www.bisnistoday.co.id
Jumat , 10 April 2026
Home HEADLINE NEWS Gejolak Geopolitik dan Perang Dagang Bayangi Pasar Global, Investor Beralih ke Aset Aman
HEADLINE NEWS

Gejolak Geopolitik dan Perang Dagang Bayangi Pasar Global, Investor Beralih ke Aset Aman

GEDUNG BEI
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Ketidakpastian ekonomi global kembali meningkat. Kombinasi ketegangan geopolitik, konflik kawasan, serta potensi perang dagang baru membuat pasar keuangan dunia berada dalam tekanan. Investor pun mulai mengalihkan dananya ke aset yang dianggap lebih aman seperti dolar Amerika Serikat.

Analis Senior dari Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rully Arya Wisnubroto, menilai kondisi global saat ini semakin rapuh setelah munculnya babak baru ketegangan dagang yang dipicu oleh langkah Amerika Serikat membuka investigasi perdagangan terhadap sejumlah mitra dagang utamanya.

Investigasi tersebut dilakukan melalui mekanisme Section 301 yang menyasar sejumlah ekonomi besar dunia seperti Uni Eropa, Tiongkok, India, Jepang, dan Korea Selatan. Kebijakan ini dipandang sebagai langkah awal untuk membuka peluang penerapan tarif baru sebagai pengganti pungutan perdagangan yang sebelumnya dibatalkan oleh Mahkamah Agung AS.

Menurut Rully, langkah tersebut berpotensi memperparah fragmentasi rantai perdagangan global. Negara-negara yang terdampak kemungkinan akan melakukan retaliasi atau pembalasan tarif, sehingga memperbesar ketidakpastian dalam perdagangan internasional.

“Risiko geopolitik dan perang dagang yang meningkat membuat investor global cenderung mencari perlindungan pada aset yang lebih aman,” ujar Rully.

Harga Minyak Mendekati USD100

Di saat yang sama, menurut Rully, konflik di kawasan Timur Tengah turut menambah tekanan pada pasar global. Ketegangan geopolitik di wilayah tersebut telah mendorong harga minyak dunia mendekati level USD100 per barel.

Ia menambahkan, lonjakan harga energi ini memicu kekhawatiran baru terhadap inflasi global. Ketika harga energi meningkat, biaya produksi dan distribusi barang juga ikut naik, yang pada akhirnya dapat mendorong inflasi di berbagai negara.

Kondisi tersebut memperkuat narasi kebijakan suku bunga tinggi dalam waktu yang lebih lama atau dikenal dengan istilah higher for longer. Bank sentral, terutama di negara maju, kemungkinan akan menahan suku bunga pada level tinggi guna menekan inflasi.

Tekanan bagi Pasar Negara Berkembang

Rully Arya Wisnubroto mengutarakan, situasi ini memberikan dampak langsung bagi pasar negara berkembang (emerging markets). Ketika dolar AS menguat dan investor global mencari aset aman, aliran modal dari negara berkembang cenderung keluar menuju pasar yang dianggap lebih stabil.

Akibatnya, pasar saham dan obligasi di negara berkembang menghadapi tekanan jual yang lebih besar. Mata uang negara berkembang juga berpotensi melemah karena meningkatnya permintaan terhadap dolar AS.

Bagi Indonesia dan negara berkembang lainnya, dinamika global tersebut menjadi tantangan tersendiri. Stabilitas ekonomi domestik, ketahanan fiskal, serta kebijakan moneter yang tepat menjadi faktor penting untuk menjaga kepercayaan investor di tengah gejolak global.

Di tengah kondisi ini, pelaku pasar diimbau tetap mencermati perkembangan geopolitik dan kebijakan ekonomi global. Sebab, arah kebijakan perdagangan serta dinamika konflik kawasan akan menjadi faktor penentu bagi pergerakan pasar keuangan dunia dalam beberapa waktu ke depan./

Arsip

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

TRADE EXPO INDONESIA 2025

SOROTAN BISNISTODAY

Beritasatu Network

Related Articles

Pameran UMKM
HEADLINE NEWS

Puluhan UMKM Unggulan Nasional Berebut Pasar di Australia

JAKARTA, Bisnistoday- Kementerian Perdagangan Republik Indonesia melalui Atase Perdagangan RI Canberra bersinergi...

Aktifitas Bongkar Muat di Pelabuhan Belawan.
Ekonomi & BisnisHEADLINE NEWS

Kuartal I-2026, Pemerintah Optimis Pertumbuhan Ekonomi Lebih Besar 5,5 Persen

JAKARTA, Bisnistoday – Pemerintah menyatakan optimistis terhadap proyeksi pertumbuhan ekonomi Kuartal I-2026...

Presiden Prabowo
HEADLINE NEWS

Dihadapan Kabinet dan BUMN, Presiden Prabowo Ingatkan Jaga Persatuan Bangsa

JAKARTA, Bisnistoday – Melalui rapat kabinet yang juga diiukuti oleh jajaran Eselon...

HEADLINE NEWS

Perempuan Jadi Pilar Ketahanan Bencana, Kolaborasi Inklusif Dinilai Mendesak

JAKARTA, Bisnistoday – Perempuan dinilai memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan bencana...