JAKARTA, Bisnistoday – Seiring peringatan Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 2025, Yayasan Kemanusiaan (YK) ROMSIS mengajak para pemuda berlomba-lomba memberikan sumbangsih terbesar kepada bangsa serta bersemangat juang seperti para pahlawan. Kali ini, YK ROMBSIS mengisi kegiatan peringatan Hari Sumpah Pemuda dengan berziarah ke Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan
“Kegiatan ziarah ke Taman Makam Pahlawan ini, sekaligus memberikan semangat para kaum muda di Hari Sumpah Pemuda kali ini, untuk meneladani semangat juang para pahlawan,” ungkap Andi Idhanursantym, Ketua Umum Yayasan Kemanusiaan ROMBSIS, di Jakarta, Selasa (28/10).
Ia mengutarakan, pemuda sekarang harus mampu memberikan sumbangsih kepada bangsa dan negara, serta berbakti kepada orang tua. Sebaik-baiknya para pemuda, harus mampu memberikan manfaat bagi keluarga dan lingkungan.
“Jangan sampai anak muda, mengisi waktunya dengan keluyuran, apalagi terjerat dalam narkoba yang menyedihkan. Kami doakan pemuda sukses menyongsong keemasan, dan cemerlang,” tuturnya.
Seperti diketahui, dalam mengisi kegiatan Hari Sumpah Pemuda, puluhan rombongan Keluarga Besar YK ROMBSIS berziarah ke tempat peristirahatan terakhir para pemimpin bangsa, seperti Alm.Presiden BJ Habibie, sebagai salah satu Presiden kecintaan rakyat. Begitupun berziarah ke makan Pahlawan Gestapu antara lain, Jend. AH Nasution, Jend. A Yani, dan para pemimpin bangsa lainnya.
YK ROMBSIS, lanjut Andi Idha Nursantym, pada kesempatan tersebut juga memberikan bantuan kepada para korban, bencana runtuhnya gedung Yayasan Pondok Pesantren, di Jawa Timur, belum lama ini. “Semoga santri yang meninggal diampuni segala dosanya dan diterima disisiNya, karena mereka sebagian besar masih anak-anak.”
Andi Idhanursantym menambahkan, perhatian kemanusiaan bagi YK ROMBSIS adalah hal utama. Tidak terkecuali bencara Pesantren, tetapi juga YK ROMBSIS juga tergerak seperti memberikan bantuan bencana Papua,atau bencana nasional, dan bahkan bantuan Palestina. “YK ROBSIS akan turun dengan segala perhatianya dan tidak memandang seberapa besar bantuan tersebut, khususnya kejadian bencana nasional,” terangnya./







































