www.bisnistoday.co.id
Selasa , 17 Maret 2026
Home BURSA & KORPORASI Biayai Holding Ultra Mikro, BRI Akan Right Issue 28 Miliar Lembar Saham
BURSA & KORPORASI

Biayai Holding Ultra Mikro, BRI Akan Right Issue 28 Miliar Lembar Saham

Direktur Utama BRI, Sunarso
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Pemegang saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) menyetujui aksi korporasi rights issue 28 miliar lembar saham dengan mekanisme Penambahan Modal Dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD). Aksi korporasi ini dilakukan terkait dengan rencana pemerintah membentuk Holding Ultra Mikro antara BRI, Pegadaian, dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM). BRI direncanakan menjadi perusahaan induk dalam holding tersebut.

“Perseroan terus melakukan eksplorasi sumber-sumber pertumbuhan baru yang selaras dengan aspirasi Perseroan untuk menjadi champion of financial inclusion. Segmen ultra mikro telah diidentifikasi sebagai sumber pertumbuhan baru melalui pembentukan ekosistem ultra mikro,” kata Direktur Utama BRI, Sunarso dalam konferensi pers virtual terkait hasil RUPSLB BRI di Jakarta, Kamis (22/7).

Sunarso mengatakan ekosistem ultra mikro akan menyediakan layanan keuangan yang terintegrasi bagi para pengusaha kecil sehingga memungkinkan mereka untuk naik kelas dengan mekanisme yang lebih tertata baik.

Rencana pembentukan holding ini juga selaras dengan visi pemerintah dalam Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2020 – 2024 untuk mendorong inklusi keuangan.

Berdasarkan data Kemenkop dan UKM, Bank Pembangunan Asia (ADB), dan BRI, pada tahun 2018, terdapat sekitar 45 juta usaha ultra mikro yang membutuhkan pendanaan tambahan. Namun, sejauh ini hanya sekitar 15 juta usaha ultra mikro yang tersentuh pembiayaan lembaga keuangan formal.

“Dengan menjangkau potensi ultra mikro, aksesibilitas layanan keuangan di segmen tersebut dapat dioptimalkan,” kata Sunarso.

Dalam PMHMETD ini, pemerintah akan menyetorkan seluruh saham Seri B miliknya dalam Pegadaian dan PNM kepada BRI atau Inbreng.

Setelah transaksi tersebut, BRI pun akan memiliki 99,99 persen saham Pegadaian dan PNM. Sementara itu, pemerintah akan tetap memiliki satu lembar saham Seri A Dwiwarna dalam Pegadaian dan PNM.

“Perseroan merencanakan penerbitan sebanyak-banyaknya 28.677.086.000 saham Seri B dengan nilai nominal sebesar Rp50. Adapun jumlah lembar saham dan harga pelaksanaan akan disampaikan kemudian,” imbuh Sunarso.

Dana hasil dari aksi korporasi ini akan dimanfaatkan oleh BRI untuk membentuk Holding Ultra Mikro yang dilakukan melalui penyertaan saham BRI dalam Pegadaian dan PNM, sebagai hasil dari Inbreng pemerintah. Selebihnya, dana tersebut akan digunakan sebagai modal kerja BRI dalam rangka mengembangkan ekosistem ultra mikro dan mengembangkan bisnis mikro dan kecil./

Arsip

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

TRADE EXPO INDONESIA 2025

SOROTAN BISNISTODAY

Beritasatu Network

Related Articles

BURSA & KORPORASIKorporasi

BRI Life Luncurkan Logo Baru dan Identitas Visual Perusahan

JAKARTA, Bisnistoday – PT Asuransi BRI Life mengumumkan perubahan logo perusahaan sebagai...

BURSA & KORPORASIKorporasi

BRI Life Catat Pertumbuhan Signifikan, Raih Laba Rp954 Miliar

JAKARTA, Bisnistoday - PT Asuransi BRI Life membukukan pertumbuhan bisnis yang signifikan...

BURSA & KORPORASIKorporasi

BRI Life Kembali Meraih Penghargaan “Indonesia Best Digital Innovation Award 2025”

JAKARTA, Bisnistoday – BRI Life meraih penghargaan Indonesia Best Digital Innovation 2025...

BURSA & KORPORASIKorporasi

Telkomsat Dorong Ekosistem Satelit Berdaya Saing Global

PT Telkom Satelit Indonesia (Telkomsat) terus memperkuat perannya sebagai penyedia layanan pengelolaan...