www.bisnistoday.co.id
Senin , 25 Mei 2026
Home BURSA & KORPORASI IHSG Kembali Menguat, Rupiah Melemah
BURSA & KORPORASI

IHSG Kembali Menguat, Rupiah Melemah

IHSG melemah
IGSH pada perdagangan Senin (08/07) ditutup melemah
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Kamis (5/8) ditutup menguat 46,38 poin ke posisi 6.205,42, sementara Indeks LQ45 naik 9,54 poin ke posisi 853,01. Penguatan ini  ditopang positifnya ekonomi domestik pada kuartal II-2021.

“Penguatan IHSG ditopang data GDP yang di atas ekspektasi. Selain itu didukung laporan keuangan perusahaan di semester I-2021, di mana kinerja rata-rata cukup solid seiring pemulihan ekonomi,” kata Analis Indo Premier Sekuritas, Mino  seperti dilansir Antara di Jakarta, Kamis (5/8).

Seperti diketahui hari ini Badan Pusat Statistik (BPS) merilis bahwa perekonomian Indonesia berhasil tumbuh positif mencapai 7,07 persen (yoy) pada kuartal II-2021 didukung upaya pemerintah yang gencar dalam menjalankan program vaksinasi sehingga mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk melakukan mobilitas.

Pertumbuhan tersebut juga dipengaruhi oleh perbaikan ekonomi global terutama beberapa negara yang menjadi mitra dagang Indonesia seperti China tumbuh 7,9 persen, Singapura 14,3 persen, Korea Selatan 5,9 persen, dan Vietnam 6,6 persen.

Dibuka menguat, IHSG terus bergerak di teritori positif baik pada sesi pertama maupun sesi kedua perdagangan saham hingga berakhir di zona hijau.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, lima sektor meningkat dengan sektor keuangan naik paling tinggi yaitu 1,67 persen, diikuti sektor transportasi & logistik dan sektor teknologi masing-masing 0,48 persen dan 0,33 persen.

Sedangkan enam sektor terkoreksi dengan sektor barang konsumen non primer turun paling dalam yaitu minus 1,4 persen, diikuti sektor infrastruktur dan sektor kesehatan masing-masing minus 1,23 persen dan minus 1,22 persen.

Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi beli saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah beli bersih asing atau net foreign buy sebesar Rp878,15 miliar.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.913.544 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 29,66 miliar lembar saham senilai Rp18,08 triliun. Sebanyak 233 saham naik, 281 saham menurun, dan 143 tidak bergerak nilainya.

Sementara itu bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Nikkei menguat 144,04 poin atau 0,52 persen ke 27.728,12, Indeks Hang Seng turun 221,86 poin atau 0,84 persen ke 26.204,69, dan Indeks Straits Times terkoreksi 14,18 poin atau 0,45 persen ke 3.168,72.

Rupiah Merosot

Sementara itu, nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta Kamis (5/8) melemah, tertekan pernyataan bernada hawkish atau ketat oleh pejabat bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (Fed).

Rupiah ditutup terkoreksi 30 poin atau 0,21 persen ke posisi Rp14.343 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.313 per dolar AS.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi mengatakan, membaiknya data ekonomi Indonesia pada kuartal kedua 2021 tidak serta merta bisa menopang penguatan mata uang Garuda.

“Hal ini disebabkan data eksternal yang begitu kuat dan menahan laju penguatan mata uang rupiah sebelumnya, terutama komentar Wakil Gubernur The Fed Richard Clarida dan membaiknya data ekonomi AS,” ujar Ibrahim.

Dari domestik, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perekonomian Indonesia berhasil tumbuh positif mencapai 7,07 persen (yoy) pada kuartal II 2021 didukung upaya pemerintah yang gencar dalam menjalankan program vaksinasi sehingga mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk melakukan mobilitas.

Pertumbuhan tersebut juga dipengaruhi oleh perbaikan ekonomi global, terutama beberapa negara yang menjadi mitra dagang Indonesia seperti China tumbuh 7,9 persen, Singapura 14,3 persen, Korea Selatan 5,9 persen, dan Vietnam 6,6 persen.

Rupiah pada pagi hari dibuka melemah ke posisi Rp14.330 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp14.325 per dolar AS hingga Rp14.359 per dolar AS.

Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Kamis melemah ke posisi Rp14.342 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp14.324 per dolar AS./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

eBay (dok: usplash/appshunter-io)
BURSA & KORPORASIEkonomi & BisnisKorporasiOtomotif & Tekno

GameStop Akuisisi eBay Senilai Rp975 Triliun

JAKARTA, Bisnistoday -GameStop, salah satu perusahaan ritel pengecer video game asal Amerika...

BursaBURSA & KORPORASIHEADLINE NEWS

Astra Tebar Deviden Fantastis Rp15,6 Triliun, Pemegang Saham Perseoran Raup Rp292 Per Saham

JAKARTA, Bisnistoday - PT Astra International Tbk  (Astra) berhasil mencetak laba bersih...

Panama City (dok: Unsplash/Sol Cerrud)
BURSA & KORPORASIEkonomi & BisnisGLOBALKawasan Global

Para Konglomerat Sembunyikan Pajak Senilai 3% dari PDB Global

JAKARTA-Bisnistoday: Lembaga nirlaba internasional, Oxfam mengungkapkan orang-orang superkaya di dunia diduga menyembunyikan...

BURSA & KORPORASIKorporasi

BRI Life Luncurkan Logo Baru dan Identitas Visual Perusahan

JAKARTA, Bisnistoday – PT Asuransi BRI Life mengumumkan perubahan logo perusahaan sebagai...