www.bisnistoday.co.id
Jumat , 6 Maret 2026
Home NASIONAL & POLITIK Lingkungan Tujuh Daerah Ini Jadi Pilot Project PSEL untuk Revolusi Hijau, Ubah Sampah Jadi Listrik
Lingkungan

Tujuh Daerah Ini Jadi Pilot Project PSEL untuk Revolusi Hijau, Ubah Sampah Jadi Listrik

Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Pemerintah Indonesia gandeng tangan untuk mengubah krisis sampah lewat pembangkit sampah energi listrik (PSEL) sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan pengolahan sampah menjadi listrik di 34 titik nasional. Rapat koordinasi terbatas (rakortas) dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan melibatkan CEO Danantara Rosan Roeslani, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol, dan kepala daerah untuk mempercepat inisiatif ini.

Rakortas membahas implementasi Perpres Nomor 109 Tahun 2025 tentang Penanganan Sampah Perkotaan melalui Pengolahan Sampah Menjadi Energi Terbarukan Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan. Hasilnya, groundbreaking fasilitas waste to energy (WtE) siap digelar di tujuh daerah prioritas: Bali, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kota Semarang, Bogor Raya, Tangerang Raya, Bekasi Raya, dan Medan Raya.

“Berdasarkan rakortas hari ini, kita putuskan pelaksanaan pembangunan atau groundbreaking tempat pengolahan sampah menjadi energi di 7 lokasi/daerah,” ujar Zulhas dalam konferensi pers di Gedung Kemenko Pangan, di Jakarta, baru-baru ini.

Proyek ini didukung penuh Danantara dengan teknologi incinerator global, mampu mengolah 1.000 ton sampah per hari per fasilitas. TPST Bantargebang, sebagai TPA terbesar di Indonesia dengan kapasitas 49 juta ton dan lahan 110 hektare, saat ini menangani 7.400 ton sampah harian dari DKI Jakarta. Antrean truk oranye mencapai 100 meter, sementara warga memulung plastik untuk dijual Rp400 per kilogram, mencerminkan urgensi transformasi menuju energi berkelanjutan.

Tak hanya menghasilkan listrik, proyek WtE ini akan ciptakan ribuan lapangan kerja dan dukung sumber energi baru terbarukan (EBT) guna capai net zero emission 2060. “Perpres 109/2025 Insya Allah akan ubah sampah menjadi energi listrik, tambah lapangan kerja, dan jadi EBT,” tambah Zulhas, menekankan manfaat ekonomi dan lingkungan.

Zulhas optimistis perluasan cepat ke seluruh daerah darurat sampah, dengan target tambah tujuh lokasi per minggu. “Hari ini sudah 7 daerah, mudah-mudahan minggu depan tambah lagi agar selesai di 34 daerah,” jelasnya, sejalan visi Prabowo untuk rampungkan 34 titik WtE dalam dua tahun mulai November 2025.

Inisiatif ini bukan hanya solusi sampah, tapi lompatan menuju Indonesia hijau dengan investasi hingga Rp99 triliun dan tarif listrik tetap USD 0,20 per kWh selama 30 tahun. Dengan kolaborasi pemerintah daerah dan BUMN, proyek WtE diharapkan kurangi timbunan sampah signifikan sambil dorong pertumbuhan ekonomi inklusif.(E2-Danu)

Arsip

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

TRADE EXPO INDONESIA 2025

SOROTAN BISNISTODAY

Beritasatu Network

Related Articles

Emsi Karbon
EnergiHumanioraLingkungan

PBB Setujui Kredit Karbon untuk Proyek Kompor Kayu Bebas Emisi

JAKARTA, Bisnistoday- Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Kamis (4/3/2026) menyetujui pemberian kredit karbon pertama...

Daur Ulang Sampah
Lingkungan

Kampanye Daur Ulang Ajak Warga Mulai dari Rumah, Hadirkan Waste Station di Padalarang

BANDUNG, Bisnistoday - Upaya mendorong kebiasaan memilah dan mendaur ulang sampah plastik...

Lingkungan

Ekofisiologis  yang Tak Sesuai Memicu Banjir dan Tanah Longsor

MEDAN, Bisnistoday- Bencana alam banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatra...

Lingkungan

Warek USU Ingatkan Perlunya Pendekatan Kolaboratif Dalam Mengantisipasi Bencana

MEDAN, Bisnistoday- Isu perubahan iklim global telah menjadi fakta ilmiah yang tidak...