www.bisnistoday.co.id
Jumat , 6 November 2026
Home NASIONAL & POLITIK Lingkungan Tujuh Daerah Ini Jadi Pilot Project PSEL untuk Revolusi Hijau, Ubah Sampah Jadi Listrik
Lingkungan

Tujuh Daerah Ini Jadi Pilot Project PSEL untuk Revolusi Hijau, Ubah Sampah Jadi Listrik

Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Pemerintah Indonesia gandeng tangan untuk mengubah krisis sampah lewat pembangkit sampah energi listrik (PSEL) sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan pengolahan sampah menjadi listrik di 34 titik nasional. Rapat koordinasi terbatas (rakortas) dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan melibatkan CEO Danantara Rosan Roeslani, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol, dan kepala daerah untuk mempercepat inisiatif ini.

Rakortas membahas implementasi Perpres Nomor 109 Tahun 2025 tentang Penanganan Sampah Perkotaan melalui Pengolahan Sampah Menjadi Energi Terbarukan Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan. Hasilnya, groundbreaking fasilitas waste to energy (WtE) siap digelar di tujuh daerah prioritas: Bali, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kota Semarang, Bogor Raya, Tangerang Raya, Bekasi Raya, dan Medan Raya.

“Berdasarkan rakortas hari ini, kita putuskan pelaksanaan pembangunan atau groundbreaking tempat pengolahan sampah menjadi energi di 7 lokasi/daerah,” ujar Zulhas dalam konferensi pers di Gedung Kemenko Pangan, di Jakarta, baru-baru ini.

Proyek ini didukung penuh Danantara dengan teknologi incinerator global, mampu mengolah 1.000 ton sampah per hari per fasilitas. TPST Bantargebang, sebagai TPA terbesar di Indonesia dengan kapasitas 49 juta ton dan lahan 110 hektare, saat ini menangani 7.400 ton sampah harian dari DKI Jakarta. Antrean truk oranye mencapai 100 meter, sementara warga memulung plastik untuk dijual Rp400 per kilogram, mencerminkan urgensi transformasi menuju energi berkelanjutan.

Tak hanya menghasilkan listrik, proyek WtE ini akan ciptakan ribuan lapangan kerja dan dukung sumber energi baru terbarukan (EBT) guna capai net zero emission 2060. “Perpres 109/2025 Insya Allah akan ubah sampah menjadi energi listrik, tambah lapangan kerja, dan jadi EBT,” tambah Zulhas, menekankan manfaat ekonomi dan lingkungan.

Zulhas optimistis perluasan cepat ke seluruh daerah darurat sampah, dengan target tambah tujuh lokasi per minggu. “Hari ini sudah 7 daerah, mudah-mudahan minggu depan tambah lagi agar selesai di 34 daerah,” jelasnya, sejalan visi Prabowo untuk rampungkan 34 titik WtE dalam dua tahun mulai November 2025.

Inisiatif ini bukan hanya solusi sampah, tapi lompatan menuju Indonesia hijau dengan investasi hingga Rp99 triliun dan tarif listrik tetap USD 0,20 per kWh selama 30 tahun. Dengan kolaborasi pemerintah daerah dan BUMN, proyek WtE diharapkan kurangi timbunan sampah signifikan sambil dorong pertumbuhan ekonomi inklusif.(E2-Danu)

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Lingkungan

Karhutla di Ketapang Masih Jadi Sorotan, Natur Gondowangi dan Rumah Zakat Salurkan Bantuan di Pontianak

PONTIANAK , Bisnistoday.co.id,– Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat masih...

Lingkungan

700 Delegasi dari 25 Negara Beradu Gagasan di Asia World Model United Nations XV

Bali, Bisnistoday.co.id— Asia World Model United Nations (AWMUN) XV kembali mempertemukan ratusan...

Lingkungan

Bali Dorong Transisi Nusa Penida Menuju 100% Energi Terbarukan Melalui “Satu Hari Energi Bersih 2026”

SANUR,Bisnistoday.co.id – Dalam mendukung agenda Bali Net Zero Emission (NZE) 2045 dan...

Lingkungan

Dorong Telur Cage-Free di Jawa Barat, AFFA Soroti Kesejahteraan Ayam Petelur

BANDUNG, Bisnistoday - Act for Farmed Animals (AFFA) mendorong pengembangan sistem produksi...