www.bisnistoday.co.id
Jumat , 17 April 2026
Home NASIONAL & POLITIK Humaniora Wujudkan Pembelajaran Dalam Suasana Industri
Humaniora

Wujudkan Pembelajaran Dalam Suasana Industri

KEMENDIKBUDRISTEK Hadirkan Pembelajaran Bersuasana Industri.
Social Media

SURAKARTA, Bisnistoday – Teaching Factory (TeFa) menjadi pendorong di bidang vokasi di mana standar dan prosedur pembelajaran di sekolah menyerupai suasana di industri. Dengan TeFa, mulai dari SMK, perguruan tinggi vokasi (PTV), dan Lembaga Kursus Pelatihan (LKP) tidak hanya memberi pelajaran dalam bentuk teori dan praktik, tapi juga praktik dengan prosedur dan standar industri.

Direktur Kursus dan Pelatihan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Wartanto, menekankan bahwa dengan TeFA lulusan pendidikan vokasi didorong untuk menghasilkan produk/jasa yang terhilirisasi ke masyarakat maupun dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja (DUDIKA).

Lulusan TeFa, juga dituntut kompeten sesuai dengan kebutuhan DUDIKA sehingga dapat terserap untuk bekerja maupun berwirausaha. Lulusan yang berhasil di bidangnya nanti diharapkan dapat berkontribusi kembali untuk pendidikan vokasi guna memperkaya kompetensi calon lulusan.

“Lulusan bukan hanya sudah belajar apa, tapi sudah bisa apa karena kunci menuju TeFa go global adalah lulusan yang kompeten bersertifikasi, produk TeFa yang terstandar, pemanfaatan teknologi informasi, adanya jejaring yang kuat dengan DUDIKA, serta tekad untuk terus berinovasi,” ucap Wartanto dalam Forum Sinergi dan Kolaborasi Stakeholders untuk Mendorong Akselerasi Transformasi UMKM sebagai salah satu kegiatan peringatan Hari Nasional UMKM tahun 2023, di Pamedan Mangkunegaran, Kota Surakarta, Kamis (10/8).

Pembelajaran TeFa yang mengacu pada standar dan prosedur yang berlaku di industri, baik jasa maupun produksi, dilaksanakan dalam suasana seperti yang terjadi di industri. Oleh karena itu, dalam pelaksanaannya menuntut keterlibatan mutlak pihak industri sebagai pihak yang relevan menilai kualitas hasil pendidikan di satuan pendidikan.

Selain itu, TeFa juga harus melibatkan pemerintah daerah (Pemda) baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, orang tua dan masyarakat dalam perencanaan, regulasi maupun implementasinya.

“Dalam mengimplementasikan TeFa dibutuhkan manajer dan manajemen sekolah yang baik, pendidik dan tenaga kependidikan yang berjiwa entrepreneurship, adanya peluang produksi baik barang maupun jasa, adanya kerja sama dengan DUDIKA, dukungan/bantuan pemangku kepentingan, mekanisme pemasaran yang baik, serta inovasi tiada henti,” jelas Wartanto.

Sistem pemadanan dana atau  (matching fund)  yang dilakukan untuk memacu satuan pendidikan dalam menjalankan TeFa mencakup dukungan dari industri, usaha, BUMN, pemerintah daerah yang meliputi bantuan berupa uang sebagai modal, bantuan gedung dan alat, bantuan penguatan SDM dalam memasuki pasar, serta bantuan penelitian/inovasi.

“Kesepakatan dari para pihak terkait dalam berbagi peran, akan membantu satuan pendidikan menerapkan pembelajaran berbasis TeFa secara lebih cepat,” tutur Wartanto.

Berikut lima peran padanan dana yaitu 1) mendukung perubahan kualitas proses dan produk TeFa, 2) memperkuat semangat dan kesungguhan satuan pendidikan dalam pengelolaan TeFa, 3) memperkuat kualitas lulusan yang sesuai dengan kebutuhan DUDIKA dan berdaya saing global, 4) memperkuat jaringan nasional dan internaisonal dalam pemasaran produk dan penempatan lulusan, 5) melahirkan talenta-talenta baru yang dapat membentuk wirausaha baru.

Adapun praktik baik pemadanan dana yaitu bantuan SMK PK antara Direktorat SMK dengan Industri, Matching Fund Penelitian dari Direktorat Akademik Pendidikan Tinggi Vokasi dengan Industri di Politeknik serta sharing pendanaan antara Direktorat Kursus dan Pelatihan dengan Pemda di LKP./

Arsip

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

TRADE EXPO INDONESIA 2025

SOROTAN BISNISTODAY

Beritasatu Network

Related Articles

Rapat Koordinasi Tindak Lanjut Implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak
Humaniora

Kemenko Polkam Dorong Kolaborasi Lintas Sektor dalam Implementasi Perlindungan Anak 

JAKARTA , Bisnistoday - Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam)...

Bunga Sakura (dok:Unsplash/Yu Kato)
HumanioraLingkungan

Prof Yasuyuki Aono, Sakura, dan Jejak Perubahan Iklim

JAKARTA, Bisnistoday - Di Jepang ada seorang pria yang tekun meneliti tanaman....

Gedung Rektorat UI (dok:Bisnistoday/adi)
HukumHumaniora

ILUNI FIB UI Minta Pengusutan Kasus Dugaan Kekerasan Seksual di FHUI Adil dan Transparan

JAKARTA, Bisnistoday –  Ikatan Alumni Universitas Indonesia Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (ILUNI...

Rakor DPR RI
Humaniora

Penerimaan Mahasiswa Baru PTN Secara “Brutal” Makin Disorot

JAKARTA, Bisnistoday – Pemerintah dinilai sudah waktunya untuk mengendalikan penerimaan mahasiswa baru...