www.bisnistoday.co.id
Senin , 25 Mei 2026
Home NASIONAL & POLITIK Lingkungan ‘Centre Of Excellence’ Sebagai Upaya Nyata Penyelamatan Air
Lingkungan

‘Centre Of Excellence’ Sebagai Upaya Nyata Penyelamatan Air

Kepala BMKG
KEPALA BMKG, Dwikorita Karnawati di Nusa Dua./
Social Media

NUSA DUA, Bisnistoday – Degradasi sumber daya air terus terjadi ditengah upaya berbagai negara untuk menyelamatkan air bagi kehidupan. Dampak dari penurunan sumber daya air mengakibatkan persoalan kesehatan, pangan, energi maupun ancaman pelestarian lingkungan. Berbagai negara mesti mendorong sinergisitas dengan gerakan bersama dan kompak untuk mengurani degradasi air.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati kepada media disela kegiatan World Water Forum (WWF) ke-10 di Nusa Dua, Bali, Kamis (23/5).”Mungkin berbagai negara telah melakukan upaya penyelamatan air, namun masih dilakukan sendiri-sendiri. Sehingga butuh gerakan bersama, menyeluruh dan satu forum seperti WWF,” ujarnya.

Ia mengutarkan, WWF dilaksanakan setiap tiga tahun sekali sehingga WWF ini berjalan sudah 30 tahun yang lalu. Pembahasan sudah dilakukan baik forum ilmiah  dan akademik serta forum politik dan memperhatian keunikan regional masing-maing. “Namun apa yang terjadi, dari upaya yang diakukan, krisis air akibat perubahan iklim dan dampaknya terhadap  air, pangan, energi, kesehatan dan lingkungan, bahkan semakin serius krisisnya. Pahdal pembahasanya juga serius,” ujar Dwikorita.

Menurut Dwikorita, yang melakukan pembahasan tidak hanya forum WWF ini saja dan tidak sedikit konvensi dunia mendiskusikan serius. Hanya saja, kematian, kerugian sosial ekonomi, terhadap dampak krisis air semakin memilukan.

“Kita instrospeksi, dan sebenanya banyak upaya dilakukan, dan di dunia sudah ada Center of Excellent, tetapi mengapa banyak persoalan dan akhirnya insyab. Seperti yang banyak dilakukan, itu bekerja sendiri-sendiri, mungkin kurang saling komunitasi, koordinasi. Padahal semua melakukan dan memang ada juga tidak melakukan penyelamatan air. Sampai pada kesimpulan bahwa, perlu koordinasi pada level dunia, regional dan nasional,” tutur Dwikorita.

Membentuk Tim Task Force

Menurut Dwikorita, Centre of Excellence sebagai pusat unggulan menjadi pusat koordinasi dari berbagai pusat unggulan yang ada. Sekarang ini, sebenarnya sudah beroperasi, tetapi belum semua terkoneksi. “Inisiator Indonesia, akan memimpin Center of Excellence., maka BMKG membentuk lima working group yang menyiapkan langkah aksi konret dengan koordinasi center lainnya.”

Sementara, Kepala Balai Teknik Sabo, Eka Nugraha Abdi mengungkapkan, diskusi berlangsung bertempat di Yogyakarta. Saba secretariat Sabo Enggeneering Center terus berbenah, dalam rangka revitalisasi, knowlegde dan ramah lingkungan..terasa peristiwa letusan gunung berapi. Center of excellence sudah ada, dan banyak tetapi harus lebih baik..terkait air dan climate chance, serta resililient climate change. Usia Sabo Center, lebih dari 50 tahun..Indoensia memiliki usat penelitian Sabo Sentor.

Inge Retnowati, Direktur Rehabilitasi Perairan Darat dan Mangrove KLHK mengutarakan, water forum banyak dibahas, banyak pemelajarai, tidak hanya teknologi, tetapi perilaku terhadap lingkungan.“Indonesia usulkan hari danau dunia, dan tidak hanya semata selebarasi, tetapi pengingat, pelesterian alam.”

Wajar, lanjut Inge, danau sudah harus menjadi perhatian bagi upaya penyelematan air. DI Indonesia terdapat lebihd ari 2.000 danau, dengan fungsi strategis sebagai sumber air, transportasi serta pusat bio diversity. “Sayang sekali, tidak mudah untuk mengelolanya, karena banyak faktor seperti pencemaran, pendangkal, penurunan ekosistem.”

Yunita Chandra, Yunita Chandra Hapsari, Kepala Sekretariat Dewan SDA mengatakan, fokus terhadap pengelolaan air di pulau-pulau kecil atau mikro. Seperti dalam penelitian, bahwa khususnya pulau kecil di daerah kutup selatan lebih rentan ketimbang kutup utara dalam persoalan air. “Masalah mendasar dan utama adalah persoalan funding.”

Persoalan terjadi, akibat global warming maupun climate change sehingga perlu penanganan yang urgent. Akibat dua hal mendasar ini, membuat pulau kecil rentan terhadap kerusakan, dalam kaitan terhadap air.”Perlunya, tindakan nyata sehingga harus bentuk task force untuk tantangan penyediaan air ini.” /

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

LingkunganNASIONAL & POLITIK

BRI Life Gelar Pelepasan Tukik, Dukung Konservasi Penyu di Pantai Kuta Bali

direktur elain penyeraghaJAKARTA, Bisnistoday - PT Asuransi BRI Life (BRI Life) melakukan...

Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, hadir langsung dalam kegiatan simbolis penyerahan bantuan hewan kurban di Vertical Garden Telkom Hub pada Jumat 22 Mei 2025
Lingkungan

Telkom Group Salurkan 910 Hewan Kurban untuk Masyarakat

JAKARTA, Bisnistoday- Sinergi TelkomGroup hadirkan kebahagiaan Iduladha bagi lebih dari 60 ribu...

Lingkungan

ITDP Dorong Integrasi Kelembagaan Transportasi Jabodetabek

JAKARTA, Bisnistoday — Kawasan Jabodetabek mencatat lebih dari 4,4 juta pergerakan komuter...

Lingkungan

Warga Sambut Positif Kehadiran Alun-alun Pondok Ranji, Jadi Ruang Baru untuk Berkumpul dan Berolahraga

CIPUTAT TIMUR, Bisnistoday – Kehadiran Alun-alun Pondok Ranji di Kecamatan Ciputat Timur...