www.bisnistoday.co.id
Kamis , 13 Agustus 2026
Home NASIONAL & POLITIK Nasional CBA Tuding Indikasi Markup di Proyek Gedung PMI Jakarta
Nasional

CBA Tuding Indikasi Markup di Proyek Gedung PMI Jakarta

Uchok Sky Khadafi
DIREKTUR EKSEKUTIF CBA, Uchok Sky Khadafi./
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Centre for Budget Analysis (CBA) menuding adanya indikasi markup pada proyek gedung PMI Provinsi DKI Jakarta. Pelaksanaan tender yang kurang kredible serta pembengkakan anggaran proyek menjadi indikasi kuat adanya rencana markup.

“Maka Dari itu, kami Dari CBA meminta kepada KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) untuk menyelidiki proyek lelang Konstruksi Pembangunan Gedung PMI DKI ini. Tolong panggil Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi, dan PT.Total Cakra Alam ke KPK,” cetus Direktur CBA, Uchok Sky Khadafi dalam keteranganya di Jakarta, Senin (29/7).

Uchok mengatakan, proyek Konstruksi Pembangunan Gedung PMI DKI diduga ada kenaikan anggaran. Kenaikan anggaran ini, ada dugaan mark up anggaran dalam proyek Gedung PMI ini. Apalagi  PT Total Cakra Alam pernah dicatat melakukan pekerjaan kurang baik pada pembangunan Pasar Modern Muara Aman, Lebong, Bengkulu yang telah bertahun-tahun dibangun tapi tidak berfungsi.

Ia menjelaskan lebih rinci, bahwa pada 31 Januari 2023, Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan  Provinsi DKI Jakarta melakukan lelang Jasa Konstruksi Pembangunan Gedung PMI DKI Jakarta dengan pagu anggaran sebesar Rp.191.387.528.251

Sedangkan pemenang lelang Pembangunan Gedung PMI Jakarta ini adalah PT. Relis Sapindo Utama dengan nilai sebesar Rp.180.886.842.077. Tetapi ternyata kemenangan PT. Relis Sapindo Utama (PT.RSU) digagalkan pihak panitia lelang.

Menurutnya, alasan PT.RSU gagal menang tender karena adanya dorongan dari publik ke Inspektorat DKI Jakart untuk memeriksa panitia lelang atau PPK Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan DKI Jakarta terkait rekam jejak perusahaan PT.RSU tersebut.

Ini juga seiring rekam jejak PT.RSU disitus Mahkamah Agung ada 55 kali PT Relis Sapindo Utama masuk ke sidang korupsi. Dan pernah Juga mendapat blacklist. Dan buruknya jejak rekam PT.RSU ini, memang sudah tidak pantas mengerjakan proyek pemerintah.

Selanjutnya, persis pada 22 November 2023 lelang Jasa Konstruksi Pembangunan Gedung PMI DKI Jakarta dibuka kembali dengan pagu anggaran sebesar Rp.205.285.828.282. “Dan ini aneh, tidak masuk akal sehat. Masa sih belum setahun, atau baru sekitar 11 bulan pagu anggaran untuk Konstruksi Pembangunan Gedung PMI DKI Jakarta mengalami kenaikan sebesar Rp13.8 miliar?”

Uchok menegaskan, selain itu juga yang ikut lelang sebanyak 90 perusahaan. Dan pemenang lelang untuk Konstruksi Pembangunan Gedung PMI DKI Jakarta adalah PT Total Cakra Alam dengan nilai terkoreksi menjadi sebesar Rp.170.181.270.682.

“Kemenangan PT.Total Cakra Alam di lelang Konstruksi Pembangunan Gedung PMI DKI tidak wajar. Karena selama ini, kalau PT.Total Cakra Alam kalah tender selalu melakukan protes melalui menyampaikan surat sanggahan kemana mana.”

Bisa ke media, lanjut Uchok, bisa ke LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah), bisa juga Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), dan bisa juga ke Bupati atau Inspektorat. “Pokoknya perusahaan ini selalu bikin gaduh.”//

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Menteri PU
Nasional

Kementerian PU Optimalisasi Pemanfaatan Aspal Merah Putih Untuk Jalan Tol

JAKARTA, Bisnistoday – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mendorong pemanfaatan Aspal Buton...

Kapal terbakar
Nasional

Kebakaran Kapal Penyeberangan, Kemenhub Evakuasi Penumpang KMP Putri Yasmin

JAKARTA, Bisnistoday— Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut mengonfirmasi terjadinya insiden...

PetroChina
Nasional

Dukung Kemajuan Tanjung Jabung Barat, PetroChina Serahkan Program CSR Bidang Pendidikan dan UMKM

JAMBI, Bisnistoday - PetroChina International Jabung Ltd. kembali memberikan kontribusi bagi pembangunan...

Menteri Nusron
Nasional

Menteri ATR/Kepala BPN dan Mendagri Sepakat Sinkronisasi Data Melalui Pengintegrasian NIB dan NOP

JAKARTA, Bisnistoday  - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN)...