SEMARANG, Bisnistoday – Jalan Tol Batang–Semarang berperan penting atau sebagai tulang punggung konektivitas dan penggerak pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah. Membentang sepanjang 75 kilometer, ruas tol ini menjadi koridor strategis Trans Jawa yang menghubungkan arus pergerakan orang dan barang dari barat ke timur Pulau Jawa secara lebih efisien.
VP Corporate Secretary & Legal PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT), Ria Marlinda Paallo, menegaskan bahwa pembangunan ruas Tol Batang–Semarang tidak sekadar berfungsi sebagai jalur transportasi, melainkan juga dirancang untuk membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
“Jalan Tol Batang–Semarang kami hadirkan untuk memudahkan pergerakan masyarakat, mempercepat distribusi barang, dan membuka peluang tumbuhnya aktivitas ekonomi,” ujar Ria di Semarang, Rabu (14/1).
Menurutnya, peningkatan konektivitas diyakini akan mendorong tumbuhnya kawasan industri, menciptakan lapangan kerja, serta memberikan dampak positif yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar.
Sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam memperkuat perekonomian nasional, JTT telah mengoperasikan Simpang Susun Kawasan Industri Batang. Akses ini menghubungkan langsung Jalan Tol Batang–Semarang dengan Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) yang kini menjadi salah satu magnet investasi baru di Jawa Tengah.
“Kemudahan akses ini diharapkan dapat meningkatkan daya tarik investasi, mempercepat distribusi logistik, serta membuka peluang penciptaan lapangan kerja baru,” tambah Ria.
Terhubung Akses Tol Trans Jawa
Secara jaringan, Jalan Tol Batang–Semarang terhubung langsung dengan Tol Pemalang–Batang di sisi barat dan Tol Semarang Seksi A, B, dan C di sisi timur. Integrasi ini membentuk koridor transportasi yang berkesinambungan, menghubungkan Kota Semarang, Kabupaten Kendal, dan Kabupaten Batang.
Untuk mendukung kelancaran mobilitas pengguna, saat ini telah beroperasi enam gerbang tol, yakni Kalikangkung, Kaliwungu, Kendal, Weleri, KIT Batang, dan Kandeman. Selain itu, tersedia empat Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) di KM 360 B, KM 379 A, KM 389 B, dan KM 391 A yang dilengkapi berbagai fasilitas penunjang kenyamanan.
Beragam layanan modern juga disiapkan, mulai dari Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), ATM, taman bermain, fasilitas ramah difabel, hotel di rest area KM 379, layanan derek gratis 24 jam, hingga pemantauan lalu lintas melalui CCTV dan Dynamic Message Sign (DMS).
Dari sisi manfaat langsung, keberadaan tol ini mampu memangkas waktu tempuh perjalanan Batang–Semarang hingga sekitar satu jam lebih cepat dibandingkan jalur non-tol. Efisiensi tersebut berdampak signifikan terhadap kelancaran distribusi logistik dan mobilitas masyarakat.
JTT menilai, Tol Batang–Semarang turut berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi regional melalui penciptaan peluang usaha baru, dukungan sektor pariwisata, serta pengurangan kepadatan lalu lintas di jalan nasional. Dengan demikian, ruas tol ini tak hanya berfungsi sebagai infrastruktur transportasi, tetapi juga sebagai penggerak pembangunan wilayah Jawa Tengah yang berkelanjutan./


