DENPASAR, Bisnistoday– Hujan deras sejak dini hari Rabu (10/9) membuat sejumlah kawasan di Kota Denpasar dan Kabupaten Badung, Bali, terendam banjir. Data BMKG mencatat curah hujan mencapai 245,5 mm per hari, angka yang tergolong ekstrem, sehingga Sungai Tukad Badung meluap dan menggenangi permukiman serta jalan utama.
Seorang warga Denpasar Barat, Made Arta, mengaku kaget dengan derasnya luapan air. “Air cepat banget naiknya, dalam hitungan menit sudah masuk halaman rumah. Untung kami sempat mengamankan barang-barang penting,” ujarnya.
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) langsung mengerahkan alat berat untuk membersihkan sampah dan menurunkan pompa mobile di titik-titik banjir. Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan pihaknya fokus pada keselamatan masyarakat.
“Kami akan memberikan dukungan penuh dalam menangani dampak banjir di Bali,” kata Dody.
Selain itu, Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida juga berkoordinasi dengan TNI-Polri, BPBD, dan Pemda setempat. Tim reaksi cepat diturunkan untuk memantau kondisi waduk, sungai, serta menyiapkan langkah darurat lainnya. Pada pukul 05.00 WITA, tinggi air di Waduk Muara mulai surut dari 190 cm menjadi 130 cm.
Aktivitas Mulai Pulih
Banjir juga berdampak ke kawasan pariwisata Badung. Jalan-jalan utama seperti Sunset Road, Legian, hingga Underpass Dewa Ruci sempat tergenang, namun kini berangsur surut.
Warga Canggu, Ni Luh Ayu, merasa lega saat air mulai mereda. “Pagi tadi jalanan sempat macet total karena banjir, sekarang sudah bisa dilalui lagi. Syukurlah cepat ditangani,” ucapnya.
Dengan langkah cepat berbagai pihak, aktivitas warga dan arus lalu lintas di Bali perlahan kembali normal, meski masyarakat tetap diimbau waspada mengingat intensitas hujan masih tinggi.//




