JAKARTA, Bisnistoday – Kementerian Koperasi (Kemenkop) Koperasi Desa Merah Putih di Aceh menggarap bisnis berbasis komoditi unggulan secara serius seperti kopi dan nilam.
Asisten Deputi Pengembangan Produksi Kemenkop Elviandi, dalam keterangannya, Selasa (11/11) mengatakan hal itu akan memperkuat Kopdes Merah Putih sebagai motor penggerak ekonomi desa dan ketahanan pangan nasional.
“Peningkatan kapasitas produksi melalui optimalisasi potensi komoditas unggulan daerah sekaligus mendorong terbentuknya model pengembangan usaha yang berkelanjutan di lingkungan Kopdes Merah Putih,” kata Elviandi.
Staf Khusus Menteri Kementerian Koperasi Bidang Mitigasi Resiko dan Kepatuhan Koperasi David Bastian mengatakan komoditas unggulan di provinsi Aceh yang menjadi barometer produksi kopi, nilam, dan pengembangan biomassa.
David berharap dukungan aktif seluruh pengurus Kopdes Merah Putih, serta menjalin sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, perguruan tinggi, kerjasama antar koperasi sektor produksi, lembaga penelitian seperti Atsiri Research Center (ARC) dari Universitas Syiah Kuala, hingga lembaga pembiayaan dan perbankan.
“Kolaborasi ini diharapkan dapat menghadirkan ekosistem usaha koperasi yang produktif, modern, dan berdaya saing global,” imbuh David Bastian.
Sementara itu, Direktur Hilirisasi Hasil Perkebunan, Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Kuntoro Boga Andri menyebutkan, Aceh memiliki lokasi pengembangan hilirisasi tahun 2025-2026 untuk komoditi kopi seluas 20.400 hektar di enam kabupaten dan komoditi kakao seluas 8.900 di hektar tujuh kabupaten. Terdapat pembangunan lima piloting pabrik kopi.
Kemenkop akan berkerja sama dengan Kementerian Pertanian untuk mendorong koperasi dalam berkontribusi memperkuat rantai pasok di lima pabrik piloting tersebut.
Di sisi lain, peluang pasar Energi Baru Terbarukan (EBT) di Aceh juga tumbuh. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), luas kawasan hutan Aceh tahun 2023 tercatat sekitar 1,78 juta hektar dari sisi pasokan bahan baku. Sedangkan produksi kayu bulat Aceh pada tahun 2023 mencapai kurang lebih 22.047 meter persegi.
Terlebih lagi, PT PLN (Persero) sedang merealisasikan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBm), yang membutuhkan pemanfaatan bahan baku biomassa seperti cangkang sawit, sekam padi, dan serpihan kayu.
Hal ini menunjukkan bahwa pasar serapan biomassa nyata dan berkembang. Kopdes Merah Putih dapat mengambil peran sebagai agregator bahan baku dan pengelola unit pra-olah biomassa.
Di Aceh, nilam merupakan salah satu komoditas unggulan yang telah lama dibudidayakan di Aceh sejak masa kolonial Belanda. Dari berbagai jenis nilam yang telah ditanam di Indonesia, nilam Aceh merupakan jenis yang terbaik yang menghasilkan minyak nilam berkualitas tinggi yang dicari pasar internasional seperti Perancis, Amerika Serikat, dan Kanada.
Ini merupakan peluang bagus bagi Kopdes Merah Putih untuk mengembangkan usaha pengolahan nilam, sehingga mampu masuk dalam rantai pasok usaha nilam di pasar internasional.
Saat ini, terdapat 6.549 Kopdes Merah Putih di Provinsi Aceh, dengan 3.683 Kopdes Merah Putih diantaranya telah memiliki akun SIMKOPDES, 420 memiliki gerai aktif, dan 126 telah mengajukan kemitraan ke BUMN.




