www.bisnistoday.co.id
Wednesday , 24 June 2026
Home EKONOMI Ekonomi & Bisnis Aliansi 400 Ekonom Kritik TKDN, Kemenperin Klaim Sudah Lakukan Reformasi
Ekonomi & Bisnis

Aliansi 400 Ekonom Kritik TKDN, Kemenperin Klaim Sudah Lakukan Reformasi

Pameran industri
PAVILIUN Industri Indonesia di pameran Maroko./
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Aliansi Ekonom Indonesia yang beranggotakan 400 ekonom mendesak pemerintah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Mereka menilai aturan yang terlalu kaku justru menambah biaya produksi, mengurangi daya saing, hingga berpotensi menimbulkan celah korupsi.

Menanggapi desakan tersebut, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menegaskan bahwa pihaknya telah lebih dulu melakukan evaluasi dan reformasi kebijakan TKDN.

“Menteri Perindustrian, Bapak Agus Gumiwang Kartasasmita dan jajaran di Kemenperin sudah mengevaluasi dan mereformasi kebijakan TKDN. Reformasi ini didasarkan pada suara publik, industri, investor, dan para ekonom,” ujar Juru Bicara Kemenperin, Febri Hendri Antoni Arief di Jakarta, Rabu (10/9)

Febri menjelaskan bahwa regulasi lama yang sudah berlaku lebih dari satu dekade memang perlu diperbarui agar sesuai dengan kebutuhan industri saat ini. Melalui regulasi baru, proses sertifikasi kini lebih cepat dan efisien.

“Jika dahulu proses sertifikasi bisa memakan waktu lebih dari 20 hari kerja dengan biaya tinggi, kini lewat skema baru bisa selesai hanya dalam 10 hari kerja. Untuk industri kecil, bahkan cukup tiga hari dengan mekanisme self declare,” paparnya

Selain itu, reformasi ini menghadirkan sistem insentif. Perusahaan yang berinvestasi dan menyerap tenaga kerja lokal bisa mendapat tambahan nilai TKDN minimal 25 persen, dan bagi yang melakukan riset serta pengembangan bisa memperoleh tambahan 20 persen.

“Dengan begitu, TKDN bukan sekadar kewajiban administratif, tapi menjadi reward system yang mendorong inovasi dan investasi,” tegas Febri.

Dukungan bagi Industri Kecil dan Menengah

Kemenperin juga memberi perhatian khusus bagi pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM). Melalui mekanisme self declare yang berlaku lima tahun, IKM bisa lebih mudah memperoleh sertifikasi dengan biaya ringan.

“IKM kini bisa mencapai nilai TKDN lebih dari 40 persen tanpa kerumitan administrasi seperti sebelumnya. Ini bentuk afirmasi agar IKM bisa sejajar dengan industri menengah dan besar,” jelas Febri

Transparansi juga ditingkatkan dengan mencantumkan nilai TKDN pada label dan kemasan produk. Hal ini mempermudah konsumen maupun lembaga pemerintah dalam memastikan produk lokal berdaya saing.

Investor Asing Justru Dukung TKDN

Menanggapi kritik bahwa TKDN sektoral, seperti pada HKT, menghambat investasi, Febri menegaskan bahwa justru sebagian investor asing berharap aturan tersebut dipertahankan.

“Investor asing yang belum bisa membangun fasilitas produksi di Indonesia mengharapkan TKDN sektoral tetap berlaku, karena membantu mereka bersaing di pasar domestik,” ungkapnya

Kemenperin juga memastikan reformasi TKDN menutup celah praktik “TKDN washing” dengan memanfaatkan sistem digital. Proses sertifikasi kini dilakukan secara daring, sehingga meminimalisir interaksi langsung antara pemohon dan pelaksana verifikasi.

“Reformasi TKDN lahir dari evaluasi berbagai kendala yang dihadapi pelaku usaha, mulai biaya tinggi, masa berlaku singkat, hingga potensi penyalahgunaan. Dengan digitalisasi, semua proses jadi lebih akuntabel,” pungkas Febri.//

Archives

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Aturan Baru: Platform E-commerce Wajib Cantumkan Seluruh Biaya Dalam Perjanjian Kemitraan

  JAKARTA, Bisnistoday - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) resmi...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Gandeng ID Food, Koperasi Ekspor Gambir ke India dan Pakistan

JAKARTA, Bisnistoday - Koperasi Produsen Syariah Gambir Anam Koto Mandiri asal Sumatera...

Pameran Pertanian
Ekonomi & Bisnis

Bertema SDM Unggul dan Hilirisasi Pangan, UPT Pelatihan Kementan Semarakkan Pameran PENAS XVII 2026

BINUANG, Bisnistoday - Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang mendukung pelaksanaan Pekan...

Menaker
Ekonomi & BisnisHEADLINE NEWS

Menaker Yassierli : Pekerja Mesti Menyikapi Tantangan Dunia Kerja Baru

BANDUNG, Bisnistoday - Perkembangan teknologi, kecerdasan buatan (AI), otomatisasi, transformasi digital, ekonomi...