DEPOK, Bisnistoday- PT Translingkar Kita Jaya menargetkan pembangunan jalan tol Cinere-Jagorawi Seksi III (Kukusan -Cinere) rampung pada akhir tahun 2022 dan diharapkan dapat beroperasi pada tahun 2023 mendatang. Jalan tol Cinere-Jarorawi nantinya akan tersambung dengan jalan tol Depok-Antasari di Cinere.
Direktur Utama PT. Translingkar Kita Jaya, Hilman Muchsin mengatakan, pembangunan konstruksi jalan tol ditargetkan selesai dalam jangka waktu 1,5 tahun. “Target konstruksi selesai pada akhir Tahun 2022 sehingga dapat beroperasi pada awal 2023,” ungkap Hilman melalui keterangan persnya Kementerian PUPR di Depok, Jumat (28/5).
Melalui Pelelangan Terbatas, lanjut Hilman, LMA-PPRE KSO ditetapkan sebagai kontraktor pelaksana pembangunan Jalan Tol Cinere – Jagorawi Seksi 3 dan PT. Multi Phi Beta ditetapkan sebagai konsultan pengawas.
Baca juga : Jalan Tol Akses Patimban Ditawarkan ke Swasta
Ia menerangkan, Jalan Tol Cijago membentang sepanjang 14,7 km terdiri III (tiga) Seksi. Seksi 1 menghubungkan Jagorawi-Jalan Raya Bogor sepanjang 3,7 km telah beroperasi Januari 2012. Sedangkan Seksi 2 menghubungkan Jalan Raya Bogor – Kukusan sepanjang 5,5 kilometer telah beroperasi September 2019 lalu.
Selanjutnya, Seksi 3 Kukusan – Cinere sepanjang 5,44 km (Ruas Cinere – Limo) ditargetkan akan beroperasi pada Februari 2022 dan untuk Ruas Kukusan – Limo pada Juni 2022. Saat ini progres pembebasan lahan telah mencapai 70,16 %. Adapun biaya investasi sebesar Rp. 3,2 triliun dan biaya konstruksi sebesar Rp. 1,2 triliun.
Jalan Tol Cijago merupakan bagian dari Jalan Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) II terdiri atas ruas Cengkareng – Kunciran sepanjang 15,2 km, Kunciran – Serpong sepanjang 11,2 Km, Serpong – Cinere sepanjang 10,1 km, Cinere – Jagorawi sepanjang 14,6 km, Cimanggis- Cibitung sepanjang 25,4 km, Cibitung – Cilincing sepanjang 33,9 km, dan Akses Tanjung Priok sepanjang 12,1 km.
Penyelesaian konstruksi Tol Cijago Seksi III akan meningkatkan konektivitas Tol JORR II yang berdampak positif mengurangi kemacetan di pusat Kota Depok, memperlancar mobilitas warga dan mengurangi kemacetan di ruas tol lain.

Tingkatkan Konektifitas
Menteri PUPR, Basuki Hadimoeljono, saat acara dimulainya konstruksi Cijago Seksi III, Kukusan-Cinere di Depok mengatakan, prasarana jalan tol ini untuk mendorong peningkatan volume distribusi barang dan jasa di kawasan Jakarta – Bogor – Depok – Tangerang – Bekasi (Jabodetabek).
“Artinya sudah hampir 10 tahun, bukan berarti kita lambat akan tetapi pembangunan diperkotaan tantangannya lebih banyak dan lebih besar terutama masalah pembebasan tanah. Kalau masalah pembebasan tanah cepat pembangunan infrastrukturnya akan jauh lebih cepat,” ungkap Menteri Basuki menambahkan, Tol Cijago untuk Seksi 1 telah beroperasi tahun 2012 dan Seksi 2 telah beroperasi 2019.
Baca juga : Tol Cibitung – Cilincing Beroperasi Akhir 2021
Dimulainya pembangunan jalan tol ini ditandai dengan penekanan tombol sirine oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono bersama Direktur Utama PT. Trans Lingkar Kita Jaya Hilman Muchsin dan Walikota Depok Mohammad Idris di Area Gerbang Tol Kukusan, Jumat (28/5)
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam sambutannya mengatakan, “Kita sudah merasakan dampak positif dari pembangunan jalan tol, misalnya di sepanjang Jalan Tol Trans Jawa sekarang ini sudah berkembang kawasan kawasan industri baru seperti di Brebes, Batang dan Ngawi.”
“Kemudian di setiap exit Tol Trans Sumatera antara Bakauheni dan Palembang, terdapat bebeapa kegiatan ekonomi yang semakin berkembang. Data menunjukan adanya tagihan PLN mengalami kenaikan, artinya ada kegiatan ekonomi yang meningkat,” terangnya.
Ekonomi Wilayah
Walikota Depok Mohammad Idris megatakan, “Dibangunnya Tol Cijago Seksi 3 sangat membantu pergerakan mobilitas warga karena 60 % warga depok bekerja di luar Depok, 40 % di Jakarta selebihnya bekerja di Bekasi dan Bogor. Dengan dibangunnya tol ini tentunya warga Depok sangat menyambut baik sekali.”
Warga Pondok Cabe Mujianto selaku calon penerima manfaat Tol Cijago mengatakan, rencana akan mulai dibangunnya tol Cijago Seksi 3 sangat membantu kami jika ingin ke pusat kota Depok. Selama ini, jika mau ke Kantor Walikota atau ke wilayah Grand Depok City (GDC) kita harus berputar dan melewati jalur-jalur yang cukup macet.”
Turut hadir pada kesempatan tersebut Dirjen Bina Marga Hedy Rahadian, Direktur Utama Jasa Marga Subakti Syukur, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit, Staf Ahli Bidang Teknologi, Industri dan Lingkungan Endra S. Atmawidjaja dan Kepala Biro Komunikasi Publik Krisno Yowono. /


