BALI, Bisnistoday – PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Danamon), turut berpartisipasi terhadap tata kelola sampah di Desa Sanur Kauh, Denpasar – Bali, yang merupakan salah satu area pariwisata di Pulau Dewata. Desa ini menghasilkan sekitar tiga ton sampah setiap harinya dimana sebagian besar berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang sudah kelebihan kapasitas.
“Kami memahami bahwa Desa Sanur Kauh merupakan kawasan strategis pariwisata yang membutuhkan solusi berkelanjutan untuk permasalahan sampah,” ujar I Gusti Agus Indrawan, Regional Corporate Officer PT Bank Danamon Indonesia Tbk Region Bali Nusra. “Melalui kerja sama dengan Universitas Warmadewa, kami berharap fasilitas yang kami berikan dapat mendukung masyarakat desa dalam mengelola sampah mereka dengan lebih baik, mengurangi polusi, dan menciptakan lingkungan yang lebih sehat.”
Dalam kolaborasi ini, lanjut Agus Indrawan, Danamon memberikan kontribusi berupa 20 alat pembakar sampah tanpa asap (smokeless burn barrel), satu kendaraan pengangkut sampah roda tiga, serta 30 unit baju seragam untuk petugas kebersihan Desa Saur Kauh. Kontribusi ini melengkapi program pemberdayaan masyarakat yang dipimpin oleh Universitas Warmadewa, yang melibatkan sosialisasi dan pelatihan pengelolaan sampah kepada warga setempat.
Agus menambahkan, selain mendukung pengelolaan sampah, Danamon juga memberikan kontribusi nyata dalam bidang pendidikan melalui kerja sama dengan Yayasan Persahabatan Jepang-Bali. Yayasan ini telah mendukung pendidikan lintas budaya di Bali selama lebih dari 30 tahun dengan mengelola Bali Japanese School.
Menurut Agus, saat ini, sekolah tersebut tengah menjalani renovasi besar akibat banjir yang sering terjadi di kawasan gedung lama. Untuk memastikan kelangsungan proses belajar-mengajar, Danamon mendonasikan lima unit pendingin udara (AC), satu TV LED, satu unit document camera, satu kamera webcam untuk pembelajaran daring, serta beberapa tempat sampah./


