JAKARTA, Bisnistoday – Setiap bagian wajah memiliki peran spesifik, antara lain. Hairline (garis rambut) yang berperan sebagai bingkai (frame) wajah, area mata yang sering disebut sebagai jendela ekspresi dan emosi untuk memberikan kesan segar dan berenergi,
Hidung yang merupakan titik pusat yang menjaga keseimbangan proporsi antara wajah bagian atas, tengah, dan bawah hingga kontur wajah seperti Pipi, bibir, jawline (garis rahang), hingga leher menyempurnakan kontur dan transisi wajah.
Seiring waktu, kulit kendur, kerutan, hingga penipisan rambut sering kali memengaruhi tingkat kepercayaan diri. Problematika estetika ini membutuhkan penanganan yang tepat dan presisi agar tercipta harmonisasi wajah yang selaras.
Merespon hal tersebut, dunia bedah plastik terus berkembang dengan mengadopsi berbagai teknik minimal invasive, tetapi tetap memberikan hasil yang signifikan dan tahan lama. Beberapa teknik unggulan yang saat ini menjadi tren global meliputi:
Rhinoplasty dan Blepharoplasty
Standar kecantikan kini telah bergeser dari yang sebelumnya meniru fitur anatomi Barat, menjadi menonjolkan keindahan kontur wajah Asia. Prosedur seperti rhinoplasty (bedah hidung) dan blepharoplasty (bedah kelopak mata) di Asia kini dirancang khusus untuk memperkuat struktur anatomi khas masyarakat Asia.
“Pendekatan ini memastikan hasil yang harmonis dengan bentuk tulang wajah pasien, sehingga perubahan yang dilakukan lebih harmonis dengan keseluruhan wajah,” ujar Alexander Perkasa-Hendropriyono selaku Dokter Spesialis Bedah Plastik Rekonstruktif dan Estetik RS Pondok Indah di Jakarta, Senin (30/3)
Modern Facelift dengan teknik SMAS deep-plane
Jika sebelumnya prosedur facelift identik dengan hasil yang tampak kaku karena hanya fokus pada penarikan kulit, kini teknik Superficial Musculoaponeurotic System (SMAS) deep-plane hadir sebagai standar baru.
Teknik ini bekerja dengan mengangkat dan mereposisi jaringan otot serta lemak di bawah kulit ke posisi asalnya. Hasilnya, wajah tampak 15-20 tahun lebih muda dengan tampilan yang sangat natural.
“Prosedur ini juga sering dikombinasikan dengan fat grafting dan exosome therapy untuk mempercepat proses pemulihan jaringan dan meningkatkan elastisitas kulit,” imbuhnya.
Transplantasi rambut dengan Teknik FUE
Penipisan rambut atau garis rambut yang mundur dapat diatasi dengan teknik Follicular Unit Extraction (FUE) yang minimal invasive. Berbeda dengan teknik sebelumnya yang meninggalkan bekas luka garis panjang di belakang kepala, FUE mengambil unit folikel rambut satu per satu secara presisi.
“Keunggulannya adalah tidak ada jahitan, minim rasa nyeri, dan masa pemulihan yang relatif singkat, yaitu sekitar 3-5 hari dengan hasil kepadatan rambut yang tampak alami. Tidak hanya untuk kepala, teknik ini juga dapat dilakukan untuk transplantasi alis, janggut, dan kumis,” tutur Alexander
Selain teknik bedah, inovasi seperti cell-assisted lipotransfer, terapi pengobatan exosome dan regenerative, serta laser liposuction juga menjadi masa depan bedah plastik. Teknologi ini membantu proses regenerasi sel kulit dari dalam, memperbaiki tekstur, dan memberikan efek glowing yang sehat, melengkapi hasil pembedahan estetik agar semakin sempurna.
Sebelum memutuskan untuk menjalani prosedur bedah estetik, penting bagi pasien untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis bedah plastik rekonstruktif dan estetik. Prosedur estetik terbaik adalah ketika tepat dan sesuai dengan kebutuhan anatomi serta tujuan pasien.
“Teknik global dari pusat kecantikan dunia kini telah tersedia dan dapat dilakukan di tanah air. Dengan dukungan tim dokter spesialis yang kompeten dan teknologi medis yang terkini, impian untuk memiliki tampilan wajah yang harmonis, segar, dan tetap mempertahankan jati diri kini dapat diwujudkan tanpa harus ke luar negeri,” pungkas Alexander./E2


