www.bisnistoday.co.id
Sabtu , 11 Juli 2026
Home EKONOMI Industri Tetap Ekspansi Ditengah Resesi Global
EKONOMIEkonomi & BisnisHEADLINE NEWS

Industri Tetap Ekspansi Ditengah Resesi Global

JUBIR KEMENPERIN, Febri Hendri Antoni Arif di Jakarta, Jumat (31/3).
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Indeks Kepercayaan Industri bulan Maret 2023 masih menunjukkan nilai ekspansi, meskipun mengalami sedikit perlambatan dibandingkan Februari 2023. Hal ini karena sektor industri masih dibayangi penurunan permintaan global akibat tantangan tekanan geopolitik dan inflasi global yang mendorong kenaikan suku bunga sehingga membebani aktivitas ekonomi.

Di sisi lain, pelonggaran pembatasan COVID-19 di China membantu memperbaiki kendala rantai pasokan dan mengurangi tekanan harga bahan baku global.

“Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Maret 2023 mencapai 51,87, melambat 0,45 poin dibandingkan Februari 2023,” kata Juru Bicara Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Febri Hendri Antoni Arif, menyampaikan saat rilis IKI Maret 2023 di Jakarta, Jumat (31/3).

Situasi tersebut sesuai dengan laporan perusahaan industri yang menunjukkan kegiatan industri bulan Maret mengalami sedikit penurunan. Terdapat 14 subsektor industri yang mengalami ekspansi dengan share 80,4 persen terhadap PDB industri pengolahan nonmigas.

Dari 14 subsektor tersebut, subsektor Reparasi dan Pemasangan Mesin/Alat mengalami perubahan fase dari kontraksi ke ekspansi. Namun demikian, terdapat pula tiga subsektor yang mengalami perubahan fase dari ekspansi ke kontraksi. Ketiga subsektor tersebut adalah Industri Karet, Barang Karet dan Plastik, Industri Barang Galian Bukan Logam, dan Industri Komputer, Barang Elektronik dan Optik.

Febri menjelaskan, jika dilihat dari komponen pembentuknya, seluruh variabel pembentuk mengalami perlambatan. Variabel Pesanan Baru melambat dari 52,81 menjadi 51,33, variabel Produksi melambat dari 51,37 menjadi 50,69, dan variabel Persediaan Produk meningkat dari 52,51 pada Februari 2023 menjadi 55,00 pada Maret 2023. Peningkatan nilai variabel persediaan produk menandakan persediaan produk-produk manufaktur terserap di pasar.

Indeks Kepercayaan Industri

Perlambatan nilai IKI bulan Maret 2023, menurut Febri, utamanya masih didominasi oleh pesanan domestik. Selain itu, mayoritas komoditas unggulan menunjukkan tren penurunan harga, meskipun masih lebih tinggi dibanding tahun 2020 (saat pandemi). Hanya harga minyak kelapa sawit yang naik dibanding bulan sebelumnya dan nikel yang lebih tinggi dari rata-rata harga pada tahun 2022.

“Meskipun demikian, pada Maret 2023 terdapat 47,3% pelaku usaha yang menyatakan kondisi kegiatan usahanya stabil dan sebanyak 27,3% pelaku usaha yang menyatakan kondisi kegiatan usahanya mengalami peningkatan,” ujar Jubir Kemenperin.

Demikian pula dengan optimisme berusaha para pelaku usaha dalam enam bulan ke depan. Febri menjelaskan, sebanyak 63,49% pelaku usaha menyatakan optimis dan 26,06% pelaku usaha menyatakan stabil terhadap kondisi usaha industri selama enam bulan ke depan.

Hal ini juga dapat dilihat dari tingkat pesimisme pelaku usaha yang mengalami penurunan dari 10,81% pada Februari 2023 menjadi 10,46% pada Maret 2023. Optimisme pelaku usaha bahwa kondisi pasar akan membaik, didukung oleh kebijakan pemerintah pusat yang lebih baik sebagaimana laporan perusahaan industri./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Dirut PTPN I Abdul Rivai Ras (kiri) (dok:PTPN)
Ekonomi & Bisnis

Abdul Rivai Ras: ‘Transformasi PTPN I Harus Lebih Progresif’

JAKARTA – Transformasi yang dijalankan PTPN I (Persero) sejak beberapa tahun terakhir...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Menkop Ziarah ke Makam Bung Hatta Menyambut Harkopnas ke-79

JAKARTA, Bisnistoday – Menjelang peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79, Menteri Koperasi...

Mendag
HEADLINE NEWS

Kemitraan Jenama Lokal dan Metro Department Store Wujud Kolaborasi UMKM Fesyen dengan Ritel Modern

CIBUBUR, Bisnistoday  – Menteri Perdagangan Budi Santoso mendorong sinergi usaha mikro, kecil,...

Dirut Agrinas Palma
Ekonomi & Bisnis

Agrinas Palma Bukukan Surplus Operasional Rp2,86 Triliun

JAKARTA, Bisnistoday - PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) menutup Tahun Buku 2025...