JAKARTA, Bisnistoday – Janji Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk memberikan subsidi angkutan umum hingga kini belum terealisasi. Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) mendesak pemerintah segera menghentikan kebijakan subsidi motor listrik yang dinilai salah sasaran, dan mengalihkan anggaran tersebut untuk subsidi angkutan umum.
Ketua Umum MTI, Tory Damantoro, menilai kebijakan subsidi motor listrik justru menambah beban masyarakat di tengah tekanan ekonomi.
“Di tengah tabungan masyarakat yang habis dan tekanan inflasi, pemerintah justru mendorong konsumsi baru melalui subsidi motor listrik. Ini malah akan memberi beban baru, bukan obat bagi rakyat yang butuh kebijakan untuk meringankan pengeluaran,” ujarnya di Jakarta, Kamis (11/9).
Menurut MTI, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan biaya transportasi telah menggerogoti 30-40 persen pendapatan warga miskin kota. Dengan kondisi tersebut, subsidi angkutan umum dianggap lebih efektif karena langsung meningkatkan pendapatan yang dapat digunakan masyarakat.
Kebijakan Salah Langkah
Sementara, Wakil Ketua MTI Bidang Pemberdayaan dan Pembinaan Wilayah, Djoko Setijowarno, menilai pemerintah salah langkah.
“Harapan pemerintah sebagai stimulus ekonomi sangat meleset dari realita. Motor listrik tidak bisa menjawab masalah daya beli masyarakat. Justru subsidi ini menggerus APBN yang seharusnya bisa dialokasikan untuk program mendesak seperti pengentasan kemiskinan,” tegasnya.
MTI kembali menegaskan, subsidi angkutan umum memiliki dampak ekonomi nyata karena menekan pengeluaran masyarakat miskin.
“Subsidi angkutan umum adalah cara paling efektif untuk pengentasan kemiskinan struktural. Biaya transportasi yang dihemat akan langsung bisa dialihkan untuk beli makan, sekolahkan anak, atau berobat,” jelas Tory Damantoro.
Lebih lanjut, MTI juga menyoroti adanya pemotongan subsidi angkutan umum di sejumlah daerah.“Kami prihatin, pemotongan subsidi angkutan umum justru sedang terjadi di beberapa daerah. Ini menggagalkan budaya baik yang sudah dibangun susah payah,” ujar Djoko.
Sebagai solusi, MTI merekomendasikan tiga langkah konkret kepada pemerintah:
- Menghentikan subsidi motor listrik.
- Mengalihkan anggarannya menjadi subsidi angkutan umum nasional.
- Menjadikan subsidi angkutan umum sebagai program prioritas pemulihan ekonomi dan perlindungan sosial.
“Pemerintah pusat harus memimpin dengan memberi contoh. Subsidi angkutan umum bukan sekadar soal transportasi, tapi strategi nyata untuk mengurangi kemiskinan sesuai agenda asta cita Presiden Prabowo,” tutur Tory.//




