JAKARTA, Bisnistoday – Sejumlah pengamat internasional sampai sekarang belum dapat memastikan apakah perang Rusia-Ukraina berlangsung jangka pendek atau masih membutuhkan waktu lama. Kendati demikian, Indonesia diminta serius untuk melakukan mitigasi konflik Rusia-Ukraina terhadap khususnya perekonomian nasional untuk jangka pendek.
“Perang akan mendatangkan kebakaran ekonomi berbagai negara, mirip seperti kebakaran hutan yang dipicu oleh faktor global. Indonesia perlu siapkan strategi untuk pemadaman ekonomi untuk jangka pendek,” ungkap Ketua Umum Partai Gelora Indonesia, Anis Matta, mengakhiri diskusi Gelora Talks, bertajuk Membaca Akhir Konflik Rusia versue Ukraina dan Bagaimana Posisi Indonesia? di Jakarta, Rabu (9/3). Turut hadir Mantan Dubes Indonesia Untuk Inggris 2016-2020, Ketua Komisi I DPR RI Meutya Viada Hafid, serta Pengamat Militer dan Pertahanan, Connie Rahakundini Bakrie.
Berita Terkait : Anis Matta : Konflik Rusia-Ukraina Awal Tatanan Baru Dunia
Seperti diketahui, lanjut Anis Matta, akhir-akhir ini, Cina sudah mengoreksi pertumbuhan ekonominya dari 8% menjadi 5,5% saja. Cina beralasan adanya ketidakpastian global terutama perang Rusia Ukraina.”Ini, tentunya Indonesia akan mengalami hal yang tidak jauh berbeda,’ terangnya.
Selain ekonomi, menurut Anis Matta, perlunya menyusun tatanan baru bagi Indonesia. Bagaimana menyikapi bermunculnya aliansi-aliansi global baru. Disisilain juga, sekarang ini seluruh dunia akan cenderung berpikir memproteksi negaranya sendiri-sendiri.
“Penting untuk rumuskan kepentingan nasional jangka pendek. Dua tahun terakhir, sudah kecenderungan deglobalisasi (kepentingan negara sendiri), dan adanya perang akan semakin kuat untuk berpikir selamatkan diri sendiri.”
Disrupsi Besar Dunia
Anis Matta menuturkan, perang Rusia Ukraina bakal memunculkan disrupsi begitu besar. Usai badai pandemic Covid-19 yang belum sepenuhnya mereda, badai krisis ekonomi menyusul dan seperti biasanya diakhiri dengan perang besar yang berkecamuk. “Perang akan menghapus (men-delete) aturan lama, atau dari sejarah yang panjang,” ujarnya.
Menurut Anis Matta, perang Rusia Ukraina bakal berlangsung dalam jangka waktu tidak bisa ditentukan. Kelihatanya akan berjalan cukup panjang dengan adanya terus ekskalasi perang dan open flow. “Tidak ada yang bisa menebak Putin, yang begitu sabar dan tidak menonjolkan temparamen seperti Hitler,sehingga sulit ditebak. Dan yang berperang adalah negara yang buat aturan itu sendiri,” ujarnya.
Perang juga diperkirakan akan merubah tatanang dunia, dengan membentuk aliansi-aliansi global baru. Diketahui sebelumnya, bahwa Inggris juga tidak mau bergabung dengan Uni Eropa, terbentuk Australia, Inggris, dan Amerika Serikat (AUKUS), dan begitupun Amerika Serikat tampaknya juga akan menata ulang kembali aliansinya.
”Disisi lain, aliansi baru, Putin juga berteman dengan Cina, dan iran serta lainnya, juga masih proses, belum terlihat,” terangnya./

