www.bisnistoday.co.id
Minggu , 14 Juni 2026
Home BURSA & KORPORASI Korporasi Pengamat Ingatkan Penyegaran Manajemen Telkom Karena Kinerja Anjlok
Korporasi

Pengamat Ingatkan Penyegaran Manajemen Telkom Karena Kinerja Anjlok

Telkom
Logo PT Telkom Tbk./
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Peneliti Ekonomi Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda dalam keteraganya di Jakarta, Selasa (26/11) mengutarakan, kinerja PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) terus merosot. Terlebih, kinergi perusahaan pemerintah terkemuka dibidang telekomunikasi ini semakin merosot sejak mengakuisisi saham GOTO.

“Kinerja saham Telkom menurun karena investor melihat kepentingan politis bisa membuat kinerja perusahaan menurun. Telkom juga tidak berkembang karena terlalu bermain aman di pangsa pasarnya,” kata Huda di Jakarta, Selasa (26/11).

Tekait kinerja saham TLKM, Ia mengatakan, sepanjang tahun berjalan atau periode Januari hingga 21 November 2024, saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk dengan kode perdagangan TLKM, sudah merosot tajam hingga 30,58 persen ke level Rp2.770. Kinerja saham PT Telkom terus anjlok tajam ke titik nadir di level Rp2.750 pada akhir pekan lalu. Ia menilai  kemerosotan kinerja saham salah satu emiten LQ45 ini karena para petingginya dalam menjal ankan bisnis sangat kental dengan politik.

Menurutnya, dibawah nahkoda Ririek Adriansyah yang telah menjabat sebagai Direktur Utama Telkom sejak 24 Mei 2019 dalam beberapa pengambilan keputusannya dinilai disusupi kepentingan politik. Hal itu memengaruhi langkah strategis Telkom yang sarat dengan kepentingan politik seperti keputusan investasi di saham GOTO yang menyebabkan kerugian investasi perusahaan.

Sementara, Direktur PT Indovesta Utama Mandiri, Rivan Kurniawan menambahkan, anjloknya saham TLKM seiring terus anjloknya nilai investasi Telkom di saham perusahaan teknologi GOTO. Laporan keuangan full year 2023, menunjukkan kerugian yang diderita akibat investasi Telkom pada beberapa perusahaan startup (rintisan).

Dalam laporan keuangan terutama di pos biaya dan beban, ada kerugian yang belum direalisasikan dari perubahan nilai wajar atas investasi dari Rp6,248 triliun pada 2022 turun menjadi Rp748 miliar.

Kerugian dari TLKM dari penurunan harga saham GOTO pada 2023 mencapai Rp119 miliar seiring dengan penurunan harga saham GOTO dari Rp91 rupiah per saham di awal 2023, dan saat akhir tahun ditutup di harga Rp86 rupiah per saham./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Pelabuhan Meratus
Korporasi

Meratus Menegaskan Tidak Mengetahui Adanya Rencana Akuisisi

JAKARTA, Bisnistoday - PT Meratus (Meratus) menegaskan tidak mengetahui adanya informasi yang...

Korporasi

PetroChina Dukung Peningkatan Akses Pendidikan Tanjab Barat dan Timur

JAKARTA, Bisnistoday - PetroChina International Jabung Ltd mendukung peningkatan kualitas pendidikan di...

BURSA & KORPORASIKorporasi

BRI Life Perkuat Sinergi dengan Mitra Strategis

JAKARTA, Bisnistoday - PT Asuransi BRI Life (BRI Life) memberikan apresiasi kepada...

Korporasi

DIDIMAX Rayakan 27 Tahun Perjalanan dan Dedikasi, Terima Apresiasi dari Kepala Bappebti

JAKARTA, Bisnistoday, Didimax merayakan hari jadinya yang ke-27 dengan penuh rasa syukur...