JAKARTA, Bisnistoday – Pemerintah Indonesia melalui Inpres No. 17 Tahun 2025 percepat pembangunan gudang dan gerai Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di seluruh nusantara. Kebijakan ini menjadikan koperasi sebagai tulang punggung ekonomi desa untuk akses pangan murah di wilayah terpencil.
Workshop Percepatan Operasional KDKMP dibuka Deputi Henra Saragih di Pematang Siantar, dihadiri pejabat lokal dan Koperasi Kana. Acara ini jadi ajang presentasi Program Koperasi Manis untuk menguatkan distribusi pangan nasional.
“Percepatan KDKMP langsung dirasakan masyarakat desa melalui infrastruktur gotong royong. Gudang dan gerai ini mempermudah akses kebutuhan pokok sekaligus dorong perekonomian lokal,” ujar Henra Saragih, dalam keterangannya, Jumat (14/11/2025).
Ello Harfandy dari Koperasi Kana menekankan sinergi infrastruktur dengan aktivitas ekonomi produktif. “Fasilitas pemerintah jadi pusat logistik utama distribusi pangan dikelola koperasi bersama,” katanya.
Program Koperasi Manis meluncurkan Koperasi Kana dengan dana Rp2 juta per bulan per KDKMP. Sistem konsinyasi tanpa uang muka membuat potensi transaksi Rp200 juta per bulan akan mempercepat rotasi stok gula putih.
“Program ini strategis menguatkan distribusi pangan dan didukung pemerintah,” kata Jonathan Danang Wardhana, Ketua Koperasi Kana.
“Koperasi desa mengelola arus kas lebih mudah, perekonomian lokal berkelanjutan,” sambungnya.
Henra Saragih menyambut baik inisiatif Koperasi Manis sebagai kolaborasi ideal pemerintah-rakyat. Menurutnya, gudang menjadi bernilai jika distribusikan sembako, manfaatnya pun akan langsung ke masyarakat.
Peletakan batu pertama Koperasi Merah Putih di Kelurahan Marihat Jaya menjadi simbol penguatan ekonomi kelurahan. Langkah ini diharapkan akan meningkatkan kesejahteraan dan memperkuat basis koperasi di Pematang Siantar.(E2-DANU)








































