JAKARTA, Bisnistoday – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) terus melakukan inovasi signifikan dalam penanganan lalu lintas dengan mengadopsi teknologi digital terkini. Langkah strategis ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan lalu lintas yang lebih aman, tertib, dan lancar (Kamseltibcarlantas) di seluruh Indonesia.
Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Kalemdiklat) Polri, Komjen Pol Prof Chryshnanda Dwilaksana, menjelaskan bahwa pendekatan Polri terhadap lalu lintas kini bersifat multidimensional, tidak hanya teknis.
“Pendekatan lalu lintas harus dilihat secara holistik, mulai dari dimensi filosofis, geopolitik, geostrategis, sosiologis, hingga globalisasi dan modernisasi,” jelas Chryshnanda dalam keterangannya, di Jakarta, Selasa (20/5/2025).
Polri telah mengimplementasikan berbagai langkah strategis, termasuk edukasi masyarakat, rekayasa lalu lintas, penegakan hukum, serta pembenahan sistem registrasi dan identifikasi. Lebih lanjut, pengembangan pusat K3i yang terintegrasi dan pembentukan traffic board juga menjadi bagian penting dari upaya ini.
Dalam era digital, Polri активно memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) dan Internet of Things (IoT) untuk memodernisasi sistem lalu lintas.
“Sistem ini dilengkapi dengan mekanisme TAR dan de merit point system yang mendukung program pemerintah seperti ERP, E-Parking, ETC, E-Banking, E-Samsat, dan ETLE. Ini merupakan bentuk konkret dari e-Policing di fungsi lalu lintas,” tegas Chryshnanda.
Selain teknologi, Polri juga fokus pada peningkatan kapasitas personel melalui literasi keselamatan jalan, pembinaan keselamatan, dan kajian berbasis data. Transformasi digital ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi, efektivitas, dan responsivitas Polri dalam mengelola lalu lintas demi keselamatan seluruh pengguna jalan.



