JAKARTA, BisnisToday — Boy group Korea Selatan XODIAC resmi merilis single album keempat bertajuk “Alibi” pada 11 November 2025 pukul 18.00 KST. Perilisan ini menandai kembalinya grup tersebut ke pasar musik dengan konsep yang lebih terarah dan pengemasan visual yang diperbarui. Dari sisi promosi, agensi merilis rangkaian teaser yang menonjolkan elemen estetika gelap namun tetap mudah diterima pasar global.
Pada penampilan panggung perdananya, XODIAC menghadirkan konsep elegan dengan detail produksi yang tertata rapi. Zayyan, anggota asal Indonesia, kembali menjadi sorotan karena perubahan gaya rambut pirangnya yang dianggap memperkuat karakter visualnya. Kehadirannya turut memberikan nilai tambah karena kontribusi representasi talenta Indonesia di industri K-pop.
Secara musikal, “Alibi” mengusung gaya pop elektronik dengan aransemen yang lebih matang dibandingkan rilisan sebelumnya. Struktur lagu dibuat lebih padat dengan penekanan pada beat yang stabil serta penggunaan elemen sintetis yang menonjol. Hal ini menunjukkan arah produksi XODIAC yang semakin fokus pada identitas musik mereka.
Dari sisi penampilan, koreografi energik berpadu dengan tata panggung berbasis visual modern. Penggunaan pencahayaan dan elemen teknologi mendukung tema utama lagu sehingga menciptakan kesan panggung yang konsisten dan berkarakter. Beberapa analis musik menilai pendekatan ini menjadi langkah strategis XODIAC untuk bersaing di pasar internasional.
Respons positif dari publik terlihat sejak video musik dirilis. Tagar terkait comeback XODIAC dan nama Zayyan masuk dalam daftar tren di berbagai platform digital. Banyak penonton menyoroti stabilitas vokal grup serta peningkatan performa panggung yang dianggap sebagai perkembangan signifikan dalam karier mereka.
Dengan momentum ini, XODIAC diperkirakan akan memperluas jangkauan promosi ke lebih banyak negara, termasuk Indonesia sebagai salah satu pasar terbesar mereka. Kehadiran Zayyan menjadi faktor penting dalam memperkuat basis pendengar regional, sekaligus membuka peluang kolaborasi dan proyek promosi di Asia Tenggara. (E2-Reza Ferdian)




