 dan RSI mendekati 69.05 menunjukkan kondisi overbought, sementara W%R di -74.48 masih berada di zona netral-lemah sehingga memberi ruang koreksi.

Sementara, CMO di 38.10 memperlihatkan tren kenaikan masih dominan, namun ruang penguatan terbatas tanpa adanya katalis baru. Volume perdagangan tercatat 467,959,234, hampir dua kali lipat rata-rata harian 247,398,028, mengindikasikan partisipasi kuat namun juga potensi distribusi di area puncak.

“Dengan risk-reward yang seimbang, skenario jangka pendek cenderung konsolidasi di kisaran 7,860–8,020. Penembusan ke atas 8,020 akan membuka ruang ke 8,100, sedangkan penurunan di bawah 7,890 berisiko membawa indeks menguji critical level di 7,840.”

Aksi “Profit Taking”

Semetnara, Rully Arya Wisnubroto, Analis Senior PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menambahkan, pada perdagangan akhir pekan kemairn, IHSG mengalami volatilitas yang tinggi pada perdagangan di hari Jumat, 15 Agustus 2025 yang bertepatan dengan pidato Nota Keuangan dan RAPBN 2026.

Rully mengutarakan, IHSG sempat mencapai 8.017,2 namun ditutup melemah 0,4% menjadi 7.898,4. Saham-saham yang memicu pelemahan di hari Jumat lalu yaitu BREN, TLKM, dan BBCA, yang masing-masing turun 5,2%, 3,2%, dan 0,9%. Investor asing pada hari Jumat masih tetap mencatatkan foreign inflows sebesar IDR1,3 triliun. Kenaikan IHSG yang sempat menembus 8.000 memicu investor untuk melakukan profit taking./

Arsip

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

TRADE EXPO INDONESIA 2025

SOROTAN BISNISTODAY

Beritasatu Network

Related Articles

Trading Saham
Bursa

Swing Trading Bagi Investor Pemula, Memahami Strategi Transaksi Saham

JAKARTA, Bisnistoday - Dalam rangka mendukung peningkatan literasi dan inklusi pasar modal...

GEDUNG BEI
Bursa

BEI Perkuat Transparansi Pasar, Kepemilikan Saham Dibuka Mulai 1 % dan Free Float Naik Jadi 15%

JAKARTA Bisnistoday – Otoritas pasar modal Indonesia bersiap memasuki fase baru reformasi...

Dirut BEI
Bursa

Jeffrey Hendrik, Dirut Baru BEI di Tengah Gejolak Pasar Modal

JAKARTA, Bisnistoday - Bursa Efek Indonesia (BEI) kini dipimpin oleh Jeffrey Hendrik...

DIrut BEI
Bursa

Dirut BEI Iman Rachman Mengundurkan Diri di Tengah Badai Menerpa Pasar Modal

JAKARTA, Bisnistoday – Secara berturut-turut Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpuruk, Dirut...